Bab 12 Wanita yang Jago Berakting

by Jay 13:16,Apr 10,2022
“Hehe, bisa dipahami seperti itu lah.” Hendra Zhao tahu calon ibu mertuanya ini menyukai uang, bagi Hendra Zhao yang tidak kekurangan uang, memenangkan hatinya tidak lah sulit.

"Bibi, uang ini pakai lah dulu. 500.000 yuan itu bukan jumlah yang kecil, aku harus membuat janji dengan bank dulu baru bisa mengambilnya. Waktunya paling lama tiga hari lah!" Ucapan Hendra ini sudah jelas, 3 hari ke depan dia akan datang lagi membawa uang itu untuk melamar Sania Qi.

“Baik baik, apa yang sudah bibi janjikan padamu, semua itu tidak ada masalah!” Chloe Sun tersenyum meyakinkannya.

Begitu Sania Qi mendengarnya, dia tahu apa yang ingin dilakukan ibunya. Pernikahannya dengan Roy Chen diputuskan oleh ayahnya, meskipun Roy Chen idiot, tapi dia adalah orang yang baik. Dibandingkan dengan Hendra Zhao yang memiliki hubungan tidak jelas dengan banyak wanita, Roy Chen tentu akan menjadi orang yang dia pilih untuk menjalani hidup bersama.

Sania Qi awalnya sangat lapar, tapi berada di meja yang sama dengan Hendra Zhao membuatnya merasa mual.

"Bu, kalian makan lah, aku tidak lapar." Dia meletakkan sumpitnya dan berbalik hendak pergi.

“Duduk!” Chloe Sun adalah kepala keluarga dan memiliki hak mutlak untuk berbicara di rumah. Dia mengulurkan tangan dan menyeret putrinya kembali dan menekannya untuk duduk di kursi di sebelah Hendra Zhao.

"Ibu, kamu..."

“Apanya kamu, kamu. Hendra adalah tamu, ayahmu dulu bagaimana mengajarimu memperlakukan tamu? Diam dan duduk baik-baik!” Chloe Sun tahu kalau putrinya memiliki pendapat tentang Hendra Zhao, dan dia juga tahu kalau Hendra Zhao dulu suka bermain-main dengan bunga.

Tetapi dibandingkan dengan mahar pernikahan 500.000 yuan, apalah arti pendapat Sania Qi? Dunia sosial ini sangat realistis, jika kalian punya uang, maka kalian dapat bepergian ke seluruh dunia, sebaliknya kalau tidak punya uang jangan harap bisa bergerak!

Selama dia bisa mendapatkan uang dari Hendra Zhao, kebahagiaan masa depan putrinya bukan termasuk dalam prioritasnya, dan dia dapat menerima apa saja. Kalau memang masalahnya besar, ya putrinya bisa menceraikan Hendra Zhao dalam beberapa tahun, lalu dia akan mencarikan anak orang kaya lainnya untuk dinikahkan lagi padanya!

Ya dia akan terus mendapatkan uang dari tiap pernikahan putrinya. Putrinya adalah pohon uangnya!

“Hehe!” Melihat Chloe Sun membantunya Hendra Zhao jelas sangat senang. Dan dia dengan cepat menuangkan minuman untuk ibu dan anak ini.

Roy Chen ditarik keluar dari meja makan oleh Chloe Sun, Sania Qi duduk di dalam. Dirinya sudah malas untuk bicara omong kosong dengan Chloe Sun, jadi dia kembali menarik kursi bersiap duduk.

“Sialan, kamu ingin menginfeksi tamuku dengan virus ya? Ambil mangkukmu dan makan di sudut sana!” Chloe Sun menarik Roy Chen dari kursi, mengambil mangkuk dan mengisinya dengan sayuran. Lalu dia mendorongnya dengan keras hingga ke lemari TV yang dua meter jauhnya.

“Makanan itu…Aku yang membuatnya.” Roy Chen memegang mangkuk dan melihat ke meja hidangan.

“Memangnya aku buta, sampai tidak tahu kalau kamu yang membuatnya!” Seru Chloe Sun dengan marah, “kalau aku suruh kamu makan di sudut kamu makan saja di sana. Kalau kamu tidak mau berhenti mengatakan omong kosong, dalam waktu dekat ini juga segera ceraikan putriku!”

“Huh!” Roy Chen menggelengkan kepalanya, memintanya untuk menceraikan Sania Qi, dia tidak bisa melakukan itu, dan itu juga tidak mungkin. Kecuali Sania Qi sendiri yang merasa sudah tidak sanggup dan memberi tahu Roy Chen secara pribadi. Kalau tidak, siapapun tidak ada yang bisa memisahkan mereka.

"Bu, sikapmu ini terlalu menindas Roy Chen..." Roy Chen di rumah Keluarga Qi diasingkan, dan sekarang dia bahkan tidak bisa mendapatkan meja di rumahnya sendiri. Sania Qi pun turut membantu Roy Chen dan melawan Chloe Sun.

"Ai, aduh duh...jantungku, jantungku..." Melihat putrinya mau membantu si idiot itu, ekspresi Chloe Sun sengaja dilebih-lebihkan, dan dia tiba-tiba memegang jantungnya berusaha terlihat kesakitan.

“Bu, ada apa denganmu? Jangan menakutiku!” Sania Qi bergegas keluar dari meja dan dengan cepat membimbing Chloe Sun duduk di sofa. Hendra Zhao juga terlihat gugup.

“Aku, aku mana ada mood menakut-nakutimu! Obat, ambilkan aku obat!” Teriak Chloe Sun.

Sania Qi menyerahkan Chloe Sun kepada Hendra Zhao, berbalik dan masuk ke dalam kamar untuk mencari obat.

"Bibi..." Hendra Zhao mengira Chloe Sun mengalami serangan jantung dan bertanya apakah dia ingin pergi ke rumah sakit atau memanggil ambulans.

Tapi Chloe Sun mengedipkan mata pada Hendra Zhao: "Tidak apa-apa, aku hanya menakutinya! Jangan khawatir, aku akan segera membuang sampah itu dari sini!"

"Ah..." Hendra Zhao menghela napas lega, calon ibu mertuanya ini benar-benar bisa berakting! Serangan jantung itu hanyalah tipuan, dan dia tertipu olehnya!

Di dalam kamar, Sania Qi segera menemukan obatnya dan berlari ke Chloe Sun untuk menyuruhnya meminumnya.

Chloe Sun yang sebenarnya tidak sakit saat ini berpura-pura menarik napas. Melihat waktunya sudah kurang lebih, dia berkata pada Sania Qi, "Kalau kamu demi si idiot itu ingin membuatku jantungan, lakukan saja! Saat aku mati nanti, tolong jaga ayahmu..."

“Bu, aku tidak akan membuatmu marah, apalagi sampai jantungan lagi!” Mata Sania Qi sedikit merah, dia tertipu dengan akting Chloe Sun.

Ayahnya yang hanya bisa berbaring di tempat tidur selama tiga tahun. Ibunya memiliki penyakit jantung, kalau serangan jantungnya tiba-tiba datang dan langsung meninggal itu mungkin masih baik. Tapi kalau serangan jantung itu membuatnya terbaring di tempat tidur, dengan dua orang sakit yang bergantung pada gaji Sania Qi, keluarga mereka pasti akan benar-benar runtuh. Sania Qi tidak mungkin menikah dengan orang seperti Hendra Zhao. Tapi tanpa dividen dari keluarga Qi, kehidupan ke depannya sangat sulit untuk dijalankan.

“Jika kamu tidak ingin aku mati, dengarkan baik-baik perkataanku!” Chloe Sun masih dengan aktingnya perlahan bangkit dari sofa. “Hendra, sudah lapar kan. Ayo makan.” Setelah mengatakan itu, dia menarik Hendra Zhao kembali ke meja.

“Suamiku, maaf telah membuatmu tertindas. Aku takut sakit ibuku kambuh, kamu…” Sania Qi kesulitan mengatakan kalimat itu. Tapi Roy Chen tahu apa kata yang tak terucapkan itu.

“Aku, aku baik-baik saja. Makan di mana saja…Bisa.” Roy Chen sudah dimarahi oleh Chloe Sun selama tiga tahun, dan dia sudah terbiasa. Apalagi toleransinya terhadap Chloe Sun dilihat dari penyelamatan Sony Qi padanya serta sikap baik Sania Qi padanya.

Di meja makan, Chloe Sun mengobrol dengan Hendra Zhao, dan Roy Chen tahu kalau dia hanya berpura-pura sakit. Karena kesal mendengar suara Chloe Sun dan Hendra Zhao, dia akhirnya kembali ke kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat.

Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan teks ke Zayn Jin: Ada supplier bermarga Zhao yang memasok meja, kursi, dan peralatan elektronik ke Sekolah Dasar Harapan. Mereka telah menyinggungku, kamu tahu kan apa yang harus dilakukan!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

540