Bab 1 Pertemuan Pertama

by Minnie Yao 09:59,Jan 07,2022
Hari kedelapan bulan musim dingin di tahun ke-12 Republik Tiongkok adalah hari ulang tahun Madell Gu, dia berusia 16 tahun hari ini.

Dia naik kereta api dari kabupaten kecil ke Kota Y.

Kota Y adalah ibu kota provinsi, ayahnya menjabat sebagai Wakil Kepala Administrasi Umum Bea Cukai.

Ketika dia berusia 2 tahun, ibunya meninggal dan ayahnya menikah dengan wanita lain, membuatnya menjadi orang yang tidak seharusnya berada di rumah.

Pelayan setia ibunya membawa Madell Gu kembali ke kampung halamannya di desa, tempat dia tinggal selama 14 tahun.

Dalam 14 tahun terakhir, ayahnya tidak pernah menanyakan kabarnya, tetapi sekarang dia ingin menjemputnya ke Kota Y di musim dingin, hanya terdapat satu alasan.

Keluarga Si ingin dia membatalkan pernikahan!

Panglima perang Kota Y bermarga Si, reputasinya sangat terkenal.

"Seperti ini, Nona Madell, saat itu, Nyonya dan istri dari Panglima Perang Si saling bersahabat. Anda dan Panglima Muda Kedua dari Kediaman Panglima Perang memiliki kontrak pernikahan sejak kecil." Dino Wang, pengurus rumah yang datang untuk menjemput Madell Gu, menceritakan keseluruhan ceritanya.

Pengurus Rumah Wang sama sekali tidak takut jika Madell Gu tidak bisa menerimanya, dia berkata dengan blak-blakan.

"Panglima Muda berusia 20 tahun ini, dan akan memulai sebuah keluarga. Anda selalu berada di kampung selama bertahun-tahun, jangankan Tuan, Anda pasti juga merasa malu untuk menikah masuk ke dalam Kediaman Panglima Perang yang sangat terkenal, 'kan?" kata Pengurus Rumah Wang lagi.

Dia mengatakan kalimat yang mempertimbangkan segalanya untuknya.

“Tetapi Nyonya Panglima Perang menepati janjinya, dia saling menukar giok dengan Nyonya, yaitu liontin giok yang selalu Anda bawa di sisi Anda. Nyonya Panglima Perang berharap Anda akan mengembalikan liontin giok itu secara pribadi dan membatalkan pernikahan ini.” kata Pengurus Rumah Wang lagi.

Apa yang disebut transaksi antar kekuasan dan uang terdengar sangat indah, harus dilakukan secara terbuka dan sembunyi-sembunyi.

Sudut bibir Madell Gu sedikit terangkat.

Dia tidak bodoh, jika Nyonya Panglima Perang sangat menepati janjinya, maka dia seharusnya menjemputnya kembali untuk menikah dan bukannya menjemputnya kembali untuk membatalkan pernikahan.

Tentu saja, Madell Gu tidak keberatan untuk membatalkan pernikahan.

Dia belum pernah bertemu dengan Panglima Muda Si.

Dibandingkan dengan hinaan Nyonya Panglima Perang, Madell Gu lebih enggan menaruh cintanya ke dalam lubang kontrak pernikahan yang dibuat oleh para orangtua.

"Karena pernikahan ini membuat Keluarga Gu dan Ayahku kesulitan, maka aku akan pergi membatalkan pernikahan." kata Madell Gu dengan patuh.

Dengan cara ini, Madell Gu mengikuti Pengurus Rumah Wang dengan kereta api ke Kota Y.

Melihat tampang puas Pengurus Rumah Wang, Madell Gu tersenyum dingin.

"Tuhan benar-benar sedang membantuku! Aku awalnya berencana masuk ke kota setelah tahun baru, tetapi masih sedang memikirkan alasan apa yang harus digunakan, tidak disangka Nyonya Panglima Perang malah membantuku, bantuannya datang pada saat yang tepat." Madell Gu berkata di dalam hatinya.

Membatalkan pernikahan, memberinya kesempatan untuk memasuki kota, dia benar-benar harus berterima kasih kepada Keluarga Si.

Madell Gu telah dewasa dan tidak bisa selalu bersembunyi di kampung selamanya, barang-barang yang ditinggalkan ibunya untuknya berada di kota, dia ingin pergi ke kota untuk mendapatkannya kembali!

Masalah antara dia dan Keluarga Gu juga harus memiliki akhir!

Membatalkan pernikahan adalah masalah sepele, kembali ke rumah Keluarga Gu di kota adalah tujuan Madell Gu.

Ada tali bewarna merah tua di leher Madell Gu, dan setengah liontin giok hijau digantung di tali tersebut, dipotong oleh Nyonya Si saat membuat kontrak pernikahan.

Retakan telah dipoles dengan halus, bulat dan jelas, dan dapat dipakai kapan saja.

"Giok adalah hal yang paling spiritual, membaginya menjadi 2 ditakdirkan sulit untuk mengadakan pernikahan ini, sepertinya Ibu tidak mengetahuinya." Madell Gu terkekeh.

Dia meletakkan setengah dari liontin giok di pelukannya lagi.

Di dalam ruangan ini, hanya dia seorang, Dino Wang, sang pengurus rumah, tidur di luar.

Setelah menutup pintu, Madell Gu perlahan-lahan mengantuk di tengah guncangan kereta.

Tak lama kemudian dia tertidur.

Tiba-tiba, angin dingin bertiup, dan Madell Gu tiba-tiba membuka matanya.

Dia mencium bau darah.

Detik berikutnya, seseorang dengan napas dingin dan berdarah dengan cepat memasuki ruangannya dan menutup pintu.

"Aku bersembunyi sebentar!” suaranya jernih dan terdengar mengancam, tidak menginginkan Madell Gu menolaknya.

Sebelum Madell Gu setuju, dia dengan cepat melepas bajunya, mengenakan celana dingin dan basah, kemudian naik ke tempat tidurnya.

Tempat tidur di dalam kereta sangat kecil, tidak bisa memuat dua orang, jadi dia menekan tubuhnya.

"Kamu..." Madell Gu masih belum bereaksi atas apa yang sedang terjadi, dan pria itu sudah menekannya.

Kecepatannya sangat cepat.

Pria itu penuh dengan aura jahat, dan bau darah tetap berada di dalam ruangan untuk waktu yang lama.

Tangannya dengan cepat merobek bajunya, memperlihatkan kulitnya yang seputih salju.

"Teriak!" perintahnya dengan suaranya serak.

Madell Gu mengerti.

Tidak peduli apakah itu adalah teriakan penuh gairah atau teriakan kesakitan, pria dan wanita telanjang di tempat tidur akan dianggap sedang bersenang-senang.

Tindakan ini bisa menyembunyikan keberadaan pria ini.

Pada saat yang sama, pria itu meletakkan pisau dingin di lehernya, "Teriak, teriak lebih keras, atau aku akan memotong tenggorokanmu!"

Darah Madell Gu membeku di mana-mana, wajahnya memucat.

Tubuh bagian atas pria yang dingin itu menekan tubuhnya yang hangat.

Dia menegang sesaat, tidak bergerak.

Dia merobek bajunya, menyentuh kulitnya, keringatnya membasahi tubuhnya.

Tetapi pada saat ini, Madell Gu tidak peduli dengan kesembronoannya, perhatiannya tertuju pada pisau yang menahan lehernya.

"Aku...aku tidak bisa..." setelah tersadar kembali, Madell Gu menggertakkan giginya.

Dia memiliki pisau besi yang tajam di lehernya, dia tidak berani bertindak gegabah, dia sangat menghargai hidupnya.

“Berapa umurmu?” dalam kegelapan, pria itu juga sedikit tercengang, tidak menyangka itu adalah suara gadis yang masih belum dewasa.

"16 tahun." jawab Madell Gu, paru-parunya tercekik, tidak bisa bernapas.

“Sudah tidak muda lagi, jangan pura-pura polos!” kata lelaki itu.

Pada saat ini, kereta berhenti.

Langkah kaki yang rapi dan seragam membangunkan penumpang yang sedang tidur, gerbong kereta menjadi berisik.

Ada pasukan tentara sedang memeriksa kereta.

"Teriak!" suara pria itu terdengar buru-buru, dia meniru kegiatan di atas tempat tidur, "Jika tidak berteriak lagi, aku akan benar-benar melakukannya..."

Dia memiliki lengan yang kuat dan suara yang keras. Terlebih lagi, pisaunya menempel di leher Madell Gu.

Bertemu dengan orang-orang yang putus asa, Madell Gu kehilangan kesempatan.

Tidak yakin dia bisa menaklukkan pria ini, dia membuat keputusan yang menentukan dan mengerang dengan pelan.

Bagaikan seorang wanita yang sedang dicintai...

Dia mengerang dengan naif.

Perut bagian bawah pria itu sedikit menegang, dan hampir berdesir.

Gadis itu mengerang dengan canggung seperti anak kucing, penuh daya pikat.

Ketika pintu ruangan Madell Gu dibuka dengan kasar, dia mengerang dengan berirama karena pisau pria itu dipindahkan ke punggungnya.

Kemudian, dia berhenti seolah dikejutkan oleh pergerakan di luar pintu.

Sinar senter menyinari mereka, dan dada putih salju Madell Gu setengah terbuka, kulitnya seputih salju, kepalanya ditutupi rambut hijau tebal, diletakkan di antara bantal.

Dia berteriak dan memeluk pria di atasnya.

Petugas yang memegang senter, melihat situasi di dalam ruangan, petugas yang terlalu muda itu merasa malu dan Madell Gu menatapnya dengan gugup, membuatnya merasa kebingungan, dia melangkah mundur dengan malu, jantungnya berdetak dengan kencang, sampai lupa untuk melihat wajah suaminya dengan jelas.

Kemudian, petugas pemeriksa yang berada di luar pintu berkata, "Dia tidak ditemukan di sini."

Suara langkah kaki menjauh.

Seluruh kereta diselidiki, kereta baru bergerak kembali setelah setengah jam karena masalah ini.

Pria di atas tubuh Madell Gu juga menurunkan pisau dari lehernya.

"Terima kasih." dalam kegelapan, dia bangkit dan berpakaian.

Madell Gu mengancingkan kancing bajunya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Kereta berguncang dengan ringan dan bergerak maju dengan kecepatan konstan.

Ada keheningan di dalam ruangan.

Pria itu merasa sangat aneh, seorang gadis berusia 16 tahun yang telah melalui adegan yang begitu mendebarkan, mengancingkan pakaiannya dengan tenang, tidak menangis dan tidak bertanya, itu sangat tidak biasa.

Dia menyalakan korek api.

Dalam cahaya kuning samar, dia bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas, dan gadis itu juga bisa melihat wajahnya dengan jelas.

"Siapa namamu?" dia mengulurkan tangannya untuk mencubit dagunya yang ramping, dan wajah itu jatuh di telapak tangannya yang lebar dan kasar.

Matanya berlipit seperti permata berwarna tinta hitam, dengan kewaspadaan dan mungkin sedikit sedih, tetapi dia tidak takut.

“Elsyana Lee.” Madell Gu berbohong.

Elsyana Lee adalah nama dari Bibi Lee yang membesarkannya.

Tidak ada yang cukup bodoh untuk menyebutkan nama aslinya pada orang seperti ini.

Dia tidak meronta, tetapi menatap belati serut besi di kaki pria itu.

Matanya bergerak sedikit, bertanya-tanya apakah belati itu akan jatuh di lehernya pada saat berikutnya.

Dalam cahaya redup, matanya jernih dan berkilau, terlihat sangat menawan.

Pria itu berkata dengan dingin, "Baik, Elsyana Lee, kamu telah menyelamatkan hidupku hari ini, aku akan memberimu hadiah."

Suara peluit datang dari luar kereta.

Ini adalah tanda rahasia.

Pria itu melemparkan mantel berdarah itu ke luar jendela kereta, dan Madell Gu menemukan bahwa darah di tubuhnya bukanlah darahnya sendiri.

Dia sangat kelelahan, tetapi tidak terluka.

Orang yang menjemputnya telah tiba.

Rokok di tangannya juga telah padam.

“Dari mana asalmu, di mana aku bisa menemukanmu?” pria itu berkata lagi, karena tidak bisa berlama-lama.

Madell Gu menggigit bibirnya tanpa menjawab.

Pria itu mengira dia merasa malu, dan dia tidak memiliki waktu untuk bertanya, dia melangkah maju untuk memberikan sebuah barang dan melihat setengah dari liontin batu giok di lehernya.

Dia menariknya, memegangnya dan berkata kepadanya, "Kereta ini akan tiba di Kota Y dalam 3 hari, aku akan mengirim seseorang untuk menjemputmu di stasiun kereta! Ada sesuatu yang harus kulakukan sekarang, jadi tidak nyaman untuk membawamu, hati-hatilah!"

Setelah selesai bicara, dia menyimpan liontin giok Madell Gu dengan baik dan dengan cepat menghilang di ujung koridor.

Setelah pria itu pergi, Madell Gu mengulurkan tangannya dari tempat tidur.

Dia memiliki pistol di telapak tangannya, pistol Browning terbaru.

Melihat pistol ini, matanya berkilat haus darah, sudut bibirnya melengkung, dan dia tersenyum penuh kemenangan.

Dia tidak peduli dengan liontin giok yang direnggut oleh pria itu, dia tidak pernah memikirkan ingin mendapatkan pernikahan dari liontin giok itu, dan tidak pernah berpikir untuk menggunakan liontin giok itu untuk mempertahankan pernikahan.

Giok bukanlah alat tawar-menawarnya.

Dan pistol yang dia curi sangat berharga!

Dirinya sangat beruntung!

"Browning jenis baru ini ada harga tetapi tidak ada pasarnya, dan tidak dijual di pasar gelap, dia adalah anggota pemerintahan militer." pikir Madell Gu.

Ketika pria itu naik ke tempat tidurnya, dia bereaksi dengan cepat, dengan belati yang tajam, Madell Gu kehilangan kesempatan untuk menaklukkannya, tetapi pada saat yang sama dia menyentuh pistol di saku celananya.

Madell Gu selalu menginginkan senjata untuk dirinya sendiri.

Dia takut pria itu akan ingat bahwa pistolnya hilang, jadi Madell Gu tetap diam dan berhasil mengalihkan perhatian pria itu, sampai pergi, pria itu masih tidak menyadarinya.

Dia tidak tahu siapa pria itu, dia tampak baru berusia 24 atau 25 tahun, dengan aura kesombongan di sekujur tubuhnya.

Dia mengatakan bahwa dia akan menjemputnya di stasiun kereta, mungkin dia memiliki sedikit pengaruh di Kota Y.

Madell Gu tidak akan menyerahkan dirinya begitu saja.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

460