Bab 12 Dipuji

by Minnie Yao 10:01,Jan 07,2022
Jari-jari Nyonya Nyonya Si yang ramping terselip erat di balik lengan baju karena dia masih tak mampu menahan kegelisahan batin.

Putranya menghilang.

Dia mengirim lebih dari selusin ajudan untuk menemaninya di Jerman. Di rumah sakit dan sekolah semuanya ada orang suruhan dia, akan tetapi putranya melarikan diri.

Tidak hanya itu, dia akan menerima telegram dari Jerman setiap setengah bulan tanpa penundaan. Putranya tidak hanya melarikan diri, tetapi juga menganggap enteng dia!

Dia merasa cemas!

“Ibu, kenapa kamu masih belum keluar, kamu harus menyambut para tamu.” Sebuah suara yang merdu datang dari pintu.

Gadis yang mengenakan rok lavender panjang dengan bahu telanjang, berjalan perlahan ke dalam ruangan.

Namanya Flora Si, putri ketiga Kediaman Panglima Perang dan merupakan putri Nyonya Si yang tahun ini berusia 15 tahun, bertubuh ramping dan cantik.

Flora Si memiliki mata yang besar dan cerah, wajah yang kecil, persis seperti Nyonya Si, dahi yang lebar, hidung yang sangat mancung dan bibir yang lembut. Semuanya bagian terlihat seperti diukir dengan perlahan-lahan, sehingga hasilnya sangat cantik.

Wanita yang cantik dan status yang terhormat. Meskipun Flora Si masih muda, tetapi dia adalah wanita nomor satu di Kota Y, di mana setiap orang harus menurutinya.

Dia tahu bahwa tunangan kakaknya akan datang hari ini, tetapi dia juga mengerti bahwa wanita desa tidak bisa benar-benar menikah dengan Kediaman Panglima Perang. Ibunya menerimanya dan mengakuinya, karena dia pasti punya rencana lain, jadi Flora Si tidak pergi menyapanya.

“Ini akan aku lakukan sekarang.” Nyonya Si menghadap putrinya dengan memasang wajah ramah dan lembut, meraih tangannya dan berkata, “Ayo, malam ini lagu Wals akan segera dimulai.”

Ada Wals di pesta dansa, yang dimainkan khusus untuk orang-orang yang paling penting.

Hari ini dipersiapkan untuk Madell Gu.

Tunggu setelah Madell Gu selesai menari, Nyonya Si akan bersulang lagi.

Dia memanggil Panglima Perang Si yang tidur sebentar dan mereka bertiga berdiri di pagar putih susu di koridor di lantai dua, menghadap ke seluruh ballroom.

Di kursi barok di sudut barat daya, ada beberapa orang duduk, di antaranya ada seorang gadis yang mengenakan gaun merah muda, Madell Gu.

“Itu dia.” Nyonya Si menunjuk untuk memperlihatkan pada Panglima Perang Si.

Pandangan Panglima Perang Si menyapu ballroom di lantai pertama. Dia tidak bisa melihat wajah Madell Gu dengan jelas, dia hanya bisa melihat sosoknya yang ramping dan postur duduknya yang anggun.

"Tidak buruk," kata Panglima Perang Si, "Dia terlihat sopan."

Nyonya Si mencibir: Setelah beberapa saat nanti, kamu tidak akan berpikir dia "tidak buruk".

Nyonya Si ingin membatalkan pernikahan ini untuk putranya. Saat ini, ada dua masalah, yaitu yang pertama, Panglima Perang Si adalah orang yang mementingkan janji dan memaksa harus memenuhi janji lamanya serta menolak untuk membatalkan pernikahan. Lalu yang kedua, Madell Gu memegang sesuatu yang dapat mengancam Nyonya Si di tangannya, jadi dia juga tidak bisa membatalkan pernikahan.

Pegangan Madell Gu, Nyonya Si harus mengurusinya secara perlahan, tidak boleh terlalu terburu-buru yang bisa saja menyinggung perasaan Madell Gu. Salah satu masalah yang bisa diselesaikan Nyonya Si adalah persetujuan Panglima Perang Si dari pernikahan ini.

Jika Madell Gu kehilangan muka, maka Panglima Perang Si tidak bisa lagi menerima pernikahan ini. Dengan ketidakpuasan Panglima Perang Si, maka cukup menunggu hari pembatalan pernikahan itu tiba.

Nyonya Si menghabiskan banyak tenaga karena ini.

Dia ingin Madell Gu kehilangan muka di depan semua orang dan Panglima Perang Si memiliki kesan pertama yang buruk tentangnya.

“Ayah, Wals yang selanjutnya akan diputarkan, khusus disiapkan untuk kakak ipar.” Kata Flora Si di sebelahnya. Dia tidak mengakui Madell Gu, tetapi mengikuti perintah ayahnya, yang harus memanggilnya dengan sebutan "kakak ipar" dan dia merasa mual di dalam hatinya setelah memanggilnya seperti itu.

Panglima Perang Si puas.

Musik dansa yang dipersembahkan untuk Madell Gu sudah cukup untuk membuat Madell Gu menjadi pusat perhatian semua orang. Sang istri mengatur sedemikian rupa yang membuat Panglima Perang Si berpikir dia sangat murah hati.

“Dia dibesarkan di desa, sepertinya dia tidak bisa menari dengan baik.” Kata Panglima Perang Si sambil tersenyum.

Bisa-bisanya ayah melindunginya!

Alis Flora Si berkerut sedikit.

Pada saat ini, pemuda berbaju hitam, ditemani oleh ajudan Nyonya Si berjalan menuju Madell Gu dan mengundangnya untuk menari tarian pertama hari ini.

“Ini akan segera dimulai.” Nyonya Si memandang lantai dansa dengan acuh tak acuh dan ketika dia melihat Madell Gu berdiri, di mana dia hampir terpeleset pun sedikit mencibir.

Sepertinya orang desa tidak bisa berjalan dengan stabil dengan mengenakan sepatu hak tinggi, bagaimana bila menari?

Panglima Perang Si dan Flora Si juga melihatnya.

Musik terdengar, lampu kristal di aula berangsur-angsur redup dan hanya beberapa cahaya lampu yang tersisa, yang difokuskan pada tubuh Madell Gu.

Yang lain tahu aturan pesta dan mereka semua mundur dari lantai dansa.

Kemudian, nada yang menenangkan berubah menjadi nada yang tergesa-gesa dan indah dan gerakan pemuda yang menari bersama Madell Gu menjadi lebih cepat.

Madell Gu tidak siap dan hampir jatuh.

"Heh." Nyonya Si mencibir, rupanya seperti dugaannya di mana Madell Gu akan segera kehilangan wajahnya.

Saat ini, seluruh lantai dansa hanya tersisa Madell Gu dan pasangannya. Semua orang menonton dari samping, karena mereka semua tahu bahwa Madell Gu adalah orang penting di perjamuan malam ini, tapi mereka tidak tahu siapa itu, jadi mereka terus menatapnya.

Ditambah dengan rasa ingin tahu ini, sehingga semua orang melihat Madell Gu.

"Dia akan segera kehilangan wajahnya dan menjadi lelucon di seluruh Kota Y. Panglima perang paling memetingkan wajahnya dan bila calon menantunya menjadi lelucon, dia mungkin tidak akan melirik ke arah melihat Madell lagi.” Pikir Nyonya Si.

Semuanya sesuai dengan rencana Nyonya Si dan dia merasa sedikit lebih lega.

Flora Si melihat ke tengah lantai dansa dan ketika Madell Gu mengambil langkah yang salah, dia pun berkata kepada ayahnya, "Ayah, Anda lihat dia menari dengan cukup baik ..." Panglima Perang Si mengerutkan kening.

Dia tidak memiliki rasa suka yang khusus terhadap tarian, tetapi gerakan di mana Madell Gu hampir jatuh, dia ada melihatnya.

Panglima Perang Si berpikir dalam hati, "Jika kamu tahu tentang perjamuan malam ini, tidak bisakah kamu belajar lebih keras dalam menari? Kamu dapat mempelajarinya dalam satu sore. Sepertinya anak ini tidak bekerja cukup keras."

Ada sedikit ketidaksenangan di hatinya dalam seketika.

Nyonya Si melihatnya dan semakin puas. Ketika Madell Gu mengambil langkah yang salah, panglima perang sudah mengerutkan kening. Lalu nanti setelah dia jatuh dan membuat malu dirinya sendiri, sepertinya panglima perang tidak ingin melihatnya lagi pada malam ini.

Nyonya Si menghela napas lega.

Ketika dia kembali sadar, dia melihat Madell Gu di tengah lantai dansa yang telah menyesuaikan langkah tariannya dan dia tidak membuat kesalahan di tengah ritme yang semakin cepat.

Irama musik menjadi lebih cepat.

Langkah kaki penari juga menjadi lebih cepat.

Tapi Madell Gu bisa mengimbanginya dan tidak membuat kesalahan sedikit pun. Gaun merah mudanya terbang di lantai dansa seperti kupu-kupu putih.

Nyonya Si terkejut, "Bagaimana mungkin!"

Seorang gadis desa, bagaimana bisa menari Wals dengan anggun?

Wals yang begitu cepat, bahkan Flora Si yang telah belajar menari selama beberapa tahun, sepertinya juga tidak dapat mengikutinya, tetapi Madell Gu tidak melakukan kesalahan sedikit pun.

Gerakannya lebih terburu-buru, seperti rintik hujan yang riuh memukul ubin berlapis kaca, merdu dan terburu-buru.

Langkah kaki penari menjadi lebih cepat dan Madell Gu mengikutinya. Rambut yang dia sanggul lalu dengan ditusuk dengan konde burung gagak berwarna biru terlepas selama tarian, lalu mengalir seperti air terjun dan menyebar.

Wanita dengan rambut hitam dalam pakaian glamor, menaru dengan anggun dan juga terburu-buru di lantai dansa yang terang benderang, membuatnya terlihat seperti mawar yang mekar di bawah malam yang diterangi cahaya bulan.

Kemegahan pakaian, kilau rambut, postur menari Madell Gu, seperti memiliki cahaya yang mempesona yang berhasil menarik perhatian semua orang.

Semua orang tenggelam di dalamnya, termasuk Panglima Perang Si.

Ketika musik berhenti, suasana aula sangat hening.

“Indah!” Panglima Perang Si adalah orang pertama yang mendapatkan kembali akal sehatnya, lalu dia bertepuk tangan dengan senang, dia tidak bisa menahan perasaan puas di dalam hatinya.

Gadis ini menari dengan indah, benar-benar sangat indah, perhatian semua orang akan diambil olehnya malam ini dan Panglima Perang Si merasa memiliki cahaya di wajahnya.

Seiring suara tepukan tangan, semua orang juga bertepuk tangan dan seluruh ruang dansa dipenuhi dengan tepuk tangan yang memekakkan telinga, entah itu pria atau wanita.

“Bagus, David diberkati!” Panglima Perang Si tersenyum.

Ketika dia menoleh, dia melihat istri dan putrinya yang masih menatap lantai dansa dengan ekspresi terkejut dan tidak percaya.

“Ini tidak mungkin!” Nyonya Si terkejut.

Dia sudah mempersiapkan semuanya, tetapi mengapa Madell Gu tidak kehilangan wajahnya, melainkan dipuji?

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

463