Bab 8 Masih Menginginkanku Untuk Mengembalikan Uang?

by Robin 13:20,Jul 03,2020
Galvin Bai mengangkat alisnya, “Pergi berkeliling.” perusahaan sebesar ini, dia harus mengenalinya lebih dulu.

Vonny Long yang melihat hal ini terpaksa mengikutinya, menghela nafas di dalam hatinya, perusahaan bagus seperti ini, kenapa harus diserahkan pada orang yang tidak bisa melakukan apapun, bukankah ini sama saja dengan menghancurkan masa depan perusahaan?

Sudahlah, dia juga bekerja demi uang, lagi pula, pria itu anak dari seorang konglomerat, memangnya dia bisa apa?

Galvin Bai berkeliling dengan penasaran, terus melihat ke kanan dan ke kiri, seperti sedang mengunjungi tempat wisata.

Di sepanjang perjalanan bertemu dengan beberapa kepala manajer, saat melihatnya mereka akan menyapanya dengan hormat, dan memanggilnya “Presdir”.

Awalnya Galvin Bai belum terbiasa, namun setelah beberapa kali, akhirnya dia mulai terbiasa.

Saat ini, Galvin Bai telah tiba di departemen pembelian, dia mendengar pembicaraan di dalam ruangan departemen pembelian.

“Manajer Xu, perusahaan kita ini benar-benar terlihat sangat tulus, lihatlah......”

Manajer Xu tersenyum sejenak, “Fiona! Bukankah ketulusan itu tidak hanya melalui ucapan? Dan juga banyak yang lebih tulus darimu.”

“Kalau begitu ketulusan yang Manajer Xu maksud adalah......” tanya Fiona Zhou dengan hati-hati.

Tatapan Manajer Xu melirik sekilas pada paha Fiona Zhou yang terbuka, “Fiona! Sudah selama ini berada di lingkungan ini, kamu tidak mungkin tidak mengerti maksudku kan?”

Fiona Zhou menyadari tatapan Manajer Xu, seketika sedikit menggelapkan wajahnya.

“Manajer Xu, mengenai kerja sama kita bicarakan lagi lain kali, aku masih ada urusan, aku pergi dulu.”

Fiona Zhou bangkit berdiri, saat ingin berjalan keluar, dia dihentikan oleh Manajer Xu.

“Karena kamu sudah datang, maka tidak perlu buru-buru pergi.” mata Manajer Xu sedikit memicing, “Kita bahas lagi soal kerja sama, asalkan malam ini kamu menemaniku, untuk pesanan berikutnya pasti akan bekerja sama dengan perusahaanmu.”

Setiap malam Friska Li pasti melakukan video call dengan Fiona Zhou, dia sangat mengenali suara Fiona Zhou, Galvin Bai tidak mungkin salah dengar!

Galvin Bai segera berteriak dengan keras, “Vonny!”

Vonny Long melirik sekilas ruangan itu, sepatu hak tingginya saling berbunyi berjalan ke hadapan Galvin Bai, “Presdir.”

“Urus masalah ini, aku tidak berharap ada kejadian seperti ini lagi.” ucap Galvin Bai dengan dingin.

Baru hari pertamanya datang ke perusahaan dia telah menemukan masalah seperti ini, tentu saja dia tidak bisa menahannya!

Ditambah lagi, orang yang ada di dalam adalah Fiona Zhou sahabat Friska Li!

Tentu saja, jika diganti dengan wanita lain, dia juga akan melakukan tindakan yang sama, karena sekarang perusahaan telah menjadi miliknya, dia tidak akan membiarkan masalah seperti ini terjadi.

Saat Manajer Xu mendengar suara teriakan Galvin Bai seketika kakinya melemas karena terkejut, bahkan hingga tidak berani bergerak sedikit pun.

Fiona Zhou segera keluar dari ruangan itu, ingin berterima kasih pada orang yang telah menyelamatkannya, namun yang dia temukan hanyalah Vonny Long dan sebuah punggung yang tinggi.

Melihat punggung itu, jantung Fiona Zhou berdetak semakin cepat.

Eh, tunggu, kenapa punggung itu terlihat tidak asing?

Apa aku pernah bertemu dengannya?

Di ruangan presdir, selesai Vonny Long mengurus masalah itu dia segera melapor, selesai melapor, dia menatap Galvin Bai, seperti ingin mengatakan sesuatu namun kembali ditahan olehnya.

Galvin Bai mengangkat alisnya, “Ada apa?”

Vonny Long berpikir sejenak, berucap: “Manajer Xu sudah berada cukup lama di perusahaan, ditambah lagi dia memiliki hubungan dan kemampuan yang baik, jika langsung memecatnya......”

“Jadi menurutmu tidak seharusnya memecatnya?” tanya Galvin Bai dengan datar.

Vonny Long mengerutkan alisnya menjawab: “Memberinya hukuman itu sudah cukup.”

Galvin Bai mendengus pelan, “Tidak boleh ada orang seperti ini di perusahaan.”

Vonny Ling membuka mulutnya, namun akhirnya tidak mengatakan apapun,

Saat ini, Galvin Bai bertanya: “Orang tadi datang untuk membahas soal apa?”

Vonny Long menjawab dengan patuh: “Mengenai bahan bangunan.” selesai berucap dia menyerahkan sebuah dokumen pada Galvin Bai.

Galvin Bai membukanya melihat sekilas, menyadari harga bahan bangunan yang lebih rendah, dia langsung menandatanganinya, lalu menyerahkannya pada Vonny Long.

Vonny Long yang melihat hal ini, kerutan alisnya semakin dalam, anak konglomerat yang tidak bisa melakukan apapun seperti ini, selalu menggunakan perasaan untuk menyelesaikan masalah, sekalinya melihat wanita cantik maka pikirannya melayang entah ke mana.

Namun Galvin Bai tidak berpikir seperti ini, dia bukanlah tidak mengerti apapun, saat melihat dokumen itu, lalu mempertimbangkannya, setelah merasa tidak ada masalah baru dia membubuhkan tanda tangannya.

“Oh iya, beritahu pada para petinggi, untuk sementara ini jangan membocorkan identitasku.”

Vonny Long merasa keberatan pada Galvin Bai, namun dia tetap menganggukkan kepalanya, “Baik, Presdir.”

Sekarang Galvin Bai tidak ingin terlalu menarik perhatian, dia mengerti akan istilah semakin tinggi pohon semakin kencang angin berhembus!

Sebelum dia benar-benar memahami perusahaan ini, dia tidak akan membuka identitasnya.

Kemudian Galvin Bai pergi setelah menyelesaikan beberapa urusan, dia memberikan kekuasaan yang cukup besar pada Vonny Long, dia boleh menggantikannya mengurus banyak hal, jadi untuk sementara ini dirinya tidak perlu terlalu khawatir.

Setelah keluar dari perusahaan, Galvin Bai teringat jika dirinya harus membelikan rumah untuk Friska Li, dia segera menghentikan sebuah taksi lalu menuju Blue Port Real Estate.

Rumah-rumah yang ada di Blue Port Real Estate adalah rumah termahal yang ada di Kota T, memiliki area hijau yang paling banyak, dan fasilitas dengan teknologi tinggi, disukai oleh berbagai orang kaya.

Saat ini tidak ada banyak orang di tempat real estate, hanya terdapat beberapa orang yang sedang melihat rumah, bisa terlihat, jika mereka bukanlah orang kaya yang biasa, yang sanggup untuk tinggal di tempat seperti ini.

Baru saja Galvin Bai berjalan masuk, seorang penjual perempuan mengenakan pakaian rapi berjalan menghampirinya, “Tuan, apa ingin melihat rumah? Di sini terdapat banyak macam rumah.”

Galvin Bai menganggukkan kepalanya, sedikit tidak terbiasa dengan keramahan penjual itu.

Teringat saat dia membeli mobil kemarin, karena pakaiannya, orang-orang memandang rendah padanya, sekarang dia hanya memakai jas ternama, membuat orang-orang ini bersikap sangat ramah!

Penjual itu tersenyum bertanya: “Silahkan sebelah sini Tuan, Tuan ingin melihat jenis unit yang mana?”

Galvin Bai melihat sekilas, lalu bertanya: “Memiliki pemandangan yang bagus, lantainya sedikit lebih tinggi, dan permukaan yang luas.”

“Sebelah sini, tahap satu di gedung enam lantai dua puluh delapan, totalnya dua ratus meter persegi, kebetulan cocok dengan keinginanmu.”

Galvin Bai menganggukkan kepalanya, “Lumayan.”

Terdiam sejenak lalu kembali bertanya: “Apa masih ada yang lebih besar?”

Penjual itu tercengang sejenak, lalu merasa sangat senang, berucap menjelaskan: “Jika lebih besar lagi maka di sebelah sana area mansion.”

Galvin Bai melihat ke arah sana, menyadari lingkungan area mansion jauh lebih baik dibandingkan area kecil tempat tinggalnya sekarang, ditambah lagi tanah yang luas, akhirnya dia mengangguk berucap: “Kalau begitu mansion saja!”

Penjual itu merasa sangat senang, mansion ini seharga sepuluh miliar! Setidaknya komisinya sebesar ratusan juta, jika setelah ini dia tidak mendapatkan komisi, maka uang ini akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya!

“Baiklah, Tuan, mohon tunggu sebentar, aku akan pergi mengurus kesepakatan untukmu.” penjual itu menahan rasa senangnya, selesai berucap dia segera pergi mengurus kesepakatan.

Galvin Bai menunggu di tempatnya semula, sekalian melihat-lihat rumah yang lainnya.

“Galvin?”

Terdengar suara penuh keterkejutan dan kemarahan!

Mendengar suara ini Galvin Bai menolehkan kepalanya, sedikit tercengang.

Kenapa bertemu dengan Regan Zhao lagi? Benar-benar menyebalkan!

Regan Zhao juga merasa sangat menyebalkan, saat dia melihat Galvin Bai, dia kembali teringat dirinya yang dipermalukan kemarin hingga akhirnya dia berteriak dengan keras.

Karena teriakannya ini, semua orang yang ada di sana mendengarnya, dan memusatkan tatapan mereka padanya.

Galvin Bai menatap Regan Zhao dengan datar, melihat sikapnya, dia pasti datang untuk membicarakan kerja sama.

Regan Zhao berjalan menghampirinya, “Galvin, bagus sekali! Sekarang kamu sudah punya uang? Bahkan datang ke sini untuk membeli rumah?”

Selesai berucap dia kembali merendahkannya: “Apa kamu sanggup membelinya? Jangan pikir karena kamu sanggup membeli mobil, maka kamu sanggup membeli rumah, rumah di sini, setidaknya seharga tujuh delapan miliar.”

Dia mengira walaupun Galvin Bai memiliki uang, empat miliar sudah menjadi yang terbanyak, bagaimana bisa masih memiliki uang?”

Awalnya Galvin Bai tidak ingin menggubrisnya, namun melihatnya yang terlihat arogan seperti ini, membuatnya menyeringai: “Cih, karena aku sudah punya uang jadi kamu tidak akan mengembalikan uangku?”

Regan Zhao menggertakkan giginya, “Sialan apa kamu tahu bagaimana aku melalui hidupku? Kamu masih menginginkanku untuk mengembalikan uang?”

Galvin Bai mengangkat bahunya. “Tidak tahu, dan tidak ingin mengetahuinya.”

“Kamu!” Regan Zhao merasa sangat marah.

Galvin Bai melihat sekilas tas kerjanya, bertanya: “Datang untuk membicarakan kerja sama? Kerja sama apa? Dengan Blue Port Real Estate?”

“Bukan urusanmu!” Regan Zhao menatap tajam Galvin Bai, “Cih! Tunggu hingga perusahaanku bekerja sama dengan Marquis Group, semuanya akan berubah, empat miliarmu itu, tidak berarti apapun untukku!”

Blue Port Real Estate berada di bawah naungan Marquis Group, termasuk salah satu cabang perusahaan yang kecil.

Galvin Bai mengangkat alisnya, bekerja sama dengan Marquis Group! Kalau begitu mudah untuk dilakukan.

Tidak lagi memperdulikan Regan Zhao, dia langsung menelepon Vonny Long.

Saat ini, Regan Zhao menyadar pakaian yang dikenakan Galvin Bai, berucap merendahkan, “Cih! Hanya memiliki beberapa uang, langsung mengikuti orang lain mengenakan pakaian bermerek, benar-benar mengira dirinya telah menjadi orang kaya?”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014