Bab 12 Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan

by Kickson 10:01,Apr 18,2022
Ketika sampai di rumah, Lenny Zhang sedang memasak, dia memasak beberapa hidangan yang disukai Maxon Wu, juga merebus kepiting.
Tidak lama kemudian, Nelly Wu juga pulang dari sekolah. Begitu kembali, dia berkata dengan gembira, “Kak, coba tebak berapa nilai simulasi ujian matematika aku kali ini?”
Maxon Wu mengerjapkan mata, “140?”
Matematika SMA sangat sulit, nilai 130 sudah termasuk tinggi, dan nilai 140 merupakan prestasi yang tertinggi.
Nelly Wu terkekeh, “Nilai 140 bukan apa-apanya, kali ini aku dapat 146!”
Maxon Wu terkejut, “146? Tinggi sekali!”
Nelly Wu mengangguk, “Bahkan aku sendiri pun kaget, dan untuk soal terakhir, hanya aku yang bisa menjawabnya di seluruh sekolah.”
Maxon Wu mengacungkan jempol, “Nelly kita memang hebat!” Dia memuji dan merasa senang dengan prestasi Nelly Wu.
Ketika hari sudah agak gelap, ada orang yang mengetuk pintu, Maxon Wu pergi membuka pintu dan mendapati beberapa pria paruh baya berdiri di depan. Dia mengenal orang-orang ini, mereka adalah saudaranya David Man, kenapa mereka datang kemari?
Pemimpinnya adalah kakak sulung David Man yang bernama Donny Man. Wajahnya hitam besar dan bau rokok. Dia menoleh kiri kanan dan bertanya sambil tersenyum, “Maxon, di mana ibumu?”
Maxon Wu acuh tak acuh, juga tidak menyilakan mereka masuk. Dia berkata, “Ibuku sedang sibuk, ada apa? Bicara saja denganku.”
Donny Man mendehem, lalu berkata, “Maxon, David dan Derik sampai sekarang masih terbaring di rumah sakit, dan mereka tidak dapat disembuhkan. Aku dengar, pohon pagoda keluargamu telah muncul kekuatan. Apakah kamu bisa memohon pada Dewa pohon pagoda agar melepaskan David dan Derik?”
Maxon Wu diam-diam merasa lucu, dia pura-pura sedang berpikir, dan setelah beberapa saat, dia berkata, “David dan putranya menebang pohon juga meruntuhkan tembok. Menurutmu, apakah Dewa pohon pagoda tidak akan marah?”
Donny Man segera berkata, “Iya, iya, kamu tenang saja, kelak hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Aku akan minta David menangani prosedur kepemilikan rumahmu, sesuai hukum dan legal.”
Maxon Wu berkata, “Kalau begitu aku akan mencobanya dan melihat apakah Dewa pohon pagoda akan memberi muka padaku. Jika sudah ada kabar, aku akan menghubungi kalian.”
“Baik, terima kasih.” Orang-orang ini mengungkapkan rasa terima kasih mereka dengan sopan.
Setelah saudara keluarga Man pergi, Maxon Wu menutup pintu dan masuk untuk makan malam.
Selesai makan malam, dia melanjutkan pengobatan Lenny Zhang sampai dia tertidur. Setelah itu, dia menggunakan reiki untuk melancarkan denyut meridian Nelly Wu.
Membuka titik meridian menggunakan reiki merupakan hal yang bisa dilakukan orang lain, namun belum tentu berani melakukannya, karena jika ada kesalahan, akibatnya akan gila atau bodoh.
Namun, begitu meridian bagian otak dibuka, efeknya sangat jelas, dan semakin lama perkembangan otak Nelly Wu akan semakin baik.
Ketika Nelly Wu tertidur, sudah lewat pukul sepuluh malam. Dia mengendarai sepedanya dan pergi ke rumah sakit daerah.
Rumah sakit daerah ini adalah rumah sakit terbaik di Kabupaten Mingyang, memiliki lebih dari 1.000 ranjang, ini adalah rumah sakit tersier dengan peralatan medis canggih.
Beberapa saat kemudian, Maxon Wu datang ke ruang rumah sakit dan bertanya kepada perawat di mana bangsal tempat David Man dan Derik Man dirawat.
Setiba di depan pintu bangsal, dia mendorong pintunya dan melihat ada dua ranjang pasien di dalamnya, dengan David Man dan Derik Man terbaring di sana. Raut wajah keduanya tak bersemangat dan lemas, tubuhnya gemetar sesekali, dan ekspresi mereka sangat menderita.
Terutama David Man, cuma disentuh sedikit, sekujur tubuhnya terasa perih dan menjerit nyaring.
Yang merawat keduanya adalah istri David Man, seorang wanita berusia lima puluhan, matanya merah, yang tampaknya sering begadang dan bekerja keras.
Melihat Maxon Wu masuk, istri David Man segera berdiri, “Maxon, kenapa kamu di sini?”
“Jenguk mereka.” jawab Maxon Wu.
Istri David Man mulai menyeka air matanya, “Coba lihat dua orang jahat ini, mengapa harus menghancurkan tembok rumahmu dan menebang pohonmu. Sekarang mereka telah menyinggung Dewa pohon pagoda dan mendapat akibatnya.”
“Donny mereka datang mencariku sore tadi, agar aku memohon pada Dewa pohon pagoda. Dan aku sudah melakukannya.”
Istri David Man langsung bersemangat, “Maxon, apa yang dikatakan Dewa pohon pagoda?”
Maxon Wu pura-pura terkejut, “Sewaktu lagi mengantuk tadi, Dewa pohon pagoda memberiku mimpi. Ia bilang, David telah melakukan banyak hal buruk dan seharusnya dihukum berat. Tapi mengingat aku yang memohon padanya, ia putuskan untuk memaafkannya.”
“Benarkah?” Istri David Man sangat senang, “Dewa pohon pagoda tidak menghukum dia lagi?”
Maxon Wu berekspresi serius, “Tapi Dewa pohon pagoda mengatakan, hukuman dapat dibebaskan tapi tidak bisa melarikan diri dari kejahatan. Setelah mereka bangun, minta mereka berlutut di depan pohon pagoda selama sehari semalam, dan bersujud setiap menit sekali.”
Istri David Man segera berkata, “Baik, baik, selama mereka baik-baik saja, walau harus berlutut dua hari juga kami akan menyanggupinya!”
Maxon Wu mengangguk, lalu berpura-pura pergi ke ranjang untuk memeriksa pasien, dia diam-diam mengambil jarum emasnya. Begitu jarum emas dikeluarkan, keduanya menjadi lebih tenang.
Melihat ini, istri David Man menganggap pohon pagoda yang telah menunjukkan keajaiban, dia segera menyatukan tangan untuk berdoa dengan mulut komat-kamit.
Maxon Wu segera pergi. Dalam keadaan normal, David Man dan putranya akan pulih besok. Tapi, amarahnya masih belum menghilang, karena itu dia meminta mereka berlutut di depan pohon pagoda selama sehari semalam.
Setelah berjalan keluar dari bangsal, Maxon Wu pergi ke ruang perawat dan menanyakan bangsal Troy Song dirawat.
Keluarga Troy Song kaya, jadi tinggal di bangsal ICU yang perlu menghabiskan 10 ribu sampai 20 ribu yuan sehari. Ketika Maxon Wu tiba di dekat bangsal, matanya menembus pintu, dan benar saja dia melihat Troy Song terbaring di sana dalam keadaan sekarat.
Sekelompok orang menjaga di pintu bangsal bersama pasangan paruh baya dengan mata yang merah. Ada seorang wanita tua di sebelahnya, ekspresinya serius dan memandang lurus ke pintu bangsal.
Kemunculan Maxon Wu menarik perhatian orang-orang ini, pria paruh baya itu meliriknya, lalu berdiri dan berkata, “Kamu adalah Maxon Wu?”
Tentu saja dia kenal dengan Maxon Wu. Arnold Wu yang ditabrak mati oleh putranya Troy Song adalah ayahnya Maxon Wu. Ketika Maxon Wu menyelidiki kebenaran masalah ini, dia juga yang menyuruh orang untuk memukulnya, yang akhirnya menyebabkan Maxon Xu melukai orang dan dipenjara selama dua tahun.
Maxon Xu juga mengenali pria paruh baya ini, dia adalah ayahnya Troy Song, Hubert Song, kepala keluarga generasi kedua keluarga Song. Keluarga Song memiliki banyak kekuasaan di Kabupaten Mingyang, sampai kepala daerah juga akan hadir untuk memberi selamat jika ada anggota keluarga Song yang ulang tahun.
“Iya, ini aku.” Maxon Wu tampak tenang.
Hubert Song maju beberapa langkah, diikuti oleh beberapa pengawal yang kuat di belakang dirinya.
Dia mengamati Maxon Wu, “Kamu sudah dibebaskan! Seingatku, seharusnya kamu dihukum tujuh tahun.”
“Aku menunjukkan sikap yang baik, melakukan jasa, jadi hukumanku diringankan.” jawab Maxon Wu santai.
“Untuk apa kamu ke sini?” Hubert Song mengeryitkan dahi. Bagaimana dia bisa tahu putranya mengalami musibah?
Maxon Wu tersenyum dan berkata, “Aku dengar kalau Troy akan mati, jadi datang untuk mengantar kepergiannya.”
“Kamu……” Wajah Hubert Song menjadi merah padam, “Omong kosong, Troy baik-baik saja!”
“Benarkah? Jadi orang yang terbaring di ICU bukan dia?” Maxon Wu tersenyum, “Bajingan itu, masih bisa lolos dari hukuman setelah menabrak mati ayahku. Tapi pembalasan akan berputar, dia juga ada hari ini! Aku sangat berterima kasih pada Tuhan!”
“Anak muda! Kamu jangan bersikap kurang ajar di sini!” Hubert Song sangat marah, dia melambaikan tangan, memberi isyarat kepada pengawal untuk bertindak.
Dua pengawal menyerbu Maxon Xu untuk menundukkannya. Maxon Xu melangkah mundur, tidak ingin bentrok dengan mereka, lalu berkata dengan dingin, “Hubert, kamu lebih bajingan lagi, aku mengutukmu, kamu akan dihantui oleh mimpi buruk selamanya, sampai hidup segan mati tak mau!”
Selesai bicara, dia berbalik dan pergi. Hubert Song marah dan menendang tong sampah di sebelahnya, dan berteriak pada pengawalnya, “Kejar dan hajar dia!”
Namun, saat pengawal menyerbu keluar, bayangan Maxon Xu sudah tak terlihat lagi. Sebenarnya dia belum pergi jauh, dia berdiri di atap saat ini, pandangannya menembus lantai dan memandang Hubert Song.
“Jika kamu tidak membesarkan keturunan sampah seperti Troy, ayahku tidak akan mati! Hubert, bersiaplah untuk menanggung penderitaan yang tak ada habisnya!”
Dia duduk bersila dan mulai membacakan mantra kuno, mantra jahat mimpi buruk yang membuat orang dihantui mimpi buruk, tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, jadi akan merasa sangat menderita bagai hidup segan mati tak mau!
Serangkaian suku kata aneh keluar dari mulutnya. Suku kata ini tidak dapat didengar orang normal, tapi memiliki daya tembus yang kuat. Dapat menembus lantai dan mempengaruhi diri Hubert Song sepenuhnya.
Hubert Song masih marah, tiba-tiba merasa tubuhnya kedinginan dan menggigil tanpa sadar.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

775