Bab 9 Taruhan Batu Jade

by Kickson 10:01,Apr 18,2022
Maxon juga mengangguk dengan serius, "Tentu saja serius."

Jayden yang membawa mobil pun juga terkejut akan identitas Clarice sebagai anak konglomerat, ia berkata, "Maxon, pacarmu secantik ini, apa kau tidak mengenalkannya padaku?"

Baru saja Maxon hendak mengatakan bahwa dia bukanlah pacarnya, tapi Clarice membuka mulutnya terlebih dahulu, "Halo, namaku Clarice Tang, pacar Maxon."

"Aku Jayden Lu, orang Yunjing, sahabat atas ranjang Maxon."

Alis cantik Clarice terangkat ke atas, sambil tersenyum ia bertanya, "Jarang ada orang bermarga Lu di Yunjing, jangan-jangan kau adalah Keluarga Lu dari Yunjing itu?"

Jayden terkejut, "Kau tahu?"

Clarice berkata, "Di Yunjing dulu sempat muncul beberapa keluarga baru, Keluarga Lu adalah salah satunya, beberapa tahun pertama mereka untung banyak dalam berbisnis properti, namun sayang akhirnya tersandung masalah Vila Taikang."

Jayden terdiam sejenak, "Aura Nona Tang tidak biasa, apa kau berasal dari salah satu dari empat keluarga besar Yunjing, Keluarga Tang?"

Clarice sepertinya tidak terkejut akan perkataannya itu, ia tersenyum, "Sepertinya logat bicaraku telah mengkhianatiku, benar apa yang kau katakan, keluargaku adalah Keluarga Tang."

Jayden menarik nafas dalam-dalam, "Dapat mengenal Nona Tang, Jayden Lu sangat beruntung!"

Maxon tidak mengerti, mengapa Jayden tiba-tiba seserius ini, bahkan sangat bersemangat, ia berkata dengan kesal, "Jauden, ternyata kau adalah anak konglomerat, dalam sekali kau menyembunyikannya."

Jayden berkata dengan tatapan mata yang sedikit masam, "Maxon, Keluarga Lu-ku sekarang sedang memikul hutang miliyaran RMB, dan tidak bisa melunasinya sampai sekarang, anak 'kongloberat' ini tidak ada yang perlu dipamerkan."

"Apa yang terjadi?" Maxon bertanya dengan kebingungan pada Clarice.

Clarice tersenyum, lalu berkata, "Kita bicarakan masalah ini lain kali. Kak Lu, tolong berhenti sebentar di Yongxin Hotel di depan sana, aku akan membawa Maxon ke suatu tempat."

Yongxin Hotel berada tak jauh dari sana, Jayden pun membawa mobilnya ke depan hotel itu.

Clarice, "Kak Lu, kita berkumpul lagi lain kali, terima kasih telah mengantarkan kami."

Jayden segera berkata, "Sama-sama! Kalau begitu aku pergi dulu."

Kedua orang itu pun turun dari mobil, dan Jayden langsung membawa mobilnya pergi dari sana. Di dalam mobil, ekspresi wajah Jayden sangat terkejut, si Maxon ini, kenapa dia bisa pacaran dengan Clarice Tang?

"Mau ke mana kita?" Di depan hotel, Maxon bertanya.

Clarice, "Aku telah mengundang beberapa ahli dalam dunia taruhan batu perhiasan, kuharap kau dapat membantuku melihat mereka."

Maxon tersenyum, dia mengerti, Clarice ini ingin mencoba kemampuannya dalam taruhan batu perhiasan, oleh karena itu berkata, "Baik, aku akan bertemu mereka."

Begitu memasuki pintu hotel, ada seorang pria paruh baya berjas hitam maju ke depan, sambil membungkuk memberi hormat ia berkata, "Nona, mereka sedang menunggu di ruang tamu lantai dua."

"Bawa aku ke sana." katanya, tanpa sadar ia pun menampilkan aura tuan puterinya.

Aura yang dipancarkan oleh Clarice sekarang, serta nada bicaranya, sangat berbeda dari yagn sebelumnya, hal ini membuat Maxon terkejut, dalam hati ia berkata, ternyata dia benar adalah nona besar dari keluarga besar, auranya ini, seketika langsung terpancar ke mana-mana!

Lift mereka pun tiba di sebuah ruang tamu mewah di lantai dua, saat itu di dalam ada empat orang, mereka sedang berbincang-bincang dengan suara pelan. Di tengah-tengah mereka, ada beberapa barang yang ditutupi dengan sebuah kain merah yang panjang, ada yang tinggi dan ada yang pendek, entah apa itu.

Begitu Clarice masuk, mereka bangkit berdiri bersamaan, lalu berkata dengan hormat, "Nona Tang!"

Clarice mengangguk sedikit, "Tuan sekalian, aku mengundang kalian kemari dengan segera seperti ini karena aku benar-benar sedang menghadapi masalah yang sangat darurat. Aku ingin pergi ke Biannan sejenak, membeli beberapa batu dari Jade King, siapa yang dapat membantuku?"

Wajah orang-orang yang awalnya tampak ramah itu tiba-tiba langsung berubah begitu mendengar nama "Jade King", mereka saling bertatapan mata.

Alis cantik Clarice pun mengerut, "Kenapa, apa ada kesulitan?"

Salah seorang pria paruh baya berkata, "Nona Tang, Tyson Xue si Jade Kin gitu terkenal sangat licik selicik setan, orang yang dijebak dan ditipu olehnya tak bisa terhitung julahnya, oleh karena itu aku tidak menyarankan Nona Tang mengambil resiko itu."

Clarice melihat ke arah orang lain, "Bagaimana menurut kalian?"

Orang-orang sisanya juga sama, tidak menyarankannya untuk pergi ke Biannan.

Clarice terdiam sejenak, lalu berkata, "Kalian semua adalah para ahli, apa yang kalian katakan ada benarnya juga. Tapi masalah ini berhubungan dengan posisi ayahku di Keluarga Tang, aku tidak bisa diam saja."

Orang-orang itu saling bertatapan mata, lalu berkata, "Kalau Nona Tang sudah membuat keputusan, kalau begitu kami juga bersedia untuk menemani Anda!"

Clarice melambaikan tangannya, pria paruh baya yang memimpin itu pun membuka kain merah tadi, terlihat puluhan batuan jade yang masih belum diasah, batu-batu itu bermacam-macam, besarnya juga tidak sama.

"Ini adalah enam puluh potong batuan jade yang masih belum diasah, kalian setiap orang boleh memilih tiga buah, setelah selesai memilih, batu tersebut akan langsung diasah, jade siapa yang kualitasnya paling bagus, akan ikut aku pergi ke Biannan. Kalau perjalanan kita kali ini berhasil, aku akan mengeluarkan uang sebesar sepuluh juta RMB sebagai bayarannya."

Orang-orang itu saling bertatapan mata dan segera berjalan ke depan batu-batu itu, mereka memilihnya dengan sekuat tenaga.

Begitu mendengar ada bayarannya, mata Maxon langsung bersinar terang, sebenarnya sekarang dia juga kekurangan uang, oleh karena itu ia bertanya, "Apa aku boleh mencoba?"

Clarice tersenyum, "Tentu saja."

Maxon pun juga berjalan ke samping batu-batu itu, meskipun dia tidak pernah taruhan jade, tapi batu seperti apa yang bagus dan tidak, tentu saja dapat ia kenali.

Bahan giok yang bagus, di dunia ini pasti akan terlihat cantik dari luar, hanya memerlukan satu hal itu saja sudah cukup.

Ia membuka Eye of Dimension, lalu menerawang semua batuan di sana, ia pun menyadari bahwa bagian dalam batu-batu ini kebanyakan tidaklah baik, bahkan ada beberapa yang terlihat jelas sangat palsu, dari luar kelihatannya sangat hijau dan terang, tapi sebenarnya di dalamnya semua hanya batu saja.

Saat para ahli taruhan batu itu masih mengamati batuan-batuan itu satu per satu, Maxon telah memiliki jawabannya, ia memilih tiga buah batu dan ia letakkan di samping, lalu mengangguk pada Clarice, "Sudah selesai."

Melihat Maxon secepat itu, para ahli taruhan batu itu pun sedikit menggeleng-gelengkan kepala mereka, mereka yakin bahwa Maxon pasti adalah orang dunia luar, hanya memilih sembarangan saja! Mana ada ahli yang memilih batuan jade yang belum diasah secepat ini?

Clarice tersenyum, ia melambaikan tangannya, lalu dua orang yang mengenakan seragam pun datang kemari dan langsung memecahkan batuan tersebut.

Batuan pertama, besarnya kurang lebih seperti teko teh, beratnya sekitar 20kg.

Salah seorang ahli melihat dari kejauhan, begitu melihat kulit batu itu sedikit merah, dan permukaannya mulus, itu merupakan "Batu Air" dalam dunia keprofesionalitasan mereka, disebut juga dengan "Kulit Sosis Babi". Jade dari Kulit Sosis Babi biasanya tidak terlalu bagus, sangat jarang mengeluarkan jade dengan warna yang bagus, kebanyakan hanya bisa menghasilkan jade kualitas rendah.

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Anak muda, batu yang kau pilih ini, sepertinya tidak akan bisa dibuat menjadi jade yang bagus."

Maxon hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa, dia sudah menerawangnya, batu ini memiliki jade yang sangat hijau! Volume jade itu kurang lebih sepertiga dari batu itu, beratnya sekitar 1kg. Warna hijau pada jade itu sangat pekat, namun transparan, memiliki bercak awan yang sangat sedikit, warnanya agak sedikit kekuningan, tapi Maxon merasa bahwa warna hijau kekuningan itu cukup bagus.

Meskipun tidak tahu harganya, tapi dia yakin, pasti batu ini tidak murah!

Ia mengambil kuas, lalu menggambar beberapa garis di atas batuan itu, lalu berkata pada sang petugas pemecah batu, katanya, "Buka jendelanya!"

Sang petugas pemecah batu sangatlah profesional, ia mulai mengasah batu itu dengan roda gerinda sesuai dengan permintaan Maxon.

Tak lama kemudian, petugas itu tiba-tiba gemetaran, tatapan matanya berubah sangat terkejut.

Clarice sedikit menaikkan alisnya, apa benar-benar ada hijaunya?

Setengah menit kemudian, sang petugas pun menghentikan mesinnya, mendongakkan kepalanya melihat ke arah Maxon, sambil tersenyum ia berkata, "Tuan, ada hijaunya!"

Seketika suasana pun menjadi ricuh, para ahli taruhan jade itu pun segera berkumpul kemari, wajah mereka tampak sangat terkejut. Jendela kecil yang dibuka itu tampak hijau kekuningan, dan kelihatannya transparan?

Beberapa orang itu pun seperti terkena jurus membatu, berdiri diam di tempat tak bergerak sedikit pun.

Orang yang tak mengerti akan jade sekali pun pasti juga akan suka dengan warna hijau yang seperti ini, sangat cantik. Biasanya, jade yang cantik pasti akan sangat mahal!

Ekspresi Maxon sangat tenang, ia membalikkan kepalanya bertanya pada Clarice, "Berapa harga batu ini?"

Kedua mata Clarice bersinar terang, dia tentu saja juga sangat mengerti jade, ia berkata, "Batu telanjang seperti ini setidaknya 500 RMB per gram, sebongkah jade itu sepertinya lebih dari 1kg, jadi harga totalnya tidak akan kurang dari lima ratus ribu RMB!"

Maxon sedikit tercengang, lima ratus ribu RMB? Mahal sekali!

Clarice tersenyum, "Kak, cepat kau buka batu yang kedua, aku sangat penasaran."

Batu kedua beratnya sekitar 10kg, setelah dibuka, kebeningan dan kualitas jade yang ada di dalamnya cukup baik, harganya sekitar delapan ratus ribu RMB.

Batu ketiga, beratnya 6kg, harga jade di dalamnya juga sekitar tiga ratus ribu RMB lebih.

Pada akhirnya, ketiga jade itu jika ditambahkan, totalnya lebih daru satu juta enam ratus ribu RMB.

Senyuman Clarice menjadi bertambah dalam, "Batu-batu ini rata-rata nilainya sekitar lima puluh tujuh ribu RMB, tiga batu yang kau buka ini, sudah mencapai setengahnya, seharusnya ini adalah tiga batu terbaik."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

775