Bab 1 Meminjam Uang

by Robin 13:18,Jul 03,2020
“Tuhan berkati keluarga Li agar terus makmur, dan anak cucu menjadi orang yang berguna!”

Kakek Li menancapkan sebuah dupa dengan hormat ke tempat dupa.

Hari ini keluarga besar ternama di Kota J, mengadakan pertemuan tahunan keluarga Li.

Dalam pertemuan tahunan, banyak orang mengatakan hal yang sama, terlihat megah dan meriah, membuat orang-orang merasa antusias.

Seseorang yang memiliki posisi tertinggi di keluarga Li tiba-tiba bangkit berdiri, berucap dengan lantang: “Semuanya, keluarga Li bisa menjadi seperti sekarang, semua itu berkat para leluhur, hari ini semua generasi yang lebih muda memberikan hadiah, sebagai lambang kesejahteraan keluarga kita!”

Selesai berucap, seketika sekitar sepuluh orang mengeluarkan hadiah mereka, lalu membuat barisan sesuai dengan urutan.

Kemudian, muncul seseorang memasuki rumah keluarga Li dengan tergesa-gesa, wajah orang itu terlihat pucat, bahkan di sekujur tubuhnya terdapat noda darah.

Galvin Bai adalah menantu keluarga Li, di mata orang lain, Galvin Bai adalah orang yang tidak melakukan apapun seharian, selalu terlihat santai, yang menumpang hidup dengan gratis di rumah keluarga Li.

“Kenapa sekarang kamu baru tiba!” Friska Li segera menarik Galvin Bai ke tempat lain lalu bertanya dengan pelan, takut penampilannya yang seperti ini terlihat oleh anggota keluarga yang lainnya.

Galvin Bai menghirup napas dalam: “Adikku...... Adikku kecelakaan, membutuhkan enam ratus juta untuk biaya operasi!”

Friska Li belum membuka suaranya, Sally Liu ibu mertua Galvin Bai langsung berucap: “Adikmu kecelakaan? Apa hubungannya dengan kami? Kamu bisa membedakan masalah mana yang perlu diprioritaskan, sebentar lagi penyerahan hadiah untuk Kakek Li, apa kamu sudah membeli hadiahnya?”

“Ibu, aku...... uang enam puluh juta untuk hadiah, aku berikan kepada rumah sakit sebagai uang muka!” setelah Galvin Bai mengatakan hal ini, dirinya langsung menundukkan kepalanya dalam.

“Apa yang kamu katakan?” raut wajah Sally Liu, seketika menjadi menyeramkan: “Kamu memang tidak berguna, tidak bisa melakukan apapun, kutanya padamu, siapa yang mengizinkanmu menggunakan uang untuk membeli hadiah?”

Di saat yang sama, terdengar suara yang cukup keras: “Dipersilahkan Friska Li dari keluarga Li, dan juga sang menantu Galvin Bai, untuk memberikan hadiah kepada Kakek Li!”

Setelah kalimat itu terucap, tatapan semua orang jatuh pada Galvin Bai, terlihat kebingungan di dalam tatapan mereka.

“Ada apa ini? Hari bahagia seperti ini, kenapa sekujur tubuhnya penuh darah?”

“Ini sangat buruk!”

Galvin Bai memberanikan dirinya, berjalan ke hadapan Kakek Li: “Kakek, aku...... aku ingin meminjam uangmu, adikku kecelakaan, membutuhkan uang untuk menyelamatkannya segera......”

Suasana bahagia sebelumnya seketika menghilang, seiring dengan wajah Kakek Li yang menggelap perlahan-lahan.

Tiba-tiba suasana di dalam rumah besar itu menjadi sunyi senyap, hingga membuat orang merasa mencekam.

Sally Liu segera berjalan menghampiri, berdiri di hadapan Galvin Bai, lalu memberikan sebuah tamparan yang keras di wajahnya.

“Apa yang kamu katakan? Hari ini adalah acara tahunan keluarga kita! Membicarakan kecelakaan dan operasi itu, sangat tidak baik untuk hari seperti ini!”

Sally Liu sangat membenci Galvin Bai, memiliki menantu tidak berguna seperti ini, membuatnya merasa sangat malu.

Tanpa menunggu Galvin Bai menjawab, Steven Li juga bangkit berdiri, berucap dengan wajah penuh merendahkan: “Benar-benar tidak tahu malu? Lupakan saja jika tidak memiliki uang untuk membeli hadiah, untuk apa menggunakan adikmu sebagai alasan?”

Steven Li adalah kakak sepupu Friska Li, menjadi generasi muda ketiga di keluarga Li, memiliki posisi yang tidak biasa.

“Kakek, aku tahu aku salah hari ini, ta...... tapi, saat adikku pergi bersamaku untuk memilih hadiahmu, dia kecelakaan, membutuhkan biaya enam ratus juta untuk operasi.” ucap Galvin Bai dengan sangat malu.

“Maksudmu, kamu menyalahkan kakek karena adikmu kecelakaan?” Steven Li menatap Galvin Bai dengan wajahnya yang menyeringai, Kakek Li yang mendengar hal ini, seketika wajahnya menjadi terlihat menyeramkan.

“Tidak tidak, bukan begitu maksudku, aku...... aku hanya ingin menanyakan, Kakek bisakah kamu meminjamkanku enam ratus juta!” ucap Galvin Bai dengan suara yang sangat pelan.

Mendengar Galvin Bai yang terus membicarakan masalah ini, Sally Liu segera berjalan ke hadapan Galvin Bai, mendorongnya dengan kuat.

“Dasar tidak berguna, masih tidak mau pergi dari sini?” Sally Liu berucap dengan wajahnya yang menggelap: “Kamu bahkan mempermalukanku!”

Galvin Bai yang didorong, tetap tidak meninggalkan tempat itu, namun, berucap dengan sangat sedih: “Ibu, adikku masih berada di rumah sakit menungguku, tanpa uang, dia tidak bisa melakukan operasi, dia bisa mati!”

Sally Liu berucap dengan dingin: “Kalau begitu kamu pergi saja ke rumah sakit, untuk apa berdiam di sini? Jangan mengganggu acara tahunan keluarga kami!”

“Ibu, jangan mengatakan apapun lagi! Ayo kita pergi, aku akan mencari jalan keluar.” akhirnya Friska Li tidak bisa menahannya lagi, berjalan ke hadapan Galvin Bai.

Kakek Li yang sedang duduk bahkan tidak memperdulikan Galvin Bai sama sekali, dengan kesal membalikkan tubuhnya pergi dari ruang tengah.

Steven Li menatap Friska Li dengan wajah menyeringai: “Adik sepupu, hari ini suami baikmu telah mempermalukanmu. Namun dengan situasi sekarang ini, untuk mengeluarkan enam ratus juta, sepertinya akan sangat sulit kan? Apa perlu aku membantu kalian.”

Galvin Bai yang mendengar hal ini, seketika merasa sangat bersyukur, tidak menyangka kakak sepupunya yang selalu merendahkannya, ternyata bersedia meminjamkannya uang.

Belum Galvin Bai berucap terima kasih, Steven Li kembali berucap: “Asalkan Galvin berlutut padaku, di hadapan semua orang, dan bersujud tiga kali aku akan meminjamkannya padamu!”

“Steven, kamu jangan keterlaluan!” mendengar hal ini, membuat Friska Li marah.

Dalam pandangan Friska Li, seburuk apapun Galvin Bai, dia tetaplah suaminya, siapapun tidak boleh mempermalukannya.

Hanya saja, ucapan Steven Li benar, perusahaannya sekarang sedang mengalami masalah, tidak memiliki sepeser pun, dan tidak bisa mengeluarkan uang sebesar enam ratus juta.

Dulu Steven Li dan Friska Li pernah berselisih, tidak disangka ternyata dia masih membencinya.

“Firska, jangan membuat niat baikku, menjadi terlihat buruk.” ucap Steven Li dengan tenang.

“Sudahlah, kamu tidak perlu mengatakan apapun, Galvin, ayo kita pergi.”

“Aku tidak bisa pergi, tanpa uang, bagaimana dengan adikku?” kedua tangan Galvin Bai meremas rambutnya, berjalan perlahan-lahan ke hadapan Steven Li terlihat seperti ingin berlutut.

“Cukup!”

Saat ini salah satu orang tua di keluarga Li berucap: “Apa masih belum cukup memalukan, hari ini semua anggota keluarga Li ada di sini, Steven kamu juga jangan keterlaluan, dan lagi, sujud dari orang seperti Galvin, juga tidak seharga enam ratus juta.”

Steven Li yang mendengar hal itu menyunggingkan sudut bibirnya, mengeluarkan handphonenya: “Baiklah, Galvin, aku akan meminjamkan uang padamu, tapi bunga setiap minggunya sebesar enam ratus juta, jika dalam satu minggu kamu tidak bisa mengembalikannya, maka bunga di minggu ke dua sebesar satu miliar dua ratus juta, bagaimana menurutmu?”

“Tidak bisa, bunga ini terlalu tinggi!”

Friska Li langsung menolaknya.

“Aku setuju!” tanpa memperdulikan penolakan Friska Li, Galvin Bai langsung menyetujuinya.

“Baiklah, kalau begitu semuanya juga sudah mendengarnya, berikan bukti padaku, kuharap adik sepupuku ini tidak lari dari utangnya.” selesai berucap Steven Li tertawa senang, lalu mengirimkan uangnya pada Galvin Bai.

Galvin Bai yang menerima uang itu, segera pergi dari sana.

Satu jam kemudian, Galvin Bai telah tiba di rumah sakit, dia mendapatkan kabar dari perawat, jika Jane Bai sedang mendapatkan tindakan operasi, dan juga, kepala rumah sakit sendiri yang turun tangan, yang paling ahli di rumah sakit ini.

“Suster, aku ingin bertanya, sebenarnya siapa yang membantuku membayar biaya operasi?” tanya Galvin Bai dengan sangat bingung.

Selesai berucap, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang berat: “Tidak perlu bertanya padanya, aku yang membantumu!”

Galvin Bai menoleh ke asal suara tersebut, seorang pria membawa lima atau enam pengawal, berjalan dengan cepat ke hadapannya.

“Ini bukan tempat untuk bicara, ikuti aku!” pria itu menepuk bahu Galvin Bai, lalu membawanya ke depan pintu ruang operasi.

Para pengawal berdiri berjaga di sisi kanan dan kiri lorong, agar tidak ada orang yang datang mengganggu pembicaraan pria itu dengan Galvin Bai.

“Permisi, sebenarnya siapa kamu?” tanya Galvin Bai dengan sedikit takut.

Dia sangat mengerti, pria di hadapannya ini, pasti bukanlah orang biasa.

“Galvin, aku adalah ayahmu dan Jane!” pria itu mencengkeram bahu Galvin Bai dengan kuat, berucap: “Namaku Eddy Bai!”

Mendengar hal ini, Galvin Bai membeku di tempatnya!

Beberapa saat kemudian, Galvin Bai kembali tersadar, merasa tidak berani mempercayai hal ini lalu bertanya: “Paman, pasti kamu salah mengenal orang, aku memiliki orang tua.”

Eddy Bai menatap Galvin Bai dengan lembut: “Aku tahu mungkin kamu tidak mempercayainya, ini adalah hasil test DNA aku dengan Jane, dan juga ini adalah beberapa foto saat kalian masih bayi, terutama tanda lahir yang ada di punggung. Saat menyerahkan kalian saat itu, aku juga merasa sangat sulit.”

Melihat dokumen yang disiapkan oleh Eddy Bai, Galvin Bai merasa sangat terkejut, karena dia sangat yakin, bayi yang ada di dalam foto itu adalah dirinya dan adiknya, dan yang memeluk mereka adalah, pria di hadapannya yang bernama Eddy Bai.

Lalu, Eddy Bai kembali mengeluarkan sebuah kartu bank berwarna ungu gelap.

“Galvin, ini adalah kartu Imperial, hanya ada dua puluh kartu di negara ini, hari ini aku memberikan ini padamu...... di dalam kartu ini terdapat enam ratus miliar.”

Kemudian, Eddy Bai mengeluarkan sebuah cincin, dan memasangkannya di jari tengah Galvin Bai: “Dengan cincin ini, kamu bisa mengambil dua triliun di bank manapun dengan gratis, anggap saja sebagai kompensasi untukmu.”

Awalnya enam ratus miliar, sekarang dua triliun? Jika orang lain, Galvin Bai tidak akan mempercayainya, namun entah mengapa, ucapan yang keluar dari Eddy Bai, membuatnya tidak memiliki perasaan curiga.

Kemudian, Eddy Bai menyerahkan sebuah kartu nama pada Galvin Bai: “Di sana terdapat nomor teleponku. Luka Jane kali ini cukup parah, aku khawatir pengobatan di rumah sakit ini akan meninggalkan efek samping, jadi tunggu setelah kondisi Jane stabil, aku akan membawanya pergi.”

Mengenai saran Eddy Bai, Galvin Bai tidak menolaknya, jika terjadi efek samping lainnya pada Jane Bai, dia akan merasa menyesal seumur hidupnya.

Setengah jam kemudian, pintu ruang operasi perlahan-lahan terbuka, saat ini sekujur tubuh Galvin Bai menegang.

Mata Eddy Bai memanas, melambaikan tangannya, pengawal yang berada di samping menganggukkan tangannya, menelepon seseorang, tidak lama kemudian sebuah mobil yang lengkap dengan alat medis datang untuk membawa Jane Bai.

Melihat hal ini, akhirnya sebuah batu yang menekan hati Galvin Bai menghilang!

Menepuk bahu Galvin Bai, Eddy Bai menatapnya dengan penuh arti, lalu berjalan pergi.

Galvin Bai menyentuh kartu yang ada di dalam kantungnya, lalu menaiki taksi pergi ke bank! Walaupun Eddy Bai terlihat tidak bercanda, namun Galvin Bai tetap ingin pergi memeriksa kebenarannya.

Sepuluh menit kemudian, Galvin Bai berjalan keluar dari bank dengan wajah yang pucat.

Saat ini Galvin Bai hanya merasakan kedua kakinya yang lemas, penyebabnya sangat sederhana, di dalam kartu ini benar-benar terdapat enam ratus miliar!

Kembali ke rumah dengan sangat kesulitan, baru saja Galvin Bai tiba di depan pintu, dia mendengar suara pertengkaran dari dalam rumah.

“Apa kamu bodoh, manusia tidak berguna itu telah mempermalukan keluarga kita, dan kamu ingin menjual rumah kita?” wajah Sally Liu penuh dengan amarah, dan berteriak dengan keras.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1007