Bab 7 Tidak Akan Ada Lagi

by Robin 13:20,Jul 03,2020
Galvin Bai tersenyum dengan lembut, rumah, kata ini membuatnya merasa sangat hangat.

“Biar aku yang menyetir!” Galvin Bai langsung duduk di kursi kemudi.

Friska Li yang tidak merasa keberatan, berjalan ke arah samping kemudi, saat akan pergi, Habert Liu kembali berucap.

“Kamu harus pikirkan dengan baik, jika menikah denganku, akan ada keluarga Liu di belakangmu, apapun yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan, kamu bersama dengan manusia tidak berguna ini, hanya akan direndahkan oleh orang lain, aku juga sudah melihat apa yang terjadi hari ini, jika membandingkan kami berdua, seharusnya kamu tahu siapa yang lebih baik!”

Habert Liu melihat sekilas Galvin Bai yang ada di dalam mobil, “Kamu memilihnya atau memilihku?”

Friska Li tanpa menoleh pada Habert Liu, langsung menghempaskan tangannya, duduk di kursi samping kemudi.

Habert Liu tercengang menatap tangannya sendiri.

Galvin Bai tersenyum kecil, dia merasa sangat senang, karena Friska Li memilihnya.

Habert Liu kembali tersadar, berteriak pada jendela mobil: “Friska, kenapa kamu memilihnya? Dia bahkan tidak bisa membahagiakanmu!”

Friska Li berucap sambil menaikkan kaca jendela mobil: “Karena dia adalah suamiku.”

Selesai berucap, jendela mobil tertutup sepenuhnya, membuat Habert Liu tidak bisa lagi melihatnya, juga tidak bisa mendengar suaranya.

Galvin Bai merasa sangat senang, dia kembali mengatakan kata “suami”.

“Friska......”

Friska Li yang menatap Galvin Bai, tiba-tiba merasa malu, “Ayo jalan.”

Galvin Bai berdeham pelan, “Baik!”

Tidak perlu terburu-buru, sejak awal Friska Li adalah miliknya!”

Menyalakan mobil, lalu melaju dengan cepat.

Sedangkan Habert Liu yang masih berdiri di tempatnya, tidak mempercayai apa yang barusan dia lihat, Friska Li mengakui Galvin Bai yang tidak berguna itu sebagai suaminya!

Di perjalanan, tiba-tiba Friska Li berucap: “Aku menyewa rumah di tempat lain, kamu tinggallah bersamaku!”

Galvin Bai mengeratkan cengkeraman tangannya pada setir mobil.

Dia tahu, Friska Li bertengkar dengan keluarganya demi adiknya, bahkan sekarang menyewa rumah untuk tinggal, di saat yang sama dia juga tidak melupakan dirinya, membuat Galvin Bai merasa sangat tersentuh.

“Baiklah.” ucap Galvin Bai.

Friska Li yang seperti ini, bagaimana bisa dia melepaskannya?

Dengan petunjuk Friska Li, mereka tiba di depan sebuah area yang terlihat cukup tua.

Friska Li membawa Galvin Bai naik ke lantai tiga, sebuah rumah berukuran enam puluh meter persegi dengan dua kamar tidur.

“Itu kamarmu!” Friska Li menunjuk kamar yang terletak di dalam.

Galvin Bai menganggukkan kepalanya, dan Friska Li sendiri kembali ke kamarnya.

Aish! Dia mengira mereka akan benar-benar tinggal bersama, ternyata tetap saja tinggal terpisah.

Namun Galvin Bai menyapukan pandangannya ke sekitar, walaupun rapi dan bersih, namun dibandingkan dengan tempat tinggal sebelumnya, tempat ini jauh lebih buruk.

Dia tidak ingin Friska Li merasa kesulitan, dia pantas untuk mendapatkan yang lebih baik!

Sepertinya besok dia harus pergi ke tempat real estate.

Baru saja membalikkan tubuhnya bersiap untuk kembali ke kamar, terdengar suara yang berasal dari balik tubuhnya, “Sayang......”

Seketika Galvin Bai membelalakkan matanya, merasa sedikit senang, tidak berani membalikkan tubuhnya.

Suara itu kembali terdengar, “Sayang, bagaimana dengan acara tahunan keluarga hari ini?”

Ini adalah suara Fiona Zhou, mereka berdua sedang melakukan video call.

Seketika Galvin Bai merasa disiram dengan air dingin, ternyata dia yang berpikir terlalu jauh!

Tidak perlu terburu-buru, hari itu pasti akan tiba suatu hari nanti.

Galvin Bai mendengar sejenak pembicaraan mereka, Fiona Zhou tidak mengatakan masalah dirinya yang membeli mobil hari ini, membuatnya merasa tenang.

Lalu kembali ke kamar, dirinya berbaring di atas ranjang setelah selesai mandi.

Jika dipikir-pikir, dirinya merasa sedikit iri dengan Fiona Zhou, jika hubungannya dengan Friska Li bisa sebaik ini, mungkin dia akan terus tersenyum bahkan saat tertidur.

Keesokan harinya, saat bangun Galvin Bai menemukan Friska Li telah berangkat kerja.

Di atas meja terdapat sarapan yang dibuat Friska Li, dan juga sebuah pesan, “Jangan lupa sarapan.”

Melihat kalimat sederhana ini, Galvin Bai merasa hatinya menghangat, bukankah ini menandakan jika hubungannya dengan Friska Li telah maju selangkah, bahkan sekarang Friska Li juga memperhatikan sarapannya.

Selesai sarapan, Galvin Bai langsung pergi menuju North Sky Hotel.

Hari ini, ayahnya Eddy Bai mengajaknya untuk bertemu.

Lantai teratas North Sky Hotel, Galvin Bai mengetuk pintu sebuah kamar bertipe president suite.

Saat pintu itu terbuka, Galvin Bai menemukan Eddy Bai yang mengenakan piyama.

Eddy Bai terlihat sangat senang bertemu dengan Galvin Bai, “Galvin! Kamu sudah datang! Cepat masuk.”

Galvin Bai berjalan masuk ke dalam kamar, matanya menyapu ke sekitar, “Bagus sekali tempat ini, sangat mewah.”

Eddy Bai merasa sedikit canggung, “Galvin, apa kamu masih menyalahkanku?”

“Apa kamu akan percaya jika aku mengatakan tidak?” Galvin Bai duduk di atas sofa dengan acuh.

Eddy Bai semakin merasa canggung, “Galvin......”

Galvin Bai tidak mempermasalahkannya, “Aku tahu, kalian memiliki kesulitan, tapi aku tidak ingin mengetahui kesulitan apa itu, karena aku tidak bisa mengertinya. Aku juga tidak memperdulikan semua ini, bagaimanapun kita memiliki hubungan darah.”

Seketika Eddy Bai tidak tahu harus mengatakan apa.

Suasana terasa hening sejenak, Galvin Bai kembali berucap: “Aku memiliki satu permintaan.”

“Katakan, kamu boleh meminta semuanya!” Eddy Bai mulai merasa senang, hal yang baik untuk membahas permintaan.

Galvin Bai menatap sejenak Eddy Bai, berucap: “Aku akan mengakuimu sebagai ayahku, tapi aku sudah terbiasa di sini, untuk saat ini aku tidak ingin meninggalkan tempat ini.”

“Tidak ada lagi?” Eddy Bai sedikit terkejut.

Galvin Bai menganggukkan kepalanya, “Jika kamu merasa tidak bisa menerimanya, kalau begitu sebaiknya kita tidak perlu berhubungan lagi, kamu anggap saja tidak pernah memiliki putra sepertiku.”

Eddy Bai segera tersenyum berucap: “Tidak masalah! Tidak masalah sama sekali!”

Permintaan semudah ini, bagaimana mungkin dia tidak menyetujuinya.

Selanjutnya Eddy Bai menceritakan semua kesulitan yang dia alami dulu pada Galvin Bai.

Saat ini, akhirnya Galvin Bai mengetahui, jika ibunya bernama Erin Wu, sedangkan ayahnya, adalah orang terkaya di Kota C, orang yang sangat dihormati di dalam dunia bisnis.

Eddy Bai bangkit berdiri, mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam tasnya, lalu menyerahkannya pada Galvin Bai, “Kebetulan, ini adalah perusahaan kita di tempat ini, sekarang kuserahkan padamu.”

Galvin Bai terkejut.

Menundukkan kepalanya melihat dokumen itu, dia mengira ayah ibunya hanya memiliki uang tabungan yang banyak, tidak disangka ternyata mereka memiliki perusahaan.

Galvin Bai merasa sedikit bingung, merasa seperti memiliki posisi yang tinggi, tiba-tiba menjadi seorang tuan muda?

Eddy Bai melirik Galvin Bai sekilas, “Marquis Group, ini adalah perusahaan keluarga kita.”

Galvin Bai kembali terkejut, Marquis Group adalah salah satu dari dua perusahaan terbesar di Kota T, terdapat banyak cabang perusahaan di bawah naungannya, dan juga melakukan kerja sama dengan banyak perusahaan.

Memikirkan hal ini, tiba-tiba Galvin Bai mengerti, pantas saja atasan dari toko 4S kemarin ingin memberikan mobil padanya, ternyata ingin menjalin hubungan baik, memperebutkan kerja sama, atau, sejak awal memang sudah menjalin hubungan kerja sama.

Eddy Bai memperkenalkan Marquis Group sejenak, setelah itu menyuruh orang untuk membeli jas, lalu membawanya ke perusahaan untuk rapat memperkenalkan pemimpin yang baru, yang menghabiskan waktu selama beberapa jam.

Setelah semuanya selesai, karena ada urusan penting yang harus Eddy Bai bereskan, dia pergi lebih dulu.

Saat Galvin Bai tersadar, dirinya telah berdiri di dalam ruangan presdir.

Galvin Bai menatap ke sekitar ruangan itu, lalu berjalan ke depan jendela, melihat barisan mobil-mobil yang sedang bergerak, merasa sedikit kebingungan.

Dalam dua tahun ini bukannya dia tidak berusaha apapun, namun Tuhan seperti sedang mempermainkannya, semua kesempatan yang ada seperti bukan miliknya, bagaimanapun dia berusaha, dia tetap tidak bisa mendapatkannya!

Cih!

Sekarang sudah berbeda, dia adalah presdir Marquis Group, maka dari itu semua pemikirannya, semua keinginannya bisa terealisasi!

Galvin Bai mengepalkan tangannya dengan senang, mulai sekarang, dia ingin semua orang yang dicintainya menjalani hidup dengan baik.

Tidak akan ada lagi mengendarai mobil rusak, tidak akan ada lagi tinggal di rumah kecil yang berukuran enam puluh meter persegi, dan tidak akan ada lagi rasa takut untuk sakit karena tidak memiliki uang!

di saat yang sama, asisten perempuan yang cantik Vonny Long mengetuk pintu ruangannya, membuat kesadaran Galvin Bai kembali.

Galvin Bai menatap ke arah pintu, berucap: “Masuk.”

Vonny Long mengenakan setelan pakaian kerjanya, bentuk tubuhnya lebih bagus dari Fiona Zhou, hanya saja tidak terlihat ekspresi apapun di wajahnya, terlihat seperti wanita es, “Presdir, apa yang perlu dilakukan sekarang?”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014