Bab 9 Kamu Pasti Sanggup Membelinya

by Robin 13:20,Jul 03,2020
“Berpakaian bagaimanapun, tidak akan bisa menutupi dirimu yang miskin!”

Belum telepon itu tersambung, mendengar ucapan Regan Zhao, Galvin Bai segera membalasnya, “Aku orang miskin yang bahkan tidak sanggup membelinya, kamu pasti sanggup membelinya kan?”

Regan Zhao tersentak, dirinya bahkan tidak sanggup membelinya, keuangan perusahaan sedang berada dalam kondisi tidak baik, dia mendapatkan uang dari mana untuk membeli rumah di sini?

Maksud dari ucapan ini adalah dirinya bahkan tidak sebanding dengan orang miskin?

Saat ini, telepon telah tersambung.

“Halo, Asisten Long, hubungi manajer Blue Port Real Estate, katakan padanya untuk membatalkan kerja sama dengan Perusahaan Periklanan Refly.”

Vonny Long mengerutkan alisnya di seberang telepon, “Presdir......”

“Ini pemberitahuan, bukan pendapat.” selesai berucap Galvin Bai langsung menutup teleponnya.

Regan Zhao yang mendengar nama asisten Marquis Group dan perusahaannya, tertegun sejenak.

Kemudian tertawa dengan keras, “Galvin, apa kamu gila? Kamu mengira dengan berpura-pura menelepon, maka kamu benar-benar mengenal asisten Marquis Group?”

“Walaupun mengenalnya, kamu pikir siapa kamu? Apa yang kamu katakan tadi, apa Asisten Long akan melakukannya?”

Galvin Bai tersenyum dengan acuh, “Bukankah kamu ingin membicarakan kerja sama? Tidak menghargai waktu bukanlah kebiasaan yang baik.”

“Kamu!” Regan Zhao menggertakkan giginya, “Tunggu pembalasanku!”

Selesai berucap, Regan Zhao terpaksa masuk ke dalam mencari manajer, kerja sama ini sangat penting baginya, tidak boleh ada sedikit kesalahan pun.

Saat ini, kebetulan penjual yang mengurus kesepakatannya telah kembali, setelah selesai mengurus semuanya, dia menyerahkannya pada Galvin Bai.

Galvin Bai menganggukkan kepalanya dengan sangat puas, lalu mengambil barangnya dan berjalan keluar.

Sedangkan Regan Zhao, setelah masuk mencari manajer, manajer itu menyambutnya dengan senyuman.

“Direktur Zhao, senang bertemu denganmu.”

Regan Zhao tersenyum, “Manajer Liu, senang bertemu denganmu.”

Kedua orang itu duduk bersama, membahas masalah kerja sama.

Hanya saja baru membahasnya selama beberapa menit, Manajer Liu menerima telepon dari Vonny Long, “Maaf, aku akan menerima telepon dulu.”

“Silahkan.” tentu saja Regan Zhao tidak berani melarangnya.

Tidak lama kemudian, Manajer Liu kembali setelah menerima telepon, walaupun di dalam benaknya merasa bingung, namun dia harus melakukannya sesuai perintah atasan.

Setelah masuk ke dalam, Regan Zhao tersenyum berucap: “Manajer Liu sudah kembali? Kalau begitu kita lanjutkan pembahasannya.”

Manajer LIu tidak kembali duduk, namun berucap: “Maaf, kami telah memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan perusahaanmu.”

Seketika senyuman di wajah Regan Zhao menjadi kaku, dirinya tertegun.

Bagaimana mungkin?

Tadi tidak seperti ini!

“Manajer Liu, bukankah tadi kita membicarakannya dengan baik? Kenapa tiba-tiba......” Regan Zhao sulit untuk mempercayainya.

Manajer Liu berucap dengan datar: “Karena kamu telah membuat masalah dengan orang yang tidak seharusnya, Marquis Group tidak akan melakukan kerja sama apapun dengan perusahaanmu lagi.”

Jdarr!

Regan Zhao merasa seperti disambar petir, membuatnya terdiam.

Membuat masalah dengan orang yang tidak seharusnya?

Dia membuat masalah dengan siapa?

Saat ini, tiba-tiba Regan Zhao teringat dengan telepon Galvin Bai tadi, melebarkan kedua matanya.

“Galvin? Apa itu Galvin Bai?” tanya Regan Zhao berdiri tidak terima.

Manajer Liu tidak mengenal Galvin Bai, dan tidak mengetahui jika presdir yang baru adalah Galvin Bai, hanya berucap: “Direktur Zhao, aku hanya mengikuti perintah atasan, mengenai masalah lainnya aku tidak mengetahuinya.”

Tanpa menunggu Regan Zhao berucap, Manajer Liu kembali berucap: “Aku masih ada urusan lain, aku tidak akan melayani Direktur Zhao lagi.”

Regan Zhao diusir dengan halus.

Tiba di ruang tengah real estate, Regan Zhao masih tercengang, “Tidak mungkin!”

Galvin Bai hanyalah orang miskin, bagaimana mungkin mengenal Asisten Long?

Ditambah lagi, hal ini mempengaruhi keuntungan perusahaan, Asisten Long tidak memiliki alasan untuk mengikuti ucapan Galvin Bai begitu saja!

Benar, ini pasti kebetulan! Dia pasti hanya sedang menakutinya saja tadi!

Regan Zhao yang mengira mengenal latar belakang Galvin Bai, bagaimanapun tidak akan menyangka, jika Galvin Bai adalah presdir dari Marquis Group.

......

Galvin Bai telah kembali ke rumah Friska Li, saat tiba, Friska Li masih belum pulang, dia langsung masuk ke dalam kamar mengganti jas mahalnya lalu menyembunyikannya di dalam lemari.

Setelah keluar dia melihat sekilas ke arah kulkas, menyadari masih ada sayur, Galvin Bai langsung melipat lengan pakaiannya bersiap untuk memasak.

Kebetulan, Friska Li telah pulang.

“Galvin?” Friska Li mendengar suara dari arah dapur.

Galvin Bai yang mengenakan apron, terlihat seperti ibu rumah tangga, “Sudah pulang? Kebetulan, sebentar lagi sudah boleh makan.”

Friska Li menganggukkan kepalanya, melihat bayangan Galvin Bai yang berada di dalam dapur, tiba-tiba membuatnya merasa hangat.

Selesai makan, Galvin Bai pergi mencuci piring, agar Friska Li bisa beristirahat, Friska Li juga tidak mengatakan apapun, langsung kembali ke kamarnya.

Selesai mencuci piring keluar dari dapur, Galvin Bai melihat sekilas pintu kamar Friska Li yang tertutup rapat, menghela nafas berat, lalu kembali ke kamarnya sendiri.

Terdengar suara Friska Li dan Fiona Zhou yang sedang melakukan video call dari kamar sebelah.

“Sayang, hari ini menyebalkan sekali!”

“Kenapa? Ada masalah apa?”

Fiona Zhou mendengus sejenak, “Aku bertemu dengan pria tua yang mesum! Dengan matanya yang genit!”

“Hah, kalau begitu apa kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja, untung saja ada presdir Marquis Group itu, dia yang menyelamatkanku, ah, ngomong-ngomong, aku merasa aku menyukainya!”

“Menyukainya? Dengan presdir Marquis Group itu?”

“Benar!” Fiona Zhou berucap dengan wajahnya yang tersenyum lebar.

Friska Li merasa tidak bisa berkata-kata, “Umur presdir Marquis Group sudah tua kan? Apa kamu melihat wajahnya?”

Fiona Zhou menceritakan kembali apa yang dia alami pada Friska Li, lalu berucap: “Aku tidak perduli, dilihat dari punggungnya pasti pria itu masih muda, tidak lebih dari usia tiga puluh tahun, pokoknya aku menyukainya!”

Dengan terpaksa Friska Li berucap menyadarkannya: “Kamu jangan terlalu berharap, lebih baik realistislah sedikit, mungkin saja presdir itu tidak bisa melihat karyawannya diperlakukan seperti ini maka dari itu bertindak seperti itu, mungkin bahkan dia tidak tahu siapa dirimu.”

“Belum tentu, ngomong-ngomong, aku merasa punggungnya sedikit familiar, suaranya juga, seperti suara suamimu Galvin, suamimu itu tidak mungkin diam-diam seseorang yang kaya, dan menjadi presdir di Marquis Group kan?”

“Bagaimana mungkin?” Friska Li membelalakkan matanya.

Fiona Zhou tertawa dengan keras.

Galvin Bai yang mendengar pembicaraan kedua orang itu, tersenyum pahit, jika Fiona Zhou mengetahui bahwa dirinya benar-benar presdir Marquis Group, sepertinya dia akan menggila.

Bahkan Friska Li, dirinya pasti sulit untuk menerima hal ini kan? Jelas-jelas dirinya lahir di desa, bagaimana mungkin menjadi presdir Marquis Group?

......

Keesokan paginya, di ruang rapat Perusahaan Li.

Semua petinggi yang ada di Perusahaan Li telah datang.

Kakek Li menatap sekilas semuanya, berucap dengan serius: “Perusahaan bisa menjadi seperti hari ini, karena telah melalui usaha keras dari tiga generasi, namun sekarang ini teknologi berkembang dengan sangat cepat, gaya bisnis perusahaan telah ketertinggalan.”

“Namun harus berubah, mulai mempromosikan proyek baru, harus membutuhkan banyak suntikan dana.”

Selesai Kakek Li berucap, dia menyuruh asisten yang ada di sampingnya membagikan dokumen pada generasi yang lebih muda.

“Kita membutuhkan suntikan dana, masalah ini kalian perlu mendiskusikan mengenai suntikan dana, berhasil atau tidaknya bergantung pada kalian.”

“Kebetulan kesempatan untuk mengembangkan diri, siapa yang terlihat menonjol di suntikan dana kali ini, akan menjadi pilihan keluarga besar dididik lebih.”

Saat mengucapkan syarat ini, semua orang menjadi bersemangat, satu per satu mengepalkan tangan mereka, ingin menunjukkan diri mereka.

Sedangkan Friska Li setelah melihat perusahaan yang terpilih untuknya, dia mengerutkan alisnya.

Dia perlu mendiskusikan soal suntikan dana dengan Perusahaan Liu, yaitu perusahaan di mana terdapat Habert Liu.

Masalah yang terjadi kemarin masih terbayang-bayang dipikirannya, dia benar-benar tidak ingin berhadapan dengan Habert Liu.

Namun, ada seseorang yang sangat senang untuk pergi ke sana.

Steven Li melihat Friska Li mendapatkan Perusahaan Liu, segera mendapatkan ide.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014