Bab 3 Suruh Dia Pergi

by Jay 13:15,Apr 10,2022
Edric Qi melepaskan diri dari tangan Roy Chen dan melompat ke belakang.

"Cuih!" Dia membuka mulutnya dan meludahkan daging yang dipaksa masuk ke mulutnya.

“Hehe, enak tidak?” Roy Chen menatapnya dengan polos, “Apakah kamu sudah merasakan rasa sampah yang pernah aku makan?”

"Kamu...Sialan!" Roy Chen sebelumnya benar-benar pernah makan sampah, dan bekas sumpitnya serta nasinya sekarang masuk ke mulutnya. Bukankah ini sama dengan kalau Edric Qi juga ikut makan sampah.

Edric Qi jelas sangat marah, Roy Chen berani-beraninya balik menyerang dirinya.

Tidak bisa ditoleransi!

Dia melompat dan hendak meninju Roy Chen.

"Wa...ah...ah!" Semua orang mengatainya idiot, jadi Roy Chen juga tidak perlu memikirkan banyak hal. Dia melempar sumpit, membuka mulutnya dan bergegas menuju Edric Qi hendak menggigit wajahnya.

“Kakak, jangan sampai digigit olehnya. Dia pernah makan sampah, dan sangat mungkin kalau selama tiga tahun ini tidak pernah menggosok gigi,” teriak Cindy Qi.

Edric Qi yang hendak meninju Roy Chen, melihat pria idiot itu membuka mulutnya dan mau menggigitnya. Dia segera mendengarkan pengingatan Cindy Qi, orang idiot ini pernah makan sampah, dan mungkin selama tiga tahun ini tidak pernah menggosok giginya!

Takut digigit dan tertular virus, Edric Qi dengan cepat menarik tinjunya dan berlari ke samping.

Orang keluarga Qi terkejut!

Tidak hanya mereka, Sania Qi sendiri juga terkejut. Dia pikir Roy Chen akan menerima penghinaan itu dan memakan dagingnya. Tapi siapa sangka, dia tidak hanya tidak menerima itu, sebaliknya malah memasukkan daging kotor ke dalam mulut Edric Qi sendiri.

Roy Chen yang sebelumnya pernah makan sampah, kini semua orang turut merasa jijik akan apa yang diterima Edirc Qi barusan!

"Cukup! Hentikan semuanya! Menantu ketiga, bawa putrimu dan idiot itu pergi dari sini!"

“Bang!” Cucu tertuanya disumpel daging kotor oleh Roy Chen, dan tetua keluarga Qi jelas emosi hingga melemparkan piring ke kaki Chloe Sun.

Tetua keluarga Qi sudah marah, dia takut keadaan akan semakin buruk dan keluarga Qi berhenti membayar dividen untuk keluarga mereka, Chloe Sun pun langsung bergegas.

“Plak, plak!” Dua tamparan melayang di wajah Roy Chen. Chloe Sun kemudian menoleh dan berkata, "Bu, kakak ipar, Edric. Maaf! Insiden hari ini semuanya kesalahan kami, semua salah Roy Chen! Aku akan segera membawanya pergi!"

Padahal jelas Edric Qi yang hendak menghina Roy Chen, dan Roy Chen hanya membalas perlakuannya. Tapi karena Chloe Sun takut uang dividen mereka dihentikan, jadi dia hanya bisa menyalahkan Roy Chen.

“Kamu bocah sialan, kamu ingin membunuhku ya!” Chloe Sun menjewer telinga Roy Chen dan menyeret putrinya. Di bawah tatapan marah keluarga Qi pergi meninggalkan vila.

“F*ck!” Edric Qi sekarang rasanya ingin mati. Sumpit yang digunakan oleh Roy Chen telah masuk ke mulutnya, dan mulutnya mulut yang pernah memakan sampah, juga sumpit bekas gigitannya!

Dia dengan cepat berlari ke dapur dan menuangkan beberapa liter air ke mulutnya, membersihkan tenggorokannya.

“Nenek, ibu, ayah, kalian sudah lihat kan. Roy Chen di depan kalian mempermalukanku. Untuk hal ini tidak bisa diselesaikan begini saja! ”Setelah beberapa saat, dia keluar dari dapur.

"Edric!" Tetua keluarga Qi memandang cucunya dengan sedih, "Nenek akan menyelesaikan masalah ini untukmu! Segera beri tahu pengurus rumah, dalam 3 hari kedepan batalkan dividen dari tahun lalu yang dibayarkan untuk keluarga Chloe Sun! 200.000 yuan berikan kepada Edric sebagai kompensasi mental!"

...

"Bang!" Tiba di rumahnya, menutup pintu. Mendorong Roy Chen ke dalam kamar, Chloe Sun berlari dan menamparnya.

"Kamu idiot sudah pintar ya. Berani-beraninya memasukkan daging ke dalam mulut Edric Qi. Otakmu semakin rusak ya, kamu tahu tidak siapa dia?"

Chloe Sun meraih sapu dan memukulnya ke Roy Chen: "Dia itu cucu tersayang tetua keluarga Qi! Kamu memprovokasi Edric, kalau keluarga Qi menghentikan uang dividen kita, bagaimana kita bisa bertahan hidup?!"

"Bu!" Sania Qi mengikuti di belakang dan memasuki ruangan, "Mengapa kamu menyalahkan Roy Chen! Edric Qi duluan yang menghina suamiku! Dia memperlakukan Roy Chen seperti anjing dan menyuruh Roy Chen makan daging kotor bekasnya, kamu bukannya menyalahkan Edric Qi, tapi malah menyalahkan Roy Chen!"

Sania Qi saat ini sudah berdiri di depan Roy Chen.

"Diam!" Teriak Chloe Sun: "Memangnya kamu kira aku tidak bisa melihat kalau Edric Qi membullynya? Tapi hidup kita ada di tangan mereka! Kalau aku menyalakan Edric Qi, apakah kita bisa masih punya kehidupan?!"

"Jadi, karena itu, kamu…kamu memukulku..." Dalam tubuh Roy Chen masih ada racun. Ekspresi dan reaksinya sedikit lebih buruk daripada orang biasa.

Dia sangat marah, tetapi dia hanya bisa berkata dengan perlahan.

“Memukulmu? Ya aku akan memukulmu sampai mati!” Ketika teringat dan tidak tahu dari mana suaminya mendapatkan sampah ini, pria yang hobi memungut sampah dan memakan sampah. Keluarga Qi diejek karenanya. Dia dan putrinya telah diasingkan dari keluarga Qi. Memikirkan semua ini, Chloe Sun jelas sangat marah dan ingin membunuh Roy Chen.

"Tidak usah…Kau pukul..Aku...pergi!"

Roy Chen juga marah, sebelumnya telah diatur oleh keluarga Qi untuk makan di sudut, dia sudah tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya duduk diam dan makan, anjing di dekatnya bahkan ada daging yang bisa dimakan, sementara dia, dia bahkan tidak punya sayuran untuk dimakan, tapi dia tidak mengeluh.

Edric Qi menghina dirinya, dan dia hanya membalasnya, tetapi malah dianggap oleh semua orang sebagai inisiator.

Keluarga Qi, sangat pandai bermain dan memutar fakta!

Roy Chen saat ini masih belum pulih, tapi bukan berarti dia harus menanggung semua perlakuan yang tidak setara ini.

Dia kemudian mendorong Chloe Sun yang berdiri di depannya. Dengan api di matanya, Roy Chen membuka pintu dan pergi.

"Roy Chen, kamu pergi kemana? Kamu tidak punya apa-apa..." Suami idiotnya itu tidak bersalah, Sania Qi berlari hendak menghentikan Roy Chen, tetapi sebuah tangan menariknya.

“Biarkan dia pergi, biarkan saja! Datang dari mana sekarang juga kembali ke asalnya!” Chloe Sun meraih Sania Qi. Ketika Roy Chen keluar, dia pergi ke pintu dan menendangnya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

540