Bab 10 Suntikan Dana Perusahaan Li

by Robin 13:20,Jul 03,2020
Di acara tahunan keluarga besar, Habert Liu telah memberikan hadiah sebesar itu, pasti bermaksud untuk menjalin hubungan baik dengan keluarga Li, kalau begitu jika dia pergi membicarakan kerja sama, pasti akan sangat lancar, kesempatan sebagus ini, bagaimana bisa dia membiarkan Friska Li merebutnya begitu saja?

Mengenai milik Steven Li sendiri, adalah Blue Port Real Estate, Blue Port Real Estate ini berada di bawah naungan Marquis Group, sulit untuk bekerja sama dengan mereka, apalagi membahas mengenai suntikan dana.

Steven Li melihat Friska Li sejenak, berucap: “Friska, ayo kita bertukar.”

Selesai berucap tanpa memberikan Friska Li kesempatan untuk menolak, dia langsung mengulurkan tangannya mengganti dokumen mereka berdua.

Suara dari gerakan ini menarik perhatian semua orang.

Steven Li terdiam sejenak, tersenyum pada Kakek Li lalu berucap: “Kakek, hubunganku dengan Tuan muda Liu cukup baik, jika aku yang pergi, masalah suntikan dana ini pasti akan sangat lancar, jika Friska yang pergi, mungkin saja akan gagal, bukankah itu sama dengan melewatkan yang yang besar untuk suntikan dana?”

“Dan juga, aku mengenal seorang teman yang bekerja di Blue Port Real Estate, jika Friska pergi ke sana, tidak akan terlalu sulit, nanti aku akan memberitahunya.”

Kakek Li menjawab sejenak, lalu bertanya: “Friska, apa kamu bersedia pergi ke sana?”

Dibandingan dengan Perusahaan Liu, Blue Port Real Estate lebih sulit untuk ditangani, namun Friska Li berucap: “Aku bersedia.”

Semua orang terkejut.

Ternyata dia bersedia untuk pergi ke Blue Port Real Estate, itu adalah dibawah naungan Marquis Group.

Namun jika dipikir-pikir benar juga, Friska Li tidak pernah mendapat perlakuan baik dari Kakek Li, kesempatan yang bagus tentu saja akan dia berikan pada Steven Li.

Steven Li menatap Friska Li sekilas dengan penuh kemenangan, dia lah cucu kesayangan kakek.

Friska Li tidak mempermasalahkannya.

Walaupun sulit dia tidak ingin berhadapan dengan Habert Liu, dia akan pergi mendapatkan suntikan dana dengan kemampuannya sendiri, seandainya gagal, yang terpenting dia telah berusaha semampunya.

Tidak hanya itu, dan juga karena Galvin Bai.

Pagi ini saat keluar, Galvin Bai melihat raut wajah Friska Li yang terlihat tidak baik, lalu dia menanyakan apa yang terjadi.

Friska Li mengatakan sejenak mengenai situasi Perusahaan Li, Galvin Bai mengatakan padanya, jika ada pilihan berdiskusi dengan Marquis Group, maka kamu harus berusaha semampumu.

Walaupun Friska Li merasa bingung, namun melihat tatapan yakin Galvin Bai, detik berikutnya dia langsung mempercayai Galvin Bai.

Setelah selesai rapat, dia bangkit berdiri berjalan keluar.

“Apa Friska bodoh? Marquis Group bukanlah perusahaan biasa.”

“Bukankah memang seperti itu? Itu adalah perusahaan terbesar di Kota T, mana mungkin dia tertarik pada Perusahaan Li?”

“Aish! Kak Steven pasti akan mendapatkan suntikan dana dengan mudah, Friska ini, sudahlah tidak perlu membicarakannya!”

Friska Li mendengar semua orang yang membicarakannya, tidak bereaksi apapun.

Berjalan hingga ke pintu keluar, masih terdapat beberapa saudara keluarga Li.

Steven Li memanggilnya sejenak, “Friska, apa mau kakak antarkan? Jika kamu pergi ke sana dengan mobilmu, aku takut orang-orang akan menghina Perusahaan Li, mungkin saja mereka tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam.”

“Haha......” beberapa orang yang mendengar hal ini tertawa dengan keras.

Friska Li mengerutkan alisnya, tidak menggubris mereka, berjalan ke arah mobil tua miliknya.

Steven Li menghampirinya, “Friska, apa kamu benar-benar akan pergi ke Blue Port Real Estate seperti ini? Kamu jangan berkhayal! Daripada pergi membahas suntikan dana yang tidak mungkin berhasil, lebih baik kamu langsung pulang ke rumah saja, berdiam diri di dalam rumah dengan suamimu yang tidak berguna itu!”

Friska Li berhenti sejenak, mendelik pada Steven Li, “Siapa bilang aku tidak bisa berhasil?”

Seketika semua orang terdiam.

Saat semuanya terdiam, Steven Li mendecih sejenak: “Dengan dirimu yang seperti ini? Kamu pikir siapa dirimu?”

“Bagaimana bisa mengetahuinya jika tidak mencobanya?” ucap Friska Li dengan dingin.

Steven Li mendecih pelan, “Cih, jika kamu berhasil, aku akan berlutut meminta maaf padamu, lalu menyerahkan Perusahaan Liu padamu untuk pergi mendiskusikannya!”

“Baik!” ucap Friska Li mengepalkan tangannya.

Steven Li terkejut, ternyata dirinya berani menyetujuinya?

“Baiklah, karena kamu sudah menyetujuinya, kalau begitu bagaimana jika kamu tidak berhasil?”

Friska Li mendengus dingin, “Apa yang kamu inginkan?”

“Jika kamu tidak berhasil, aku ingin kamu mengakui di hadapan umum jika kamu tidak ada hubungan apapun dengan keluarga Li!” ucap Steven Li dengan wajah yang menggelap.

Mata semua orang terlihat berbinar, jika Friska Li mengakui tidak memiliki hubungan dengan keluarga Li, maka saat pembagian harta keluarga, tidak akan ada bagian untuk Friska Li, maka mereka akan mendapatkan lebih banyak.

Friska Li menggertakkan giginya, “Baik!”

Senyuman Steven Li semakin lebar, “Kalau begitu kutunggu kabar baik darimu!”

Friska Li tidak lagi memperdulikan mereka, langsung mengendarai mobilnya bersiap untuk pulang ke rumah.

Di perjalanan, ibu Friska Li Sally Liu meneleponnya, karena sedang mengemudi, dia tidak mengangkatnya.

Namun Sally Liu terus meneleponnya tanpa henti, akhirnya Friska Li mencari sisi jalan untuk berhenti sejenak, lalu mengangkat telepon Sally Liu.

“Ibu.”

Sally Liu yang mendengar suaranya segera berteriak, “Kamu pikir kamu hebat? Jika Citra tidak mengatakan padaku bahwa kamu menyetujui syarat Steven, aku masih tidak mengetahui apapun! Apa kamu masih menganggap orang tuamu?”

Friska Li mengerutkan alisnya, Citra Li adalah kakak sepupu satu-satunya di keluarga Li yang memiliki hubungan cukup baik dengan Friska Li.

Dia menyetujui syarat Steven Li tadi, Citra Li langsung memberitahu ibunya.

“Ibu, kamu jangan panik dulu, masalahnya tidak seperti yang kamu pikirkan.” Friska Li tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya.

Galvin Bai sangat yakin memintanya untuk berusaha mendapatkan kerja sama dengan Marquis Group, dia hanya mempercayai Galvin Bai, mengenai alasannya, dia juga tidak tahu mengapa.

Sally Liu tidak memperdulikan masalah lainnya, “Tidak seperti yang aku pikirkan, kalau begitu bagaimana? Kamu bahkan sudah menyetujuinya kan? Mau bagaimana lagi? Jangan katakan apapun, cepat kembali ke rumah!”

Friska Li yang mendengar hal itu meragu sejenak, langsung memutuskan sambungan telepon, dan mematikan handphonenya.

Sally Liu menatap handphonenya, lalu langsung membanting tubuhnya duduk di atas sofa, “Habislah kita!”

Albert Li duduk di atas sofa dengan tenang, sambil membaca koran, berucap, “Seharusnya Friska melakukan ini sejak awal.”

“Kamu bodoh!” Sally Liu semakin marah, “Jelas-jelas tidak akan berhasil, masih berani menyetujui syarat itu, ini sama saja dengan membawa kita ke dalam neraka!”

“Dan juga kamu, jika bukan karena kamu yang sangat tidak berguna, bagaimana mungkin kita berada di situasi seperti ini? Coba kamu lihat saudaramu yang lainnya, apa ada yang seperti keluarga kita ini?”

Albert Li membaca koran dalam diam, menggelengkan kepalanya tersenyum pahit.

Di sisi lain, Friska Li keluar dari rumah sewanya, setelah mengganti pakaiannya, dia bersiap untuk pergi ke Blue Port Real Estate.

Tiba-tiba Galvin Bai keluar dari dalam kamar, setelah melihat Friska Li dia bertanya: “Mau pergi ke mana?”

“Blue Port Real Estate, membahas mengenai suntikan dana.”

Galvin Bai mengangguk dengan tenang, “Oh.”

Pembicaraan selesai, Friska Li langsung pergi keluar.

Setelah melihat Friska Li keluar, Galvin Bai menelepon seseorang, “Alihkan telepon pada kepala manajer Blue Port Real Estate.”

......

Friska Li baru saja tiba di depan pintu, terlihat seorang wanita dengan pakaian kerja berwarna hitam berjalan menghampirinya, “Permisi, apakah kamu Nona Friska Li?”

Friska Li sedikit terkejut, lalu segera menganggukkan kepalanya, “Benar.”

Wanita itu sedikit tersenyum, “Apa kabar Nona Li, aku adalah Winnie, asisten kepala manajer, silahkan ikuti aku.”

Friska Li berjalan mengikuti Winnie hingga tiba di depan ruangan kepala manajer.

Kepala manajer adalah seorang pria berusia lima puluhan, tubuhnya terlihat sedikit pendek, namun tidak menghilangkan aura kekuasaannya.

“Nona Li.” setelah kepala manajer melihat Friska Li dia langsung bangkit berdiri menyapanya.

Friska Li merasa sedikit terkejut, “Kepala manajer.”

Setelah kepala manajer menganggukkan kepalanya, dia langsung mengambil dokumen kerja sama dan menyerahkannya pada Friska Li, “Nona Li, ini kerja samanya, silahkan kamu lihat, jika tidak ada masalah bisa langsung ditandatangani.”

Friska Li tercengang melihat isi kerja sama itu.

“...... Dua ratus miliar?”

Friska Li melebarkan kedua matanya, merasa sangat terkejut.

Perusahaan Li hanyalah perusahaan kecil, berdasarkan perhitungan, suntikan dana untuk proyek baru memerlukan seratus miliar, bahkan mereka tidak bisa mengeluarkan uang sebesar seratus miliar, maka dari itu mereka membutuhkan suntikan dana, namun Marquis Group langsung mengeluarkan uang sebesar dua ratus miliar sekaligus!

Masih berada di situasi tidak bisa menanyakan apapun, ini membuat Friska Li sulit untuk mempercayainya.

Saat Friska Li keluar dari Blue Port Real Estate, dia merasa dirinya seperti sedang bermimpi.

Semudah ini berhasil mendapatkannya?

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014