Bab 12 Menyerahkan Pada Steven Li

by Robin 13:20,Jul 03,2020
Steven Li yang mendengar ucapan Friska Li itu, raut wajahnya menggelap, walaupun dia tidak berlutut, namun ucapannya itu, jauh lebih memalukan dibandingkan berlutut.

Setelah Friska Li keluar, dia menerima telepon dari Sally Liu.

“Kamu memang putriku yang baik! Ternyata kamu mendapatkan suntikan dana yang besar, benar-benar kebanggaan ibu! Malam ini pulanglah untuk makan! Ibu akan memasak untukmu!”

Friska Li menganggukkan kepalanya menjawab: “Baik.”

Sepertinya kakak sepupunya itu yang memberikan kabar ini pada ibunya, hingga ibunya selalu meneleponnya setiap kali ada yang terjadi.

Setelah Friska Li kembali ke rumah sewaannya, menemukan sudah terdapat beberapa lauk yang disajikan di atas meja, seluruh ruangan penuh dengan aroma masakan.

Melihat sejenak Galvin Bai, lalu berucap dengan merasa bersalah: “Ibu menyuruh kita untuk pulang makan bersama.”

Galvin Bai tertegun sejenak, segera menganggukkan kepalanya: “Baiklah.”

Sekarang giliran Friska Li yang tertegun, Galvin Bai menyetujuinya begitu saja? Dia telah memasak semua ini, apa dia tidak marah?

Setelah kembali ke rumah, perlakuan Sally Liu sangat ramah terhadap Friska Li, menarik Friska Li untuk duduk di atas sofa, “Friska benar-benar kebanggaanku! Bahkan bisa mengatasi Blue Port Real Estate, sungguh hebat dibandingkan yang lainnya!”

Friska Li tersenyum, menatap Galvin Bai sejenak.

Galvin Bai yang melihat Friska Li menatapnya dengan tersenyum, membuatnya ikut tersenyum.

Namun Sally Liu yang melihat hal ini langsung merubah raut wajahnya, “Untuk apa kamu tersenyum? Mengetahui keluarga ini hampir hancur, dan saat Friska mengalami kesulitan kamu tidak membantu sedikit pun, benar-benar tidak berguna!”

“Ibu......” Friska Li mengerutkan alisnya, jika bukan karena Galvin Bai, dia tidak akan bisa berhasil.

Galvin Bai yang melihat hal ini hanya tersenyum, berucap: “Aku akan memasak.”

Friska Li tertegun, Galvin Bai berjalan menghampirinya, berucap dengan pelan: “Jangan katakan.”

Lalu Galvin Bai pergi ke dapur begitu saja.

Friska Li menatap Galvin Bai dengan bingung, lalu kembali berbincang dengan Sally Liu.

Di dalam dapur, Galvin Bai melihat Albert Li, tersenyum sejenak: “Ayah ada di sini.”

Albert Li menjawab sejenak, “Ayo bergabung!”

Kedua orang itu menyiapkan makan malam dalam diam.

Di ruang tengah, Sally Liu berucap dengan marah: “Cih! Suami orang lain semuanya memiliki kemampuan, lihatlah keluarga kita, semuanya tidak berguna!”

Galvin Bai:“......”

Albert Li:“......”

Malam hari, terlihat sebuah mobil Audi berhenti di depan mansion keluarga Li.

Steven Li berjalan masuk membawa sebuah kotak hadiah yang besar, “Kakek, ini untukmu.”

Kakek Li tersenyum berucap: “Anak baik.”

Setelah Steven Li duduk, dia berucap dengan raut wajah yang terlihat khawatir: “Kakek, sebenarnya aku datang untuk hal yang lain.”

“Katakan.” ucap Kakek Li sambil menatap Steven Li.

Steven Li berucap dengan khawatir, “Kakek, kamu juga tahu, jika proyek ini sangat penting, tidak boleh ada kesalahan, jika Friska yang menjadi penanggung jawab, aku takut dia tidak bisa melakukannya dengan baik!”

“Friska selalu menjadi karyawan rendahan, tidak pernah berhubungan dengan hal seperti ini, apa Kakek tenang menyerahkan ini padanya?”

Kakek Li berucap dengan datar: “Tapi dia yang mendapatkan suntikan dana, untuk siapa lagi jika aku tidak memberikan padanya?”

“Kakek, itu karena dia sedang beruntung, kebetulan Blue Port Real Estate sedang mencari investasi, maka dari itu memberinya kesempatan. Aku memiliki teman yang bekerja sebagai manajer di Blue Port Real Estate, jika aku yang pergi, pasti akan mudah untuk mendiskusikannya, mungkin saja mereka akan memberikan suntikan dana lagi.”

Kakek Li berucap dengan datar, “Apa bisa melebihi dua ratus miliar?”

Steven Li tertegun sejenak, berucap: “Walaupun tidak bisa melebihi dua ratus miliar, jika aku yang pergi setidaknya mendapatkan dua ratus miliar!”

“Lagi pula, Kakek juga tahu, jika bukan karena Friska Li yang buru-buru menikah, dengan seseorang yang miskin dan tidak berguna, situasi kita sekarang tidak akan mungkin hingga perlu mencari suntikan dana seperti ini.”

“Manusia itu tidak berguna sama sekali, hanya menumpang makan dan tidur di rumah kita, tunggu saja nanti......”

Steven Li segera menutup mulutnya.

Kakek Li melihatnya sejenak, mengerti akan maksudnya, seperti sedang memikirkan sesuatu, beberapa saat kemudian, berucap: “Bagaimana denganmu?”

“Awalnya sudah hampir selesai, tapi bukankah sudah mendapatkannya dari Blue Port Real Estate, uang sebesar ini dari Blue Port Real Estate, sama saja dengan kita telah bekerja sama dengan Marquis Group, yang jauh lebih baik dibandingkan Perusahaan Liu, jadi aku belum menyetujuinya.”

Kakek Liu menganggukkan kepalanya, “Hmm, Marquis Group yang besar ini memang tidak buruk, Perusahaan Liu tidak ada apa-apanya. Karena seperti ini, kamu juga sudah cukup lama berada di posisi yang tinggi, memiliki banyak pengalaman, maka proyek ini akan aku serahkan padamu?”

“Terima kasih Kakek, Kakek silahkan diminum tehnya.” Steven Li memberikan segelas teh pada Kakek Li dengan senang.

Kakek Li menerimanya lalu meminumnya sejenak, “Tidak perlu terlalu banyak membicarakan titik penting dari proyek ini, besok kamu segera tanda tangani kerja samanya, kamu harus melakukannya dengan baik, Kakek paling mempercayaimu.”

“Kakek tenang saja, aku tidak akan mengecewakan harapan Kakek.” ucap Steven Li tersenyum.

Keesokan paginya, semua orang kembali berkumpul di ruang rapat.

Kakek Li menyapu pandangannya pada semua orang, lalu mengumumkan: “Masalah kerja sama dengan Blue Port Real Estate, aku akan menyerahkan pada Steven, untuk proyek yang baru Steven yang akan bertanggung jawab, Friska, kamu serahkan dokumen yang ada di tanganmu pada Steven.”

Semua orang yang mendengar hal ini tidak terlalu terkejut, bagaimanapun posisi Friska Li di Perusahaan Li tidaklah tinggi, ini adalah masalah yang sangat biasa.

Dan Steven Li yang merasa ini adalah hal yang wajar, saat ini menyilangkan kedua lengannya, menatap Friska Li dengan penuh kemenangan.

Namun Friska Li melebarkan matanya terkejut, “Kakek, tapi aku......”

“Tidak ada tapi-tapian, Steven memiliki pengalaman dalam hal ini, ditambah lagi, kamu hanyalah karyawan rendahan, jika melakukan kesalahan pada Blue Port Real Estate, dan membuat kerja sama ini hancur, kamu juga tidak akan bisa menanggungnya.”

Friska Li ingin kembali mengatakan sesuatu, namun Kakek Li yang melebarkan matanya menatapnya, membuatnya hanya bisa menutup mulutnya.

Setelah bubar, Friska Li keluar dari ruangan itu dengan menundukkan kepalanya.

Di depan pintu, Steven Li menatap Friska Li dengan penuh kemenangan, “Friska, bagaimana rasanya? Rasanya sangat tidak enak bukan?”

Friska Li mendelik pada Steven Li, dia tahu, ini perbuatan Steven Li, sejak awal Steven Li memang membencinya, sekarang usahanya ini, tidak heran jika dia akan merebutnya!

“Steven, jangan mengira karena Kakek memilihmu menjadi penanggung jawab jadi kamu merasa sangat hebat, belum tentu kamu bisa menandatangani kerja sama ini!”

Steven Li menatap Friska Li seperti menatap seorang idiot, “Friska, kamu pikir siapa dirimu? Tanpamu, kerja sama ini tidak bisa ditandatangani? Kamu menganggap dirimu sendiri hebat?”

“Cih, kuberitahu saja! Kerja sama ini aku dan Kakek yang akan melakukannya, di rumah Kakek lebih menyayangiku, kamu jangan bermimpi!”

“Ditambah lagi, aku benar-benar memiliki teman yang menjadi manajer di Blue Port Real Estate, jika aku pergi, kerja sama ini, pasti akan berhasil seratus persen, mungkin saja akan mendapatkan lebih banyak keuntungan lainnya!”

Friska Li mengepalkan tangannya, tidak ingin mengatakan apapun lagi, langsung pulang ke rumahnya.

Setelah tiba di rumah, Friska Li langsung mengurung dirinya di dalam kamar, tidak keluar.

Sally Liu yang melihat hal ini merasa sedikit khawatir, mengetuk pintu lalu membukanya, dan masuk ke dalam bersama Albert Li dan Galvin Bai.

“Friska, ada apa? Ada masalah apa?” tanya Sally Liu dengan perhatian.

Friska Li mengerutkan alisnya, berucap: “Masalah proyek baru, Kakek menyerahkannya pada Steven.”

“Apa?” seketika Sally Liu murka, “Atas dasar apa? Kamu yang berhasil mendapatkannya, atas dasar apa memberikannya pada Steven?”

“Dia terlalu pilih kasih! Dan juga Steven itu, pasti dia mengatakan sesuatu pada Kakek, tidak bisa, aku harus mencarinya meminta penjelasan!”

Selesai berucap, Sally Liu bersiap untuk keluar rumah, namun ditahan oleh Albert Li, “Kamu tenanglah sedikit.”

“Tenang, bagaimana bisa tenang? Steven dan kakek tua itu, tidak pernah menganggap Friska sebagai keluarganya, susah payah Friska mendapatkan kerja sama itu, atas dasar apa mereka merebut hasil keringatnya?”

Albert Li merasa tidak bisa berbuat apapun, “Seperti ini juga baik.”

Agar Steven Li tidak membuat keributan mengenai proyek itu.

“Baik? Baik kepalamu!” Sally Liu semakin murka, “Kamu ini memang bodoh, putrimu direndahkan seperti ini kamu bilang baik!”

Galvin Bai menatap Friska LI sejenak, berucap dalam hati: Sangat menggemaskan! Semua masalah terlihat di wajahnya, namun ini akan sangat merugikannya!

“Ibu, jangan marah dulu.” ucap Galvin Bai, lalu kembali berucap pada Friska Li: “Friska tenang saja, ada aku!”

Friska Li sedikit tertegun, menatap Galvin Bai dalam diam.

Sally Liu yang melihat hal ini berucap marah: “Mengatakan omong kosong! Apa ada gunanya? Manusia tidak berguna, tidak akan bisa membantu apapun!”

Galvin Bai merasa tidak bisa melakukan apapun, berucap: “Aku akan menelepon sebentar, akan kembali dengan cepat.”

Sally Liu melirik Galvin Bai sejenak, “Friska sedang mengalami kesulitan tapi dia pergi menelepon, apa ada gunanya mengatakan pada orang lain? Lebih baik pikirkan jalan keluar! Dasar manusia tidak berguna!”

Friska Li menatap Sally Liu, “Ibu......”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014