Bab 5 Ucapan Terima Kasih

by Robin 13:19,Jul 03,2020
“Kamu mengenal atasan di sini?” saat ini, tatapan Fiona Zhou pada Galvin Bai, tidak ada lagi tatapan merendahkan seperti sebelumnya.

Galvin Bai mengalihkan pembicaraan, “Sudah kukatakan kamu harus jaga rahasia ini, jangan mengatakannya pada Friska.”

Fiona Zhou menarik sudut bibirnya, “Tenang saja!”

Galvin Bai tersenyum, “Sebagai ucapan terima kasih, aku akan mentraktirmu malam ini.”

Fiona Zhou memutar bola matanya, “Lupakan jika hanya makan, baru-baru ini aku menyukai sebuah kalung, bagaimana jika kamu membelikannya untukku? Tidak terlalu mahal, hanya beberapa juta.”

Ini jauh lebih mahal dari sebuah porsi makanan, lagi pula sekarang Galvin memiliki uang, tentu saja tidak boleh disia-siakan!”

Galvin Bai yang mengerti, tersenyum mengangguk, “Baiklah, ada di mana, kita ke sana sekarang.”

Fiona Zhou tersenyum senang, menghentikan sebuah taksi, lalu pergi ke toko perhiasan dengan Galvin Bai.

Tiba di toko perhiasan, pramuniaga membawa mereka masuk ke dalam dengan sopan, hingga ke sisi lemari kaca.

Pramuniaga yang bertugas di lemari kaca itu tersenyum, melihat Galvin Bai dan Fiona Zhou, senyuman di wajahnya sedikit menghilang, tatapannya sarat akan merendahkan, “Tuan Nona, kalian ingin melihat model apa?”

Fiona Zhou langsung menunjuk kalung yang ada di lemari kaca itu, “Aku mau model ini.”

Pramuniaga itu mengeluarkan kalung itu dengan sedikit tidak senang, Fiona Zhou mengambil kalung itu dan mencobanya sejenak, merasa sangat puas, “Aku mau ini.”

Galvin Bai mengangguk, mengeluarkan kartu Imperial: “Gesek.”

Pramuniaga itu menatap ragu padanya, lalu menerimanya, membawanya untuk digesek.

Fiona Zhou tersenyum berucap: “Terima kasih!”

“Sama-sama.” balas Galvin Bai tersenyum, melihat ke arah Fiona Zhou.

Fiona Zhou memang memiliki tubuh bagus, terutama bagian tulang selangka, membuat orang tidak bisa berhenti menatapnya, ditambah lagi dengan kalung ini yang sedikit berkilau, semakin membuat orang berimajinasi tentangnya.

Tentu saja, di dalam hati Galvin Bai masih memikirkan Friska Li, jadi dia hanya melihatnya sekilas lalu mengalihkan tatapannya.

Saat pramuniaga itu kembali, senyuman di wajahnya terlihat tulus, dan juga terdapat sedikit ketakutan, beruntung sikapnya tadi tidak terlalu berlebihan.

“Tuan, ini kartu dan bukti pembayarannya.”

Galvin Bai melihatnya sekias, mengambil kembali kartu dan bukti pembayaran, lalu memberikan bukti pembayaran itu pada Fiona Zhou, “Punyamu.”

Fiona Zhou segera menerimanya, melihat kalung miliknya, membuatnya merasa sangat senang.

Saat ini, tiba-tiba pramuniaga itu berucap: “Tuan, Nona, begini, karena hari ini sedang ada diskon, jadi atasan kami memberikan cincin pasangan untuk kalian.”

Selesai berucap pramuniaga itu mengeluarkan sepasang cincin yang harganya cukup mahal.

Hah? Diskon? Seingat Fiona Zhou tidak ada diskon belakangan ini?

Dan jelas-jelas cincin ini seharga puluhan juta, diberikan pada orang begitu saja?

Seketika Fiona Zhou tercengang, kembali teringat pada cincin pasangan yang tadi dia katakan, langsung merasa canggung, menatap sungkan pada Galvin Bai.

Galvin Bai yang tercengang di saat yang sama juga merasa sedikit canggung, berdeham sejenak, “Dia hanya temanku.”

“Hah?” saat ini gantian pramuniaga itu yang merasa canggung.

Sepasang pria dan wanita datang membeli perhiasan, dan juga pria itu membelikannya untuk wanita yang ada di sampingnya, ternyata bukan sepasang kekasih?

Galvin Bai berucap dengan datar: “Tidak perlu memberi cincin.” mereka bukanlah pasangan, dan juga, dia merasa, ini karena kartu Imperial.

Pramuniaga itu merasa kebingungan, tidak tahu harus mengatakan apa.

Tiba-tiba Fiona Zhou bereaksi, segera menarik Galvin Bai, “Hei! Kamu menolak cincin gratis, apa kamu bodoh?”

Galvin Bai mengedipkan matanya, “Aku takut Friska salah paham.”

“Ehh......” Fiona Zhou tertegun sejenak, menarik bibirnya berucap: “Baiklah!”

Walaupun sepasang cincin itu terlihat sangat memukau, namun jika dipikir Galvin Bai adalah suami Friska Li, walaupun tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua, namun sepertinya tidak terlalu baik melakukan hal ini, ditambah lagi, siapa yang ingin menjadi pasangannya?

Akhirnya Fiona Zhou mendengus sejenak, langsung keluar tanpa memperdulikan Galvin Bai.

Galvin Bai mengangkat bahunya, ikut berjalan keluar.

Pramuniaga itu merasa kebingungan, “Tidak berhasil memberikannya bagaimana ini?”

Di saat yang sama, atasan yang sedari tadi melihat dari ruang istirahat berjalan keluar, “Tidak apa jika tidak berhasil memberikannya, lain kali jika bertemu dengannya lebih berhati-hatilah!”

Itu adalah pemegang kartu Imperial! Bagaimana bisa tidak memperlakukannya dengan baik?

“Baik, bos.” pramuniaga itu menganggukkan kepalanya.

......

Di malam hari, acara tahunan di rumah keluarga Li masih berlanjut.

Friska Li kembali lagi ke tempat ini, bagaimanapun ini adalah acara tahunan keluarga besar, jika dia pergi begitu saja, terlihat sangat tidak pantas.

Steven Li yang melihat Friska Li, bertanya dengan berpura-pura perhatian: “Friska, apa yang kamu lakukan saat pergi tadi? Meminjam uang? Atau menjual rumah?”

Friska Li mendinginkan wajahnya, “Apa ada hubungannya denganmu?”

“Bagaimana bisa tidak ada hubungannya denganku? Kalian meminjam uang atau menjual rumah bukankah untuk mengembalikan uangku?” Steven Li menyeringai sejenak.

Friska Li tertegun, langsung membalikkan tubuhnya, duduk di ujung meja makan, tidak menggubrisnya.

Wajah Steven Li sedikit menggelap, posisinya yang tinggi di keluarga ini, semua orang bersikap baik padanya, tidak ada yang berani membuang wajahnya seperti ini!

“Cih! Benar-benar hanya orang-orang setara yang bisa saling berkumpul! Hanya orang yang tidak bergunalah yang menikah dengan sejenisnya!”

Di keluarga Li, tidak ada berani memperlakukannya seperti ini, dia ingin melihat, siapa yang akan berada di pihak Friska Li!

Friska Li menganggap tidak mendengarnya, awalnya yang sudah tidak menyenangkan, dia tidak boleh kembali membuat masalah di acara tahunan keluarga, dia juga tidak boleh mengganggu kebahagiaan Kakek Li.

Namun tatapan semua orang terus melihat ke arahnya, membuat Friska Li merasa sangat canggung, akhirnya dia mencari tempat untuk bersembunyi.

Melihat hal ini Steven Li menyeringai, “Semua orang sedang menatapmu, kenapa kamu menundukkan kepala? Betapa tidak sopannya kamu?”

Seketika, tatapan semua orang berubah menjadi penghinaan, tidak puas, merendahkan, seperti Friska Li telah membuat kesalahan yang sangat besar.

Friska Li tidak mengatakan apapun, melihat sekilas Kakek Li.

Kakek Li memilih untuk tidak menatapnya, terus tertawa dan berbincang dengan yang lainnya, hanya bisa terdiam menerima hinaan dari Steven Li untuknya.

Friska Li merasa sedikit sedih, semuanya adalah cucu kakek, namun mengapa mendapatkan perilaku yang sangat berbeda?

Saat ini, putri bibinya Debbie Zhang yang berada di samping tiba-tiba tersenyum berucap pada Friska Li: “Friska, ayo, makanlah yang banyak.”

Friska Li tersenyum padanya, benaknya berpikir, masih ada orang yang berbeda.

Namun ucapan Debbie Zhang selanjutnya membuat wajah Friska Li memerah menahan amarah, “Kalian pasti tidak pernah makan sayur mahal seperti ini, sekarang kamu harus makan yang banyak.”

“Benar! Untuk satu porsi sayur ini bisa menghemat banyak uang!” Steven Li dan Debbie Zhang saling bertukar tatap, berucap dengan tertawa.

Raut wajah Friska Li terlihat sangat tidak baik, menggenggam erat sumpit yang ada di tangannya.

Debbie Zhang berpura-pura tidak tahu, “Oh iya, kenapa tidak mengajak Galvin datang? Dia pasti tidak pernah makan sayur semahal ini kan? Biarkan dia mencicipinya, agar dia mengetahui bagaimana rasanya!”

“Supaya, dia tidak mempermalukan keluarga kita lagi lain kali!”

Steven Li mendengus pelan, “Apa Galvin pantas untuk keluarga Li?”

“Benar juga, manusia tidak berguna seperti itu, bahkan tidak sebanding dengan anjing di rumah keluarga Li!” terdengar suara Debbie Zhang di telinga Friska Li.

Tangan Friska Li bergetar di bawah meja, orang-orang ini demi membuat Steven Li senang, menggunakan kesempatan ini untuk menghinanya.

Namun dia hanyalah seorang wanita, menghadapi penghinaan seperti ini, hatinya merasa sedih hingga membuat matanya berkaca-kaca, dan memerah.

Saat yang sama, pengurus rumah Paman Dong masuk ke dalam.

“Kakek Li, ada orang yang memberikan hadiah.”

Hmm?

Semua orang merasa kebingungan.

Kakek Li bertanya: “Siapa yang memberikannya?

Paman Dong menggelengkan kepalanya: “Selesai memberikan hadiah orang itu langsung pergi, tidak menyebutkan namanya.”

Semua orang tercengang.

Datang memberikan hadiah tanpa menyebutkan nama?

Steven Li menyeringai, berucap pada Friska Li: “Tidak mungkin kan bibi dan paman yang memberikannya?”

Friska Li mengerutkan alisnya, bagaimana mungkin?

Namun semua orang tertawa dengan keras.

Albert Li hanyalah seorang anak haram, Kakek Li tidak bersedia mengakui hubungan di antara mereka, bahkan mereka tidak pantas untuk datang ke acara tahunan keluarga besar.

Kakek Li yang mendengar ucapan ini, raut wajahnya sedikit menggelap.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014