Bab 11 Berlutut Padaku

by Robin 13:20,Jul 03,2020
Tapi aku belum mengatakan apapun?

Apakah ini dunia fantasi?

Friska Li duduk di dalam mobil dengan kebingungan, melihat surat kerja sama yang ada di tangannya, akhirnya dia merasa yakin, jika dirinya benar-benar telah berhasil mendapatkan suntikan dana.

Setelah perasaannya kembali tenang, Friska Li tidak kembali ke perusahaan, melainkan langsung pulang ke rumah.

Sejak awal Galvin Bai lah yang menyuruhnya untuk berusaha mendapatkan kerja sama, jadi dia merasa hal ini pasti ada hubungannya dengan Galvin Bai, dia ingin menanyakannya.

Setelah tiba di rumah, dia menemukan Galvin Bai, yang sedang memasak.

Galvin Bai menatap sekilas Friska Li, tersenyum berucap: “Kamu sudah pulang? Secepat ini?”

Friska Li menjawab sejenak, setelah mengganti sandalnya, dia kembali ke kamarnya, lalu kembali lagi ke dapur.

Melihat Galvin Bai yang terlihat sibuk, Friska Li berucap: “Aku berhasil mendapatkan suntikan dana.”

Galvin Bai tersenyum kecil, “Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?”

“Kenapa kamu memintaku untuk berusaha mendapatkan kerja sama dengan Marquis Group?” Friska Li langsung menanyakannya.

Galvin Bai sudah tahu sejak awal jika dia akan menanyakan hal ini, jadi dia menjawab: “Aku memiliki seorang teman yang bekerja di sana.”

Mendengar hal itu Friska Li merasa sedikit bingung, “Apa temanmu itu memiliki posisi yang tinggi?”

“Hmm.” Galvin Bai menganggukkan kepalanya, tidak mengatakan posisi apa sebenarnya.

Friska Li hanya menjawabnya sejenak, tidak lagi menanyakan apapun, dan berucap: “Terima kasih.”

Jika bukan karena Galvin Bai memiliki teman di Marquis Group, mungkin dia tidak akan berhasil mendapatkan suntikan dana.

Galvin Bai tersenyum sejenak, mengedipkan matanya pada Friska Li lalu berucap: “Aku ini suamimu, tidak perlu berterima kasih padaku.”

Wajah Friska Li memerah, mendelikkan matanya pada Galvin Bai, lalu membalikkan tubuhnya kembali ke kamar.

Galvin Bai yang melihat hal ini merasa jantungnya berdetak dengan kencang, saat Friska Li mendelikkan matanya padanya, benar-benar terlihat sangat menggemaskan.

Friska Li kembali ke kamarnya, menyentuh wajahnya yang memanas karena malu, teringat akan ucapan Galvin Bai tadi, hatinya menjadi menghangat.

Keesokan paginya, anggota keluarga Li kembali berkumpul di ruang rapat.

Raut wajah semua orang terlihat khawatir, bisa ditebak, jika pembahasan suntikan dana kemarin tidak terlalu lancar.

Terutama Steven Li.

Awalnya Steven Li ingin membahasnya baik-baik dengan Habert Liu, namun karena terlalu senang, membuatnya mengatakan bahwa awalnya keluarga besar telah memilih Friska Li untuk datang berdiskusi dengan Perusahaan Liu.

Siapa yang mengira setelah Habert Liu mengetahui hal ini dirinya langsung menjadi marah, bahkan berucap: “Suruh Friska Li untuk datang mendiskusikannya denganku, selain dia, aku tidak akan mendiskusikannya dengan siapapun! Cih! Kalian semua tidak pantas untuk hal ini!”

Seketika wajah Steven Li memucat, bahkan diusir dengan paksa oleh Habert Liu.

Bahkan saat Steven Li melihat Friska Li memasuki ruang rapat, raut wajahnya penuh dengan amarah, menatap Friska Li dengan tajam.

“Sekarang ini kita berada di situasi krisis, semuanya juga tidak menemukan jalan keluar, hanya kamu Friska yang masih bisa sesantai ini, kamu bahkan tidak memikirkan perusahaan, menyia-nyiakan perusahaan yang sudah mendidikmu, benar-benar tidak tahu terima kasih!”

Karena rasa marahnya yang besar, membuat Steven Li berucap dengan sangat tajam.

Semua orang yang berada di dalam ruang rapat mendengar ucapannya, semua orang memandang ke arahnya.

Kakek Li hanya terdiam, walaupun ucapan ini sangat kejam, namun dia tidak mengatakan apapun.
Beberapa orang lainnya, yang melihat Kakek Li terdiam, satu per satu mulai menghina Friska Li.

“Cih! Dia pasti sengaja memperburuk situasi, dia tahu jika tidak berhasil, maka dirinya akan hidup dengan bahagia!”

“Menurutku, Friska bisa sekejam ini, mungkin karena dia tidak mengetahui situasi perusahaan sekarang, tidak heran jika dirinya masih menjadi karyawan rendahan!”

“Cih, dia pasti tidak menyukai keluarga Li! Merasa keluarga Li memperlakukannya dengan tidak adil, dia juga tidak berkaca, memangnya siapa dirinya?”

Friska Li berpura-pura tidak mendengarnya, dia sudah terbiasa dengan semua penghinaan ini.

Kakek Li melihat sejenak pada semuanya, lalu terberdeham sejenak, akhirnya membuat semua orang terdiam.

”Karena semuanya sudah datang katakan bagaimana kondisi kemarin?”

Selesai berucap, semua orang tidak berani mengangkat kepalanya, karena tidak ada satu pun yang berhasil.

Saat ini, Friska Li berucap dengan datar: “Kakek, kepala manajer Blue Port Real Estate telah menyetujui suntikan dana, dan juga dia memberikan dana sebesar dua ratus miliar.”

“Prang!”

Terdengar suara yang nyaring, gelas teh yang ada di tangan Kakek Li jatuh ke atas lantai, dan pecah menjadi berkeping-keping.

Sang asisten segera menyuruh orang untuk membersihkannya.

Semua orang menunjukkan raut wajah terkejut.

“Tidak mungkin!”

“Bagaimana bisa?”

Beberapa saat kemudian, Steven Li kembali tersadar, mendengus dingin berucap: “Friska, kamu pikir dengan mengatakan kebohongan seperti ini maka dirimu akan terbebas? Blue Port Real Estate itu, perusahaan di bawah naungan Marquis Group, dan lagi memangnya siapa kamu, hanya seorang karyawan rendahan, yang berharap bisa bekerja sama dengan Marquis Group?”

“Benar, bagaimana mungkin Marquis Group bisa memberikan suntikan dana dengan mudah? Perusahaan Li ini hanyalah perusahaan kecil, mereka bahkan tidak tertarik sama sekali pada perusahaan kita!”

“Cih, dia memang berbohong, tidak perlu membicarakan bersedia atau tidaknya perusahaan itu memberikan suntikan dana, jika bersedia pun, bagaimana mungkin memberikan sebanyak dua ratus miliar?”

Friska Li mengerutkan alisnya, mengeluarkan surat kerja sama, “Ini surat kerja sama dengan mereka, silahkan Kakek lihat, Kepala Manajer Zhang mengatakan jika sudah yakin tidak ada kesalahan, maka dia boleh membawanya untuk ditandatangani.”

Semua orang tercengang.

Kakek Li menerima surat kerja sama itu.

Steven Li yang melihat hal ini merasa panik, berucap tidak terima: “Friska, kamu membawa surat kerja sama palsu untuk mengelabui orang, apa kamu pikir kita semua bodoh?”

“Cih! Dia itu berbohong dengan persiapan yang matang, tentu saja harus membawa surat kerja sama palsu!”

“Apa gunanya? Semua itu palsu, perusahaan itu juga tidak akan mungkin memberikan suntikan dana!”

Kakek Li yang mendengar suara semua orang, seketika merasa kesal, namun tidak bisa menyembunyikan tatapannya yang terlihat senang dan bersemangat, “Tutup mulut kalian!”

Seketika, semua orang terdiam, merasa terkejut.

“Apakah, surat kerja sama ini asli?”

Bagaimana mungkin Kakek Li tidak bisa membedakan surat kerja sama yang asli dan palsu, karena hal ini, dia merasa luar biasa senang, suntikan dana sebesar dua ratus miliar, perusahaan lainnya menginginkan saham sepuluh persen dari Perusahaan Li, bagi Perusahaan Li, ini adalah sebuah jebakan besar, dan lebih baik tidak menerima uang mereka.

Steven Li mengepalkan tangannya dengan kuat, merasa sangat menyesal.

Seandainya dia mengetahui jika Blue Port Real Estate sangat mudah untuk diajak kerja sama, dia tidak akan mau bertukar, hingga membuatnya dipermalukan dan diusir oleh Habert Liu!

Kakek Li melihatnya berapa kali, lalu kembali mengembalikan surat kerja sama itu pada Friska Li, dan tersenyum dengan sangat lembut,”Friska, kali ini kamu melakukan dengan sangat baik, mulai sekarang kamu bertanggung jawab pada proyek ini, jika memerlukan sesuatu nantinya segera katakan, Kakek akan berusaha memenuhi keinginanmu.”

Ini adalah pertama kalinya Friska Li melihat Kakek Li sebaik ini padanya, membuatnya merasa tidak terbiasa.

Namun, semuanya mulai berkembang ke arah yang lebih baik.

Friska Li menerima surat kerja sama itu, menyunggingkan sudut bibirnya, melihat sekilas Steven Li.

Steven Li yang melihat hal ini tentu saja menganggap Friska Li sedang memprovokasinya.

Friska Li berucap dengan datar: “Kemarin kita sudah sepakat, aku berhasil mendapatkan suntikan dana kali ini, menurutmu apa yang harus kamu lakukan?”

Steven Li menatap Friska Li dengan marah, “Hanya sebuah candaan, kamu sungguh menganggapnya serius? Lagi pula, jika bukan karena aku bertukar denganmu, apa kamu akan berhasil?”

Friska Li mendengus dingin, “Candaan?”

“Jika seandainya hari ini aku tidak berhasil, apa yang akan kalian lakukan? Kalian pasti akan memaksaku untuk memutuskan hubungan dengan keluarga Li, dan menyuruhku pergi dari keluarga Li, benarkan?”

“Kalian!” Friska Li menyapu tatapannya pada semua orang, “Kalian satu per satu akan terus mempermalukanku, menghinaku, bahkan menginginkanku untuk bersujud pada Steven, bukankah begitu?”

Semua orang yang mendengar hal ini, saling bertatapan, benar ucapannya, mereka juga mengetahui, apa yang akan mereka lakukan.

Friska Li menatap ke arah Kakek Li, berharap setelah dirinya berhasil mendapatkan suntikan dana Kakek Li akan memperlakukannya sedikit lebih adil.

Namun Kakek Li hanya berdeham sejenak, tidak mengatakan apapun.

Friska Li tersenyum dingin, dia benar-benar sangat naif, disaat seperti ini, apa yang bisa dia harapkan?

Namun dia merasa sedikit tidak terima, dia benar-benar ingin menyuruh Steven Li untuk berlutut, namun tanpa perintah Kakek Li, dia tidak bisa melakukannya.

Mengenai pembahasan suntikan dana dengan Perusahaan Liu, Friska Li tidak memperdulikan sama sekali!

Namun Kakek Li tetap lebih berpihak pada Steven Li, di situasi seperti ini, bagaimana mungkin dia mengatakannya?

Cih! Apapun yang dia lakukan, posisinya, tidak akan pernah sebanding dengan Steven Li!

Friska Li juga tidak ingin banyak berucap, hanya memandang Steven Li lalu berucap: “Kamu berlutut atau tidak, aku tidak memperdulikannya sama sekali, suntikan dana dari Perusahaan Liu aku juga tidak akan memperdulikannya, aku hanya ingin membuatmu tahu, jangan selalu mengira hanya dirimu yang bisa melakukan semua hal dengan baik, orang lain tidak lebih buruk darimu!”

Selesai berucap, saat raut wajah Steven Li terlihat sangat tidak baik, dia langsung pergi dari sana dengan puas.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014