Bab 6 Berangan-Angan

by Minnie Yao 10:00,Jan 07,2022
Chloe Qin duduk di lantai bawah, menatap tangga dari waktu ke waktu, hatinya merasa cemas, "Apa yang sedang mereka bicarakan di lantai atas?"

Dia takut hal-hal akan berubah.

Pada saat yang sama, Chloe Qin juga merasa bahwa dia tidak perlu mengkhawatirkan hal ini.

Nyonya Panglima Perang telah berulang kali menyatakan bahwa hanya seorang wanita berbakat seperti Medelyn Gu yang memenuhi syarat untuk menjadi nyonya di Kediaman Panglima Perang di masa depan.

Madell Gu adalah seorang gadis desa, janji selama lebih dari 10 tahun, siapa yang akan menaruh perhatian padanya?

Kediaman Panglima Perang juga tidak bisa kehilangan wajah mereka!

"Medelyn tinggi dan cantik, dia belajar di Inggris pada usia 13 tahun dan kembali 4 tahun kemudian, dia adalah seorang wanita Inggris sejati, kualifikasi apa yang dimiliki gadis desa itu untuk dibandingkan dengan Medelyn?" memikirkan hal ini, Chloe Qin merasa penuh percaya diri, bersandar di sofa empuk dengan nyaman, menunggu kabar.

Satu jam kemudian, Madell Gu dan Nyonya Panglima Perang turun ke lantai bawah.

Keduanya memiliki senyum di wajah mereka.

Nyonya Panglima Perang memiliki alis yang dalam dan senyum yang dalam yang tidak dapat dijelaskan oleh Chloe Qin; sedangkan senyum Madell Gu ringan dan cantik, seperti gadis lugu yang sehabis mendapatkan permen.

Chloe Qin berdiri dan ingin melihat bagaimana hasil dari pembicaraan mereka, tetapi tidak dapat melihat petunjuk apa pun.

Jika pembicaraan ini berhasil, Madell Gu seharusnya marah dan sedih; jika pembicaraan ini gagal, Nyonya Panglima Perang seharusnya marah.

Tetapi pada akhirnya, mereka berdua tersenyum dengan tenang, membuat Chloe Qin kebingungan.

Apa yang telah terjadi?

"Kamu kembalilah terlebih dahulu, aku akan mengadakan acara dansa pada lusa hari, kamu harus datang.” Nyonya Panglima Perang dengan lembut meraih tangan Madell Gu dan mengantarnya ke pintu.

“Baik.” Madell Gu tersenyum, matanya berkaca-kaca, polos dan sederhana.

Nyonya Panglima Perang menggigit bibir bawahnya dengan pelan, bagian bawah matanya sedikit berkedut.

Chloe Qin tampak bingung.

Meninggalkan Kediaman Panglima Perang, Chloe Qin tidak sabar untuk bertanya kepada Madell Gu, "Bagaimana, apa yang kamu bicarakan dengan Nyonya Panglima Perang?"

Madell Gu berpikir sejenak dan berkata, "Hanya membicarakan hal-hal yang sederhana..."

“Bagaimana dengan masalah pembatalan pernikahan?” Chloe Qin bertanya, dia berbicara dengan pura-pura tidak tertarik, tetapi matanya terus tertuju pada Madell Gu.

"Nyonya mengatakan bahwa dia akan mengadakan pesta dansa lusa, ketika kerabat dan teman-temannya datang, dia akan mengumumkan hal yang sangat penting." kata Madell Gu.

Chloe Qin menghela napas lega, merasa sangat gembira.

Dia duduk dengan tegak.

Chloe Qin dan Nyonya Panglima Perang juga termasuk kenalan lama.

Ibu kandung Madell Gu adalah Desi Sun, dan Chloe Qin adalah sepupu dari Keluarga Sun, setelah kedua orangtuanya meninggal, dia bergabung ke dalam Keluarga Sun.

Nama Nyonya Panglima Perang adalah Elly Cai, dia tinggal di sebelah rumah Keluarga Sun ketika dia masih muda, Desi Sun sering merawatnya, dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Desi Sun.

Kemudian, tuan besar dari Keluarga Sun menjadi mak comblang, menikahkan Elly Cai dengan Panglima Perang Si, yang saat itu adalah seorang polisi kecil.

Saat itu, istri asli Panglima Perang Si meninggal di pedesaan, dan memiliki seorang putra berusia 3 tahun, Elly Cai merasa enggan, Tuan Besar Sun mengatakan bahwa masa depan Panglima Perang Si tidak terbatas.

Justru karena itulah Panglima Perang Si masih berterima kasih kepada Tuan Besar Sun sampai sekarang dan menolak untuk membatalkan pernikahan cucu Tuan Besar Sun, Madell Gu.

Nyonya Panglima Perang dan Desi Sun telah memiliki hubungan yang baik sejak kecil, Desi Sun adalah orang yang sangat dermawan, dia selalu membeli pakaian dan perhiasan untuk Nyonya Panglima Perang.

Chloe Qin menjadi selir dari suami Desi Sun, Nyonya Panglima Perang pun merasa sangat marah.

Namun setelah lebih dari 10 tahun berlalu, Nyonya Panglima Perang bukanlah Elly Cai yang dulu, dia bahkan membenci kontrak pernikahan ini, dan merusak pernikahan putranya, sehingga membenci Desi Sun yang telah meninggal selama bertahun-tahun.

Nyonya Panglima Perang menikah dengan Panglima Perang Si dan melahirkan seorang putra di tahun kedua.

Putra itu adalah Panglima Muda Kedua, tunangan Madell Gu.

Namun, tak lama kemudian Panglima Muda Kedua tidak akan menjadi tunangan Madell Gu, melainkan tunangan Medelyn Gu, dan menantu Chloe Qin.

Chloe Qin tersenyum dengan penuh kemenangan, dan berpikir di dalam hatinya, "Sudah ada rumor yang tersebar di luar yang mengatakan bahwa Panglima Muda Kedua memiliki kontrak pernikahan, dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Di pesta dansa Nyonya Panglima Perang, dia pasti akan membiarkan mereka melihat keburukan gadis desa dan mengumumkan pembatalan pernikahan di hadapan banyak orang!"

Memikirkan hal ini, Chloe Qin membayangkan bahwa Madell Gu pergi ke pesta dansa untuk pertama kalinya, dan bertindak dengan sangat canggung; dan ketika Nyonya Panglima Perang mengumumkan pembatalan pernikahannya, semua orang akan mengejeknya, Madell Gu pasti merasa malu, dan Chloe Qin hampir tertawa keras.

“Mungkin Nyonya Panglima Perang akan mengambil kesempatan ini untuk kembali mengumumkan bahwa Medelyn adalah tunangan baru Panglima Muda Kedua?” pikir Chloe Qin dengan indah.

Dia akan menambahkan beberapa set pakaian dan perhiasan pada Medelyn Gu untuk membuat Medelyn Gu bersinar.

Chloe Qin melirik Madell Gu.

Madell Gu duduk dengan tenang, alisnya terkulai. Wajahnya tersembunyi di balik bayang-bayang, tidak ada kegembiraan dan kesedihan yang terlihat.

"Untuk seseorang yang berasal dari pedesaan, dia seharusnya menikah dengan seorang petani, ingin menikah dengan pria kaya, benar-benar terlalu berangan-angan. Manusia harus mengetahui kedudukan mereka sendiri." pikir Chloe Qin.

Kata-kata ini, dia tidak akan memberitahu Madell Gu, karena Chloe Qin masih berperan sebagai ibu yang penuh kasih sekarang.

Ketika kembali ke Mansion Gu, Madell Gu berkata dengan lembut di lantai bawah, "Nyonya, aku akan naik ke lantai atas terlebih dahulu."

Dia memanggilnya nyonya, dan Chloe Qin terlalu malas untuk membantah.

Di dalam hati Chloe Qin, Madell Gu benar-benar tidak sebaik pelayannya, dan statusnya terlalu rendah!

Madell Gu naik ke lentai atas, sementara Medelyn Gu, putri tertua Chloe Qin, turun dengan tergesa-gesa.

“Ibu, bagaimana pembicaraannya?” Medlyn Gu bertanya kepada ibunya dengan gugup, “Apakah sudah dibatalkan?"

Chloe Qin mengerutkan bibirnya dan tersenyum.

Medlyn Gu mengerti, dan segera merasa sangat gembira, hatinya jatuh ke tanah.

Chloe Qin juga sedang dalam suasana hati yang baik, cedera adik ketiga kemarin malam terhapus dalam ingatannya.

"Lalu, kapan orang Kediaman Panglima Perang akan datang melamarku?” tanya Medelyn Gu lagi.

Chloe Qin suka menjadi orang yang agung di depan putrinya, dia dengan yakin menganggap tebakannya sebagai fakta, dan berkata kepada Medelyn Gu, "Lusa!"

Penuh dengan percaya diri.

Medelyn Gu menutupi bibirnya, jeritan keterkejutan masih tidak bisa ditekan.

Dia akan segera menjadi orang yang memiliki kedudukan tinggi.

“Ibu, aku ingin membeli pakaian dan bulu di Xin Department Store!” Medelyn Gu berkata dengan penuh semangat, “Aku juga ingin menata rambutku.”

Xin Department Store adalah department store menengah dengan lebih banyak produk dalam negeri.

"Untuk apa kamu pergi ke Xin Department Store, kamu harus pergi ke Daxin Deparment Store!" Chloe Qin berkata, "Bulu Rusia dari Daxin Department Store adalah yang terbaik."

Harga bulu di Daxin Department Store setidaknya 10 kali lipat dari Xin Department Store.

Medlyn Gu tidak pernah membayangkan dapat membeli pakaian mahal seperti itu. Meskipun ayahnya adalah Wakil Kepala Administrasi Umum Bea Cukai, yang juga sangat kaya, tetapi dia memiliki keluarga besar untuk diberi makan, barang mewah terlalu mahal, memikirkannya saja tidak boleh.

“Ibu, kamu sangat baik!” Medelyn Gu memeluk Chloe Qin dengan gembira.

Kedua ibu dan anak itu sedikit bersemangat.

Di malam hari, Chloe Qin juga memberi tahu Jerom Gu tentang hal itu.

Jerom Gu tidak mengatakan apa-apa.

Satu anak perempuan jatuh, dan yang lain berdiri, statusnya tetap sama, dia tidak peduli karena dia memiliki banyak anak perempuan.

Saat makan malam, Madell Gu makan dengan tenang dan tidak berbicara, dia terlihat patuh, yang cukup menyenangkan orang-orang.

Keesokan harinya, Medlyn Gu bangun pagi-pagi dan akan mengunjungi Daxin Department Store bersama Chloe Qin.

Jerom Gu, Nelson Gu, Casie Gu, Madell G, dan kedua istri muda sedang duduk di ruang makan untuk makan, mereka mendengar bahwa Medelyn Gu akan pergi ke Daxin Department Store untuk membeli bulu, raut wajah beberapa wanita tidak alami, kecuali Madell Gu.

Mereka juga ingin menambahkan mantel bulu untuk mereka sendiri, mereka merasa sangat cemburu.

Apalagi istri muda kedua, menatap Jerom Gu dengan kesal.

"Ibu, aku juga ingin pergi!" adik keempat, Casie Gu, mengulang kembali kesalahannya, sudah lupa bahwa dia menikam adik ketiga, dia menarik tangan Chloe Qin dengan manja.

"Untuk apa kamu pergi ke sana?" Chloe Qin melepaskan tangan adik keempat, "Apakah kamu merasa masalah yang kamu buat masih tidak cukup banyak! Kakak tertuamu akan menjadi Nyonya Muda Kediaman Panglima Perang di masa depan, untuk apa kamu menginginkan pakaian mahal seperti itu?"

Semua orang menghentikan pergerakan sumpit mereka dan memandang Chloe Qin, terutama istri muda kedua Jerom Gu, matanya menyala karena cemburu.

Huh, setelah merenggut pernikahan dari putri istri sebelumnya, masih bisa merasa sangat bangga, benar-benar tak tahu malu!

Madell Gu menundukkan kepalanya dan meminum bubur dengan perlahan, tanpa ekspresi.

Istri muda kedua melirik Madell Gu, dan berpikir, "Kasihan, anak dari desa ini belum pernah melihat dunia, dan tidak tahu status Kediaman Panglima Perang, jika tidak, dia pasti akan menangis setelah pernikahannya direbut!"

Ketika semua orang sedang berpikir, orang dari Kediaman Panglima Perang datang.

Orang yang datang adalah ajudan Nyonya Panglima Perang.

“Nyonya memintaku untuk memberikan Nona Gu satu set gaun, yang akan dipakai untuk acara dansa besok malam, tidak perlu merepotkan Nyonya Gu untuk membelinya.” kata ajudan Kediaman Panglima Perang.

Chloe Qin tersenyum.

Medelyn Gu merasa sangat gembira, berpikir bahwa calon ibu mertuanya benar-benar mencintainya, jadi dia mengulurkan tangan dan menjawab, "Terima kasih, ajudan."

Ajudan menghindari tangannya.

“Bukan untuk Anda, Nona Besar, tetapi untuk Nona Madell.” kata ajudan.

Tidak tahu siapa itu, sumpit di tangannya membentur meja, membuat suara yang tajam.

Semua orang terkejut, mata mereka terfokus pada Madell Gu.

Bukankah pernikahannya sudah dibatalkan, kenapa Nyonya Panglima Perang memberikan pakaian padanya?

Madell Gu juga mengangkat matanya ketika dia mendengar kata-kata itu, dia melirik kerumunan, matanya setenang ombak air, berdiri tanpa rasa takut, mengambil pakaian dari ajudan, dan berkata, "Terima kasih, Anda telah bekerja keras!"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

463