Bab 9 Apakah Membersihkan Kaki Itu Baik?

by Hideo Takashi 16:50,Sep 22,2020
Jared dan Reinhard, ayah dan anak, sedang berbaring di kursi yang nyaman. Di depan mereka ada dua orang terapis yang sangat baik dan cantik yang sedang membersihkan kaki dan memijatnya.

"Ayah, kalau seandainya tadi tidak menghentikanku, aku pasti sudah membunuh si Cloud itu!"

Ketika Reinhard mengatakan itu, tanpa sengaja Reinhard menggerakkan kakinya sehingga menyebabkan air yang merendam kakinya tumpah dan mengenai terapis. Pakaian putih tipis yang dipakai oleh terapis menjadi sedikit basah oleh air, dan membuat dua gunung yang menjulang tinggi terlihat.

Jared sepertinya tidak melihat kalau Reinhard melakukan kesalahan, lalu berkata pada Reinhard dengan percaya diri, "Kamu masih terlalu muda. Dengar Cloud itu hanyalah orang gila, kalau kamu semakin memperhatikannya maka dia akan semakin menggigitmu."

Bahkan, Jared sendiri merasa takut saat menghadapi Cloud, karena Jared sendiri belum pernah melihat pandangan yang begitu menakutkan selama ini di masyarakat. Tetapi karena mengira Cloud hanyalah orang yang emosional, dia tidak berpikir lebih jauh.

Lalu Jared berbicara kepada Reinhard dengan suara seorang tetua, di depan dua terapis, "Kamu harus ingat bahwa orang yang ingin berhasil, pertama-tama harus memiliki hati yang tenang, dan sebelum melakukan tindakan apa pun. Kamu harus sudah memiliki rencana di pikiranmu, serta kamu harus berjalan selangkah demi selangkah. Di poin ini kamu harus belajar dariku."

Reinhard mengangguk dengan cepat lalu menatap Jared dengan penuh semangat, "Ayah, tadi itu kamu menelepon Robert Hong, Presiden Blue Ocean Group, kan?"

"Ehm." Jared mengangguk, lalu tersenyum dan berkata, "Robert dan aku adalah teman sekelas waktu SMA, dan ketika kita di sekolah menengah, kita adalah teman akrab. Kamu itu seringkali terlalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu, kamu seharusnya lebih bisa menenangkan diri dan carilah satu atau dua teman baik yang bisa kamu percaya. Sekarang lihat apa gunanya teman - temanmu itu, selain hanya untuk minum dan bermain dengan wanita? Saat kamu menemui masalah, mereka semua akan berlari satu per satu, bahkan larinya bisa lebih cepat dari seekor tikus."

Reinhard mendengarkan nasehat ayahnya dengan rendah hati di sampingnya, lalu mengangguk dan berkata, "Iya, ayah benar, aku pasti akan belajar dari ayah di masa depan! Lalu ayah, apakah Grandy Silaz akan menghormati Robert?"

Senyuman percaya diri terlihat di seluruh wajah Jared, dan Jared memberi tahu Reinhard, "Aeris, pelacur kecil itu, tidak peduli seberapa baik dia melayani Grandy di tempat tidur, dia tidak lebih baik dari seorang kakak yang baik. Ingat nak, kenyataannya seorang wanita hanyalah mainan bagi pria. Jadi lebih baik kita tunggu saja di sini, karena sebentar lagi dia pasti akan membawa kabar baik."

Reinhard sekarang menaruh pikirannya pada terapis wanita yang sedang memijatnya di depannya. Tidak lama kemudian, pintu ruangan tiba-tiba terbuka, dan tampak seorang pria paruh baya dengan setelan jas dan sepatu masuk.

"Oh, Robert, aku sudah lama menunggumu! Ayo, ayo, duduk di sini!"

Robert lalu menghampiri Jared tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Lalu secara tiba-tiba mengulurkan tangan langsung mengambil baskom air di kaki Reinhard dan menumpahkan ke arah Jared.

"Jared, dasar kamu bajingan! Kalau kamu mau cari mati kenapa ajak gue juga ?"

Jared mengusap air dari wajahnya dan menatap teman baiknya selama bertahun-tahun.

"Apa apa?"

Robert yang marah melemparkan baskom di tangannya dan melemparnya ke arah Jared. Jared dengan cepat menghindar dan menatap mata Robert dengan bingung.

"Anjing kau, tak tahu malu! Kamu masih pura - pura enggak tahu! Denger ya, gue terpaksa pergi ke kantor Grandy secara langsung karena ketololanmu. Aku ke sana belum selesai bicara, dan dia menumpahkan kopi ke mukaku. Aku bakal ingat ini sampai 7 turunan!"

"Gue berbicara dengan Grandy soal kerja sama selama dua tahun, tapi gara - gara kamu semuanya batal"

Robert menunjuk ke arah Jared, matanya penuh amarah.

"Mulai sekarang, gue tidak ada hubungan lagi denganmu! Jika elu datang untuk cari gue lagi, gue bakal suruh anjing buat bunuh elu!"

Setelah berbicara, Robert berbalik dan pergi dengan marah, Reinhard menoleh untuk melihat Jared dengan wajah yang ketakutan.

"Ayah, Ayah, kenapa kamu diam saja, cepat susul dia?"

Jared tidak menjawab.

"Ayah, ayo cepatlah..."

"Diam!!!!!"

Sebelum Reinhard selesai berbicara, Jared berteriak.

"Ini semua karena salahmu! Sekarang juga kamu pergi ke rumah Aeris, meskipun kamu harus berlutut, bersujud, dan mencium kakinya, pokoknya besok dia harus datang bekerja di perusahaan! Dan jangan pulang sebelum berhasil!"

Setelah selesai berbicara, Jared memakai sepatunya dan air yang masih membasahi sekujur tubuhnya, dan buru-buru mengejar Robert.

...

Aeris sedang mempersiapkan bahan untuk wawancara di rumah, dan mendengar ada ketukan cepat di pintu. Tetapi Denzel berjalan ke pintu lebih dulu. Setelah membuka pintu, dia melihat Reinhard berdiri di ambang pintu dengan wajah marah. Denzel tiba-tiba tertawa lalu menoleh sambil berteriak pada orang-orang di ruangan itu.

"Bu, Kakak, orang yang mengatakan kita parasit datang lagi!"

Melihat Reinhard berdiri lagi di depan, bukankah hal ini terlalu luar biasa?

Mengapa Cloud bisa tahu kalau Reinhard pasti kembali?

Dibandingkan kembali bekerja di grup, yang ingin Aeris ketahui lebih banyak sekarang adalah, keajaiban apa yang sedang dilakukan Cloud? Hingga membuat Reinhard bisa menjadi begitu patuh.

Reinhard berkata dengan nada yang sangat kaku dan dengan wajah dingin.

"Aeris, apa yang aku katakan sebelumnya hanyalah salahpaham, dan aku minta maaf kepadamu. Tolong cepatlah kembali ke perusahaan untuk bekerja."

"Oh, apa aku gak salah dengar, ternyata anak muda yang bermartabat itu benar-benar berusaha meyakinkan kakakku?" Denzel mencibir di sampingnya.

Cloud berdiri di samping Aeris dan berkata datar, "Dengan nada bicara seperti ini, kamu masih berharap membuat istriku mau menerima permintaan maafmu? Kalau caramu begitu ya gak akan berhasil, cobalah buat lebih tulus."

"Apa yang ingin kamu aku lakukan?" Reinhard bertanya dengan nada marah.

Cloud mengucapkan dua kata: "Berlutut dan minta maaf."

Mendengar kata-kata itu keluar, Gavia dan Casius tidak bisa untuk tidak menahan napas.

Aeris juga menunjukkan ekspresi yang sangat terkejut.

Reinhard adalah cucu tertua keluarga mereka! Kecuali berlutut kepada ayah dan kakeknya atau saudara yang lebih tua dalam keluarga, Cloud bisa memintanya untuk melakukan seperti itu?

Cloud segera mulai menghitung mundur, "Lima…, empat…, tiga…, dua ..."

Reinhard mengatupkan giginya, menjatuhkan diri dan berlutut di depan Aeris.

"Sepupu, aku minta maaf, aku salah!"

Cloud berdiri di samping Aeris dan mengangguk sedikit, "Baik, ayo kita pergi sekarang, karena kita akan pergi bekerja siang ini."

Setelah mendengar kata-kata itu, Reinhard dengan cepat berbalik dan lari ke mobil sport Ferrari miliknya. Reinhard lalu meraung di dalam mobil dengan suara gemetar.

"Aeris! Cloud! Aku ingin kalian mati, aku ingin kalian mati!"

Setelah melepaskan menutup ventilasi di mobil sport, Reinhard perlahan-lahan menjadi tenang. Mata Reinhard bersinar dengan cahaya cemberut.

"Aeris, dasar jalang!"

"Kamu berani mempermalukanku tadi, jadi aku tidak akan mempermalukanmu juga!"

Dia segera mengangkat telepon dan menghubungi nomor deputi manajer umum.

"Tolong segera sampaikan berita kalau Aeris adalah wanita Grandy kepada semua orang di perusahaan. Dan bilang saja, kalau Aeris bisa memenangkan proyek ini karena dia membuka kakinya di tempat tidur dengan Grandy!"

"Dan biarkan semua eksekutif senior di grup berada di pintu gedung grup siang ini dan menunggu sampai Aeris datang bekerja!"

Setelah Reinhard memberikan beberapa kata, dia menutup telepon, lalu mengeluarkan tawa licik, "Dasar pelacur kecil, lihat saja bagaimana kamu akan menderita di perusahaan nanti!"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1018