Bab 10 Kamu Bisu Ya

by Jay 13:16,Apr 10,2022
Bukankah itu cuma 200,000 yuan!

Dalam hati Chloe Sun menghina: tiga hari lagi, menantu baruku akan datang, anak itu setiap tahun menghasilkan jutaan yuan. Tunggu setelah aku mengusir anak idiot ini dan menantu baruku datang, keluarga Qi di mataku hanya seperti kentut!

Begitu sampai di rumah dan memasuki pintu, dia menarik putrinya ke kamarnya untuk membicarakan hal itu.

Roy Chen pergi ke ruangan lain untuk membersihkan tubuh ayah mertuanya dan memberinya minum. Dia menutup pintu dan menyalakan ponselnya, menemukan pesan yang dikirim ibunya, dan menelepon nomor di atas.

"Halo, siapa ya?" Panggilan terhubung, dan suara tidak sabar terdengar dari pihak lain.

"Di ujung keramaian, temukan lembah tak berpenghuni, bangun gubuk kayu, buka jalan dengan batu biru, dan berdamailah dengan pagi dan sore hari," ucap Roy Chen.

“Anda? Mohon maaf, anda siapa ya?” Pihak yang ditelepon terkejut, dan nada suara tidak sabar itu berubah menjadi rasa hormat.

"Namaku Roy Chen, nama ibuku Maria Gao. Nama ayahku Harry Chen, dan nama kakekku Teddy Chen."

"Anda tuan muda?!" Suara di balik telepon terkejut dan gemetar.

Kemarin malam dia menerima pemberitahuan kalau tuan muda tertua dari keluarga Chen-Roy Chen telah ditemukan dan berada di Kota Y. Jika dia membutuhkan bantuan, maka semua orang akan bekerja sama membantunya!

Zayn Jin juga ingin mencari waktu untuk mengunjungi tuan muda itu. Tapi tak dia sangka, malah tuan mudanya dulu yang meneleponnya.

Roy Chen mengangguk: "Benar, aku Roy Chen."

"Halo tuan muda, beritahu saja ada instruksi apa!"

“Kudengar, kamu adalah penanggung jawab…Yang diutus kakek untuk membangun sekolah di sini.” Tanya Roy Chen, dan perkataan Roy Chen masih sedikit terbata-bata.

“Benar, Tuan Muda. Tetua mengirimku untuk bertanggung jawab atas pembangunan Sekolah Dasar Harapan!” Jawab Zayn Jin.

"Aku di sini…Sudah menikah. Besok, akan ada orang-orang dari keluarga Qi...Mencarimu untuk membicarakan kerja sama." Roy Chen berhenti sejenak, berusaha merangkai kata-kata dengan lengkap. "Proyek keluarga Chen hanya boleh diterima oleh istriku, mengertikan maksudku?"

"Mengerti! Tuan muda, tenang saja, siapapun yang datang aku akan menolak, aku hanya menanda tangani kerja sama dari istrimu! Ngomong-ngomong, besok pagi aku ada rapat. Tuan minta istri tuan datang sore saja, biar aku secara pribadi yang menyambutnya!"

"Oke! Nama istriku Sania Qi. Besok, aku akan menyuruhnya...Menemuimu!"

“Tuk tuk tuk!” Begitu Roy Chen selesai membantu Sania Qi menyelesaikan kerja sama antara keluarga Chen, terdengar suara ketukan tidak sabar dari luar pintu.

“Sampah, kenapa kamu menutup pintu? Kamu sedang tidur malas-malasan ya?” Tegur Chloe Sun dari luar.

“Tidak… aku tidak sedang malas-malasan, aku sedang memberi ayah minum.” Sambil meletakkan ponsel, Roy Chen bangkit dan membuka pintu.

Chloe Sun memasuki ruangan dan melihat Sony Qi berbaring di tempat tidur dengan wajah dan leher yang bersih. Roy Chen tidak pulang semalam, janggut Sony Qi yang tumbuh sudah kemarin sudah dicukur, bibirnya basah dan ada setengah mangkuk air di atas meja.

Roy Chen tidak berbohong padanya, dia memberi Sony Qi minum dan mencukur jenggotnya.

“Huh!” Karena tidak menemukan alasan memarahinya, tapi Chloe Sun juga tidak ingin melepaskannya. Karena bagaimanapun, Roy Chen kemarin membuat masalah dengan Edric Qi, Meskipun dana dividen semua orang dihentikan, tapi Chloe Sun masih dimarahi oleh tetua keluarga Qi karena Roy Chen dan dia juga sampai meminta maaf kepada seluruh keluarga Qi.

Bagaimana bisa hal memalukan seperti itu dilupakan.

“Sudah selesai belum, kalau sudah pergi masak sana!” Pagi-pagi tadi sudah pergi ke rumah nenek Qi untuk menebus kesalahan, dan belum sarapan. Saat pulang waktunya sidah tengah dan Chloe Sun sudah kelaparan.

“Sudah selesai.” Roy Chen mengangguk.

Selama beberapa tahun terakhir, sikap Chloe Sun terhadap dirinya memang seperti ini, dan Roy Chen sudah terbiasa dengannya. Selain itu, Sony Qi waktu itu telah baik menyelamatkan dirinya, Sania Qi juga sangat baik pada dirinya, alasan ini yang membuat Roy Chen malas untuk bertengkar dan meladeni sikap jelek Chloe Sun ini.

“Cepat lah pergi, bodoh!” Chloe Sun menatap Roy Chen dengan menahan perut yang lapar.

Roy Chen segera pergi ke dapur dan menutup pintu untuk memotong suara omelan Chloe Sun. Setelah beberapa saat, dia membuat beberapa hidangan, dan ketika membawanya keluar, dia menemukan ada tamu di ruang tamu.

Seorang pria seusia Roy Chen sedang duduk di sofa. Chloe Sun, yang setiap saat menatap Roy Chen dengan menjelit, saat ini tampak seperti orang yang berbeda, mereka saling mengobrol dengan senyum yang tak lepas dari wajah.

Orang ini, Roy Chen pernah melihatnya, dia Hendra Zhao, teman sekelas istrinya di masa kuliah.

Hendra Zhao menyukai Sania Qi, dari tahun pertama kuliah hingga tahun ketiga. Setelah lulus, ia bekerja sebagai manajer di perusahaan keluarga Zhaonya sendiri. Mengandalkan hubungan dan koneksi ayahnya, dia menghasilkan jutaan yuan per tahun.

Pada saat itu, Hendra Zhao memenangkan hati Chloe Sun dengan serangan uangnya, hanya tinggal menaklukan Sony Qi. Tapi siapa sangka Sony Qi yang pergi bekerja, tiba-tiba kembali dengan membawa pria idiot yang hanya bisa mendengus, dan bahkan malam itu jugamenikahkan putrinya dengannya.

Keesokan harinya, setelah mengetahui kalau Sania Qi Xuanxuan telah menikah, Hendra Zhao hampir pingsan dan melompat dari gedung bunuh diri.

Dalam sekejap mata, tiga tahun telah berlalu, dan keberuntungan Hendra Zhao sedang baik. Mengetahui Sania Qi belum tersentuh oleh orang idiot dan masih seorang perawan, hati Hendra Zhao sangat gembira.

Pagi tadi, dia menerima chat WeChat Chloe Sun yang setuju untuk membantunya mengusir si idiot dengan syarat mahar sebesar 500,000 yuan. Untuk segera menyelesaikan masalah ini, Hendra Zhao tanpa makan mengisi perut terlebih dahulu langsung datang kemari.

Chloe Sun dan Hendra Zhao sedang duduk di sofa, menunggu makanan.

“Dasar idiot, apakah kamu tidak melihat ada tamu? Bisu ya sampai tidak bisa bersuara!” Melihat Roy Chen berdiri di sana dengan piring makan, Chloe Sun menghampirinya dan menendang kakinya.

"Ssh..." Roy Chen kesakitan, berusaha keras agar piring sup di tangannya tidak tumpah.

“Ha…Halo!” Roy Chen terlalu malas untuk berurusan dan meladeni mereka, jadi dia pun menyapa Hendra Zhao.

"Huh!" Dalam tiga hari ke depan, si bodoh ini akan pergi dari sini. Setelah tiga hari, Hendra Zhao akan menjadi pria utama di rumah ini. Menghadapi sapaan Roy Chen, Hendra Zhao hanya mendengus dan mengabaikannya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

540