Bab 7 Jika Kamu Melawan Dia, Kamu Akan Mati

by Hideo Takashi 16:24,Sep 11,2020
Grandy lahir di lahir dari lingkungan yang keras, dan dia berhasil selamat di tengah badai dan akhirnya berhasil mendirikan Grup Dresrora.

Dia memiliki auranya sendiri, bukanlah amarah atau prestise Reinhard, yang baru saja berteriak-teriak disana, bahkan tidak bisa meluruskan pinggangnya saat berdiri di depan Presdir Grandy.

Grandy berkata dengan dingin, "Siapa kamu? Aeris, dimana Nona Aeris?"

Reinhard berkata dengan cepat, "Tuan Silaz, saya adalah manajer umum Grup Bigmom, Aeris sudah saya pecat."

"Kalau begitu kontraknya batal, kamu pergilah dari sini!"

Grandy membuat keputusan akhir dan pergi memasuki lift, sehingga mengakhiri perjuangan Reinhard. Ketika Reinhard datang dari rumah, dia secara khusus menelepon Kakek Oda dan mengatakan bahwa dirinya pasti akan membuat Presdir Grandy menandatangani kontraknya, karena jika kontrak dibatalkan, perusahaan mereka akan kehilangan hampir ratusan milyar. Dan saat itu, kakeknya akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.

Reinhard bergegas menyusulnya, "Tuan Silaz, Tuan Silaz! Dengarkan saya, saya ..."

Dua petugas keamanan dengan cepat menghentikannya dan melempar Reinhard keluar, sehingga pakaian bersih Reinhard berguling-guling menjadi debu di tanah. Saat berguling, luka di tangan kanannya juga tersentuh, dan rasa sakit membuat giginya gemetar.

"Aeris! Dasar wanita jalang. Kamu pasti sudah bersekongkol dengan Presdir Grandy!"

Karena marah, wajah Reinhard berubah, dan semua orang yang datang menatapnya dengan tatapan aneh. Reinhard lalu mengambil kontrak itu dan pergi dengan tergesa-gesa. Dia harus memberi tahu ayahnya Jared tentang ini.

Saat ini, di kantor Presdir Grup Dresrora

Seorang pria muda berseragam militer berdiri di depan jendela Prancis yang tinggi dengan tangan yang berada di belakangnya. Lalu Presdir Grandy, bos dengan aset puluhan triliun, berdiri dengan hormat di belakangnya.

Ciprus Gao, jengeral bintang lima!

Hahhh… Hahhhhh

Dia memiliki aura kehormatan dalam dirinya. Di depannya, Grandy tidak hanya menurut tetapi juga sangat takut. "Saudara Gao, aku sudah melakukan apa yang kamu katakan."

Di depannya Grandy bahkan tidak berani menarik nafas.

Ciprus mengangguk sedikit, "Nona Aeris, kamu tidak boleh membiarkannya menderita meski sekecil apapun, karena dia adalah istri bosku."

“Apa?”

Grandy sangat terkejut hingga rahangnya hampir jatuh ke tanah.

“Bos Ciprus, eksistensi mengerikan macam apa itu.” Grandy berkata dalam hati.

Ciprus menoleh sedikit dan menatap Grandy, "Apakah kamu tahu mengapa aku datang ke Sinra? Tahukah kamu mengapa aku bisa menjadi pemimpin militer di ibukota saat usia muda?Ini semua karena kakak laki-lakiku." Mata Ciprus muncul dan penuh dengan kekaguman dan rasa hormat.

Pada saat ini, Ciprus memandang Grandy dan bertanya, "Tahukah kamu mengapa Grup Dresrora bisa berjalan dengan lancar tahun ini?"

Grandy terkejut sesaat, "Mungkinkah ..."

"Ya, semua ini karena kakakku, tanpa dia, kamu hanyalah bajingan yang menjilati darah di ujung pisaunya." mendengar itu Grandy terkejut!

Meski ia juga merasa dirinya menjalankan bisnis terlalu mudah dalam beberapa tahun terakhir dan tidak pernah menemui kesulitan, tetapi dia tidak pernah menyangka kalau ada orang besar di belakangnya.

Setelah Ciprus pergi, Grandy menemukan bahwa dirinya sudah berkeringat dingin. Lalu dia duduk di sofa dan menghela nafas lega dan berkata, “Pria di belakang Ciprus benar-benar mengerikan, hanya dengan memikirkannya saja aku merasa ngeri. Tetapi tidak ada yang menyangka kalau Keluarga Aeris yang ditinggal oleh kerabatnya ternyata adalah istri dari bos Ciprus. Dan untuk Reinhard serta keluarga Lehard, kalian telah membuang harta karun dan tidak tahu bagaimana menghargainya. Sebaliknya kalian memilih melawannya, dan kali ini kalian semua akan mati."

...

Reinhard bergegas kembali ke vilanya.

Begitu dia memasuki ruang tamu, dia melihat beberapa kerabatnya sedang duduk di sofa dan tengah asik mengobrol dan Kakek Oda juga ada di sana.

"Ya, pahlawan kecilku sudah kembali"

"Bagus, ayo, ayo, duduklah di sebelah Kakek."

Oda menatap mata Reinhard dengan penuh kebaikan.

"Apakah kamu sudah menemui Tuan Silaz?"

Reinhard menyeringai: "Kakek, aku menemui Tuan Silaz."

"Apakah kontraknya sudah ditandatangani?"

Reinhard ragu-ragu sejenak, lalu berkata dengan cepat.

"Ketika aku melihat Tuan Silaz, dia sedang keluar untuk suatu keperluan, dan dia tampak sangat cemas. Tetapi Kakek tenang saja, aku sudah menyapa Tuan Silaz, dan dia berkata akan menandatanganinya besok."

Oda memandang Reinhard, "Kamu tidak berbohong kepada Kakek, kan?"

Reinhard melambaikan tangannya dengan cepat, "Bagaimana aku bisa berbohong pada, kakek?"

Oda adalah orang yang sudah berpengalaman, berawal dari pedagang kecil selama setengah abad, dia sudah banyak melihat tipe dan karakter seseorang. Maka begitu melihat Reinhard masuk, Oda sudah melihat petunjuk melalui gerakan dan wajah Reinhard kalau ada sesuatu yang tidak beres.

Saat ini, mata Kakek Oda sedikit menyipit, "Kau tahu, yang paling dibenci kakek dalam hidupnya adalah kebohongan. Bahkan jika kamu adalah cucuku, jika kamu berbohong kepada kakek ..."

Reinhard buru-buru berjanji: "Kakek, berikan aku kesempatan lagi, besok kontraknya pasti akan ditandatangani."

"Ehm, nah itu baru cucuku yang baik."

Oda memanggil Jared di sebelahnya.

"Ke atas dan lihat, apakah ada yang salah? Ingat proyek ini sangat penting bagi persahaan kita, jadi tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun."

"Ya ya aku mengerti ayah."

Begitu dia memasuki kamar Reinhard, Jared mengunci pintu.

"Apa yang terjadi? Mengapa Tuan Silaz tidak menandatangani kontraknya?"

Reinhard tampak marah, "Itu karena si jalang Aeris."

"Ayah, ternyata Aeris bisa memenangkan proyek ini karena dia tidur dengan Grandy."

Jared tercengang: "Benarkah itu!"

"Ya! Grandy mengatakan bahwa jika Aeris tidak pergi, kontrak ini akan batal."

Jared juga mondar-mandir di kamar dengan cemas.

"Ayah, bukankah Denzel masih di tangan Black Panther? Ayo kita ancam Aeris dengan Denzel. Dan biarkan dia memberitahu Grandy sendiri bahwa proyek ini telah diserahkan kepada saya."

Jared juga menganggap kata-kata Reinhard masuk akal, maka dia segera menelepon Black Panther.

Begitu telepon terhubung, Black Panther berkata dengan lugas.

"Tuan Jared, saya telah membebaskan Denzel, jadi Anda tidak perlu membayar 400 juta."

Sebelum Jared bisa menjawab, Black Panther telah menutup telepon.

"Sial, bagaimana hal ini bisa terjadi?"

Benar-benar tidak berdaya, Jared hanya bisa memanggil Aeris. Saat ini, Aeris sedang duduk di ruang tamu rumahnya, dan seluruh keluarga berkumpul di sana.

Ponsel Aeris ada di meja kopi di ruang tamu, kecuali Denzel yang menatap Cloud, baik Aeris dan orang tuanya memfokuskan mata mereka pada telepon.

Gavia memandang Cloud: "Apakah kamu yakin dia akan menelepon?"

Cloud hanya mengangguk saat telepon tiba - tiba berdering.

Aeris dengan cepat mengangkat telepon, dan peneleponnya benar-benar Jared. Saat Aeris hendak menjawab, Cloud menggelengkan kepalanya padanya.

"Jangan jawab panggilan ini, ingat Reinhard baru saja menelepon dan memecatmu. Dan Sekarang dia harus memanggilmu kembali untuk bekerja lagi. Bagaimana bisa ada hal-hal acak seperti itu terjadi di dunia ini?"

Kata-kata Cloud membuat Casius berkeringat deras, dan dia dengan cepat membujuknya dari samping.

"Sudah sangat bagus bagi orang itu untuk berinisiatif menelepon, cepat di angkat."

Cloud memandang Casius dengan serius.

"Ayah, tidak masalah jika orang - orang meremehkanku, tapi mereka tidak bisa meremehkan istriku. Dan aku akan membuat setiap orang yang meremehkan istriku membayar harganya."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1018