Bab 11 Monster Bucin

by Hideo Takashi 11:20,Sep 23,2020
Bab11 Monster Bucin
Cloud Revengale mengeluarkan tangannya dari dalam kantung celana dan melemparkan sebuah kartu kredit black gold padanya.
“Bayar sana, PIN-nya 000000, aku mau mobil ini.”
“Ha??”
Aeris Lehard dan kedua sales wanita yang baru bekerja berkata serempak.
Ekspresi diwajah mereka juga kurang lebih sama.
Namun dibandingkan dengan ekspresi terkejut Aeris, ekspresi sales wanita ini lebih terlihat senang.
Kartu block gold loh!
Kartu limited yang diberikan oleh bank ini tidak bisa dimiliki oleh sembarangan orang!
“Baik, tuan, mohon tunggu sebentar, saya akan segera mengurusnya!”
Sales memegang kartu black gold sambil berlari kecil ke kasir dengan tergesa-gesa.
Sales yang sikapnya tidak bersahabat tadi langsung tercengang dan berdiri seperti patung di samping.
Ketika dia menyadari apa yang terjadi, sales wanita baru itu sudah membawakan nota pembelian dan meminta tanda tangan Cloud .
Melihat Cloud akan benar-benar membeli mobil ini, Aeris segera bertanya pada Cloud .
“Kamu dapat uang begitu banyak dari mana?”
“Apakah uang segini termasuk banyak?”
Cloud mengatakan ucapan yang hampir membuat sales wanita disampingnya jatuh pingsan.
“Hanya 1,4 miliar lebih, apa bedanya dengan membali sebungkus mie instant.”
“Kalau kamu suka dengan tipe ini, sekalian beli enam warna lain yang ada disampingnya saja, setiap hari ganti warna.”
Apa itu orang kaya local?
Apa itu monster bucin?
See!
Inilah contohnyatanya!
Karena Aeris yang bersikeras, Cloud dengan sangat ‘terpaksa’ hanya membeli sebuah mobil Benz putih.
Setelah mengurus surat-surat, mobil langsung dinyalakan, sebelum Aeris mengendarai mobilnya, tiba-tiba dia teringat dengan motor elektrik yang dia parkir di sudutan.
“Bagaimana dengan motor elektrik itu?”
Cloud berkata pada sales wanita yang berdandan menor : “Itu siapa? Aku beri kamu alamat, tolong bawa pulang motor itu ke alamat yang aku berikan.”
Disaat ini, ada 40 lebih petinggi Group Tazma yang sedang berdiri didepan gedung.
Mereka bukan datang menyambut tamu terhormat.
Pagi ini ketika turun dari lantai atas, semua sudah menerima informasi, yang akan mereka sambut adalah Aeris .
Meskipun Aeris adalah keponakan kandung presdir, namun kedudukkannya di group sama sekali tidak tinggi.
Biasanya, ketika Aeris bertemu para petinggi perusahaan ini, dia harus menunduk dan memberi hormat.
Namun sekarang malah harus mereka sambut di depan pintu utama seperti ini.
“Aeris ini sungguh tinggi ya drajatnya! Sampai harus membuat para petinggi perusahaan menunggunya didepan pintu utama seperti ini!”
“Siapa suruh dia memiliki tubuh yang hebat dan mampu menaklukkan pria diatas ranjang dengan hebat?”
“Huh, biasanya terlihat begitu lugu, siapa yang menyangka dia sejalang itu dibelakang!”
“Aku sedang bingung bagaimana dia bisa mendapatkan proyek ini, ternyata dia sudah naik ke atas ranjang orang itu.”
Mendengar semua orang berbicara demikian, wajah Reinhard dipenuhi ekspresi pembalasan.
Kalau dihitung-hitung seharusnya Aeris sudah akan sampai.
Reinhard sudah tidak sabar ingin melihat Aeris dimarahi habis-habisan oleh para petinggi perusahaan.
Disaat ini, ada sebuah Hanma yang panjang yang diikuti oleh dua Benz hitam.
Hanma panjang itu berhenti tepat didepan Reinhard Lehard.
pintu mobil terbuka, Grandy Silaz turun dengan wajah mendongak dan dada yang membusung.
“Presdir Grandy, ada keperluan apa sampai anda datang langsung kemari?”
Begitu melihat Grandy, Reinhard langsung menghampiri bagaikan seekor anjing yang melihat majikannya.
Grandy melihat kesekeliling lalu bertanya : “Dimana Nona Lehard?”
Ekspresi semua orang langsung dipenuhi oleh senyuman mencibir ketika mendengar Grandy yang langsung menanyakan Aeris Lehard begitu turun dari mobil.
Ada beberapa orang yang langsung menggosipkan hal ini.
Dan ucapan Grandy ini membuat Reinhard semakin yakin hubungan antara Aeris dan Grandy ini tidaklah semudah yang dibayangkan.
Reinhard berencana memanfaatkan hal ini untuk mengumumkannya.
Lalu mempermalukan Aeris agar dia pergi dari perusahaan dan tidak akan bisa kembali lagi!
“Presdir Grandy, adik sepupuku masih belum datang.”
“bagaimana kalau saya antar anda untuk menunggu di ruang ayah saya sebentar.”
“Nanti setelah dia tiba saya akan membawanya ke ruang ayah saya untuk menemui anda.”
Apa yang tianxu katakan membuat semua orang yang berdiri disamping mengerti apa tujuannya mengatur seperti itu.
“Nona Lehard belum tiba ya, kalau begitu biar kau menunggunya disini.”
OMG!
Apakah Aeris Lehard begitu hebatnya di ranjang!
Seorang presdir group ternama sampai menunggunya di depan gedung.
Ketika semua orang sedang menerka-nerka, sebuah mobil Benz putih yang belum memiliki plat tiba.
Grandy melihat orang yang mengendarai mobil adalah Aeris, dia segera maju dan membukakan pintu dengan hormat.
“Pasangan menjijikkan, didepan orang banyak seperti ini malah tidak tahu untuk merendah sedikit, sungguh menggelikan!”
Dari balik kerumunan, samar-samar terdengar suara seorang pria.
Grandy langsung berbalik dan berjalan kehadapan orang itu, tanpa mengatakan apapun ia langsung menendang perut orang itu dengan keras.
“Manusia tidak berguna, kamu memfitnahku masih tidak apa, tapi beraninya kamu menghina Nona Lehard !”
“Apakah matamu buta? Didepan Nona Lehard aku hanyalah seorang bawahan!”
“Kalau bukan karena Nona Lehard, perusahaan jelek seperti ini apakah perlu aku yang datang langsung untuk tanda tangan kontrak?”
Setiap tendangan yang dilayangkan Grandy begitu sadis!
Dia merangkak naik dari dunia hitam, meskipun sudah insyaf cukup lama, namun kemampuan bela dirinya sama sekali tidak mengalami kemunduran.
Hanya butuh waktu sekejap, pria itu sudah terkapar di lantai dan meminta ampun.
Semua orang terkejut melihat apa yang Grandy perbuat.
Dan disaat bersamaan mereka mendengar langsung dari mulut Grandy kalau dia adalah bawahan Aeris ?
Bukankah Aeris hanya keponakan yang tidak dipandang oleh presdir?
Sejak kapan dia menjadi begitu hebat!
Lalu, Grandy menunjuk semua petinggi yang ada dihadapannya : “Kalian semua berlutut sekarang!”
“Kalian sebagai petinggi perusahaan apakah sedikit kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah saja tidak punya?”
“Cepat berlutut dan minta maaf pada Nona Lehard !”
Cloud Revengale yang duduk disamping pengemudi melihat sikap Grandy, ia mengangguk perlahan.
Orang ini bisa dia pakai.
Disaat seperti ini Cloud turun dari mobil.
Ketika Grandy menoleh dan melihat litang pada pandangan pertama, kedua kakinya seketika lemas, dia hamir saja tersungkur di lantai!
Aura yang sangat menakutkan!
Grandy sejak kecil sudah hidup di jalanan yang keras, dia benar-benar naik dari tingkat paling dasar dengan berdarah-darah.
Dia mengagumi orang hebat, dia juga pernah melihat berbagai macam orang yang kejam dan sadis.
Namun dia tidak pernah bertemu dengan orang yang memiliki aura menakutkan seperti Cloud !
Grandy bisa sampai di posisinya sekarang sama sekali tidak seperti Jared Lehard yang mengandalkan berkat dari orang tuanya.
Dia sudah sejak lama mendengar desasa desus tentang orang terhebat ini.
Sekarang begitu melihat Cloud langsung, dia bisa langsung menebak Cloud adalah orang hebat yang melegenda itu.
Surat kontrak ditandatangani dengan cepat, awalnya Grandy ingin mencari kesempatan untuk mendekati Cloud, ingin berbicara beberapa patah kata dengannya.
Namun aura yang terpancar dari Cloud terlalu kuat, Grandy sama sekali tidak berani mendekat.
Sehingga Grandy hanya bisa pergi meninggalkan Tazma Group dengan membawa perasaan yang sedikit kecewa.
Disaat ini Aeris menarik Cloud ke sudut yang tidak ada orang.
“Apakah kamu mengenal Presdir Grandy ?”
Cloud mengerjapkan matanya : “Kamu menyadarinya?”
“Tadi dia terus memandangimu, entah kenapa, aku merasa dia seperti sangat mengagumimu.”
Lalu Cloud berkata mengikuti alur Aeris .
“Sepanjang jalan tadi, bukankah kamu terus bertanya kenapa aku memiliki uang sebanyak itu?”
“Jujur saja, semua uang ini kudapatkan dari berjudi.”
Aeris sama sekali tidak membantah ucapan Cloud .
Karena sejak kemarin Denzel terus berkata ingin belajar ilmu berjudi dengan Cloud .
“Dulu ketika Presdir Grandy mengalami kesulitan, aku pernah menolongnya satu kali.”
“Tapi aku beritahu dulu, proyekmu ini aku sama sekali tidak ikut campur.”
“Proyek ini murni kamu dapatkan dari hasil kerja kerasmu sendiri, kamu adalah wanita paling hebat yang kukenal.”
Cloud mengacungkan jempol kearah Aeris .
Aeris mengetatkan bibirnya tersenyum malu, pipinya sampai memerah.
Namun dia segera teringat sesuatu.
“Kalau mendengar apa yang kamu katakan, sepertinya kamu kenal banyak wanita donk?”
Ohok!
Cloud segera menjelaskan : “Bukan, bukan itu maksudku….”
“Huh, aku tidak mau dengar, aku mau kerja dulu.”
Setelah mengatakannya, Aeris langsung melenggangkan tubuhnya yang ramping dari hadapan Cloud .
“Eh, istriku, dengarkan penjelasanku dulu!”
Ketika melangkah, ada senyum indah yang menghiasi sudut bibirnya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1018