Bab 13 Calon Istri

by Minnie Yao 10:01,Jan 07,2022
Di akhir lagu, Madell Gu mendengar tepuk tangan dari seluruh penjuru dan dia tersenyum kecil.

Sebelum tarian dimulai, ajudan Nyonya Si memberi tahu Madell Gu, “Panglima muda tidak dapat hadir karena ada urusan, tetapi sebagai tamu terhormat dan pesta dansa hari ini diadakan untuk Anda, Nona Gu. Wals adalah lagu utama dari prom, Anda harus menari."

Madell Gu tahu aliran pesta dansa baru memiliki aturan seperti ini.

Tapi, kenapa Nyonya Si bisa memberikan kesempatan sebagus ini untuk Madell Gu?

Nyonya Si jelas-jelas sangat membenci Madell Gu, bahkan jika bisa, dia berharap tidak ada orang lain yang melihat Madell Gu.

Madell Gu tiba-tiba mengerti bahwa ada konspirasi di baliknya.

Dia terkekeh, lalu dengan tenang mengangguk setuju, "Baik, aku paham."

Pada saat yang sama, ajudan membawa seorang pria muda bernama Jensen Ye dan mengatakan bahwa dia adalah kerabat jauh Nyonya Panglima Perang, lalu dia yang akan menari bersama Madell Gu.

Mata tebal dan gelap Madell Gu berubah sedikit dan tersenyum tipis, "Maaf sudah merepotkan ajudan dan Tuan Muda Ye."

Kemudian, tangannya yang mengenakan sarung tangan berenda hitam berbahan sutra pun menggandeng lengan Jensen Ye.

Ketika keduanya masuk ke lantai dansa, Jensen Ye terlihat aneh, tetapi Madell Gu masih belum paham pada saat itu, melainkan hanya merasa bahwa Tuan Muda Ye sangat berhati-hati, tidak percaya diri dan identitasnya mencurigakan.

Madell Gu akhirnya paham saat musik meningkat dan Jensen Ye yang mempercepat langkahnya secara tiba-tiba.

Ini bukan Wals biasa, melainkan Viennese Wals.

Wals dibagi menjadi dua jenis, yaitu cepat dan lambat, yang cepat disebut "Viennese Wals" dan yang lambat langsung disebut Wals.

“Ternyata jebatakan itu ada di sini.” Madell Gu segera mengerti niatan Nyonya Si.

Meskipun Nyonya Si mengatur tarian solo untuk Madell Gu, tetapi dia menggunakan salah satu musik dansa tercepat dan mengirim seorang penari dengan langkah-langkah yang kuat untuk mengiringi Madell Gu.

Gadis dari desa pasti tidak pernah belajar menari. Meski sudah mempelajarinya, itu pasti hanya kulit luarnya saja. Tarian bertempo lambat saja belum tentu bisa diselesaikan, apalagi yang bertempo cepat.

Pada saat itu, pasangan dansa menari dengan sangat baik, tetapi Madell Gu yang tidak dapat mengikuti irama akan menjadi lelucon pada malam ini.

Ini adalah rencana Nyonya Si.

Tentu saja itu adalah strategi yang bagus, kebanyakan gadis akan terjebak, karena tarian cepat terlalu sulit.

Tapi Nyonya Si melakukan kesalahan.

Langkah-langkah Viennese Wals sangat cepat dan meskipun sulit , tetapi langkah-langkahnya terus menerus mengalami peningkatan dan tariannya harus semakin lebih indah. Meskipun terlihat indah secara visual, tetapi itu adalah suatu hal yang melelahkan bagi para penari dan pada umumnya tidak akan digunakan untuk acara dansa.

Untungnya, Madell Gu pernah mempelajarinya.

Dia bertemu Janet Zhang yang berlindung di pedesaan. Dia paling menyukai Viennese Wals dan bisa menari yang versi pria maupun wanita, lalu dia sering menarik Madell Gu untuk menari bersama, sehingga seiring waktu, Madell Gu pun sudah terlatih.

“Jika aku menari Wals lambat, aku khawatir itu jauh kurang cemerlang daripada Viennese Wals.” Setelah selesai berdansa, deru napas pasangan dansa Madell Gu sedikit terengah-engah, tetapi deru napas Madell Gu stabil. Dia mengangkat matanya dan melirik Nyonya Nyonya Si di lantai dua sambil menunjukkan senyum tenang.

Jensen Ye tidak menyangka gadis itu menari dengan sangat baik dan memiliki deru napas yang stabil, dia menatapnya dengan kagum, kemudian diam-diam membawanya keluar.

Tatapan Madell Gu yang tadi, berhasil ditangkap oleh Nyonya Si dan dia terkejut.

Nyonya Si dengan cermat menyusun soal yang sulit, akan tetapi berhasil diselesaikan dengan begitu mudah oleh Madell Gu.

Nyonya Si mengira bahwa Madell Gu adalah gadis desa yang belum pernah melihat dunia dan pasti akan terlihat jelek, serta ingin membuat panglima perang tidak menyukai calon menantunya ini, jadi dia pun mengajukan pertanyaan yang menjebak.

Viennese Wals juga Wals, bila nanti panglima perang menanyakannya, Nyonya Si juga masih bisa mengelaknya.

Tak disangka, ternyata dia menyiapkan panggung untuk Madell Gu dan membuat Madell Gu mendapatkan pujian dari semua orang!

Tanpa pengaturan Nyonya Si, Madell Gu tidak akan pernah sepopuler ini!

Jika dia mengatur Wals yang lambat, sepertinya Madell Gu tidak akan meninggalkan banyak kesan pada orang lain.

Batu yang Nyonya Si angkat pun jatuh mengenai kakinya sendiri, akan tetapi meskipun rasa sakitnya begitu kuat, dia tetap harus menggertakkan giginya dan tidak bisa berteriak setengah kata pun. Dia tersenyum dan senyumannya bahkan menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

Flora Si juga terkejut.

Seperti ibunya, Flora Si sangat antusias menunggu Madell Gu kehilangan wajahnya, tetapi dia dikejutkan dengan postur menari Madell Gu yang memukau.

Madell Gu menari lebih baik darinya.

Flora Si yang sejak kecil selalu ingin menang sendiri, memiliki rasa masam dan tidak senang ketika melihat Madell Gu, tetapi dia tetap diam.

Sedangkan Panglima Perang Si sangat puas.

Elegan, cantik, rambut panjang seperti sutra, menawan, gadis tradisional dan juga modis, serta berasal dari keluarga bangsawan yang pantas menjadi pasangan panglima muda dari Kediaman Panglima Perang.

"Bagus, bagus!" Panglima perang bertepuk tangan dan tertawa sambil berjalan turun, "Madell, tarianmu sangat indah."

Di bawah tatapan semua tamu, Nyonya Si dan Flora Si terpaksa tersenyum lembut dan mengikuti Panglima Perang Si ke bawah.

Panglima Perang Si sangat senang.

Madell Gu berjalan ke arahnya dan memanggil dengan sopan, "Panglima perang."

“Nak, kenapa kamu begitu sungkan?” Panglima Perang Si tertawa, dengan suara yang keras dan perkasa, “Kedepannya kita akan menjadi keluarga, jika kamu tidak keberatan, panggil saja aku dengan sebutan ayah!"

Semua tamu terkejut.

Ayah?

Apakah ini tunangan panglima muda yang dirumorkan itu?

Bukankah rumor mengatakan gadis desa itu belum pernah melihat dunia? Mereka juga menunggu untuk menonton lelucon pada sebelumnya, tetapi mengapa dalam sekejap mata, tunangan panglima muda menjadi begitu cantik?

Semua tamu tercengang.

Mata para wanita dari keluarga terkenal yang ingin menikah dengan panglima muda membesar. Ketika menatap Madell Gu, pada saat yang bersamaan mereka diam-diam berpikir 'Aku juga bisa menari Viennese Wals.'

Tentu saja tidak, kebanyakan orang tidak bisa.

Bahkan jika langkahnya mulus, dia tidak bisa menari seindah dan seanggun Madell Gu.

Madell Gu benar-benar terlihat luar biasa pada hari ini!

"Panglima perang bisa saja, itu hanya kalian yang generasi tua beranggapan setelah bertunangan maka harus langsung memanggil paman, tetapi bagi mereka anak muda, juga akan tetap memanggil paman meskipun sudah bertunangan." Nyonya Si mendapatkan kembali kecantikannya dan bercanda sambil diiringi sebuah senyuman.

Candaan ini menghentikan niatan Madell Gu.

Nyonya Si tentu saja tidak ingin mendengar Madell Gu memanggil mereka berdua ayah dan ibu.

Kata-kata Nyonya Si mengundang gelak tawa para tamu.

Panglima Perang Si juga tertawa.

Panglima Perang Si merasa senang dan secara pribadi bersulang, lalu dengan senang hati memberi tahu semua orang bahwa Kediaman Panglima Perang telah menjemput calon istri panglima muda.

“Sudah diaturkan sejak kecil dan ini adalah takdir.” Panglima perang menambahkan.

Semuanya tertawa.

Hanya ada dua orang yang tidak bisa tertawa sama sekali, mereka adalah kakak perempuan tertua Madell Gu, Medelyn Gu dan ibu tirinya Chloe Qin.

Chloe Qin dan Medelyn Gu tercengang.

Mereka sangat yakin bahwa Nyonya Panglima Perang mengadakan perjamuan untuk mengumumkan bahwa Medelyn Gu adalah tunangan panglima mda. Meskipun setelah acara dansa dimulai dan Nyonya Panglima Perang mengabaikan mereka, tetapi itu juga tidak bisa menghentikan rasa percaya diri mereka.

Ketika ajudan membawa seseorang dan mengatakan bahwa itu adalah pasangan dansa yang dipilih oleh sang nyonya, lalu meminta Madell Gu pergi menari, Medelyn Gu hampir tertawa terbahak-bahak.

Medelyn Gu berkata kepada ibunya saat itu, "Ibu, gadis desa ini akan menari. Apakah dia tahu apa itu menari?"

Chloe Qin juga menganggapnya lucu, dengan mengatakan, "Nyonya Panglima Perang terlalu menganggap tinggi gadis ini, memangnya dia kira seperti apa desa itu! Di desa saja sudah kesulitan untuk mengisi perut dengan kenyang, bagaimana mungkin memiliki waktu untuk belajar menari?"

Ibu dan anak itu tertawa. Tetapi ketika mereka menatap Madell Gu untuk menunggu Madell Gu kehilangan wajahnya, mereka dikejutkan dengan postur menari Madell Gu, hingga mereka kehilangan jiwa mereka!

“Tidak mungkin, tidak mungkin!” Medelyn Gu tidak percaya, seolah-olah dia telah melihat hantu.

Ini adalah Viennese Wals yang paling memusingkan bagi Medelyn Gu. Medelyn Gu tidak bisa mengikuti hanya dengan dua langkah, tetapi Madell Gu bisa menari dengan sangat indah!

Mustahil!

Mata Chloe Qin hampir keluar.

Gadis desa ini tidak mudah!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

463