Bab 15 Otakmu Bermasalah

by Kickson 10:01,Apr 18,2022
“Nelly, yang mana guru matematika?” tanya Maxon Wu lagi.
Nelly Wu menunjuk ke depan, di sana duduk seorang pria paruh baya dengan kepala datar, dia mengenakan setelan tunik China dengan kepribadian yang sangat kuno.
Maxon Wu segera berjalan mendekat, dan menyapanya terlebih dahulu, “Halo Pak Guru, aku kakaknya Nelly, Maxon Wu.”
Guru itu mengangguk cepat, “Kakaknya Nelly, halo juga. Prestasi Nelly selalu bagus, khususnya simulasi ujian matematika terakhir kemarin dia mendapat nilai 146, peringkat pertama di seluruh sekolah.”
“Iya, Nelly punya bakat matematika sejak kecil. Pak, aku ingin tanya, apakah dia bisa mewakili sekolah dan berpartisipasi dalam Kompetisi Matematika Nasional untuk siswa sekolah menengah tahun ini?” Maxon Wu bertanya.
Guru berpikir sebentar, lalu mengangguk seraya berkata, “Sesuai kemampuannya sekarang, dia memang bisa ikut serta. Tapi mengenai siswa yang ikut kompetisi matematika, sekolah secara khusus menugaskan seorang guru matematika untuk memberi bimbingan sebelum kompetisi, dan ini akan membutuhkan biaya yang banyak.”
“Uang bukan masalah.” senyum Maxon Wu.
“Baiklah, aku akan segera mengkoordinasikan hal ini.” angguk guru matematika.
Di sebelah guru matematika ada gadis yang bernama Rose Wang tadi, dan orang tuanya, seorang wanita paruh baya dengan penampilan mewah.
“Pak, aku juga mau ikut serta.” katanya cepat, sepertinya Rose Wang ini mendengar pembicaraan mereka.
Guru matematika meliriknya, “Rose, meskipun matematikamu juga cukup bagus, tapi kemarin kamu mendapat nilai 121, jadi…”
“Pak, aku tidak belajar dengan baik kemarin. Lain kali aku pasti akan mendapat peringkat pertama dari seluruh sekolah. Percayalah padaku.” katanya penuh percaya diri.
Guru matematika hanya bisa mengangguk, “Baiklah, aku akan bicara dengan kepala sekolah.”
Saat ini, keributan terjadi di depan pintu masuk ruang rapat. Serombongan orang tua masuk membawa seorang siswa laki-laki. Seorang pria paruh baya menyapukan matanya ke aula dan berteriak, “Siapa yang bernama Nelly Wu? Keluar kamu!”
Nelly Wu agak penakut, seketika wajahnya menjadi pucat ketakutan, dan bersembunyi di belakang Maxon Wu.
Mata Rose Wang bersinar, dia segera menunjuk Nelly Wu dan berkata, “Itu Nelly Wu, ada apa kalian mencarinya?”
Pria paruh baya langsung mendekat, “Brengsek! Berani merayu putraku, sampai membuat prestasi putraku menurun, dasar tidak tahu malu! Mana orang tuanya? Keluar!”
Maxon Wu sangat kesal, dia melirik pada siswa laki-laki yang hitam, pendek, dan gemuk di belakang pria paruh baya itu, dan berkata dengan dingin, “Perhatikan bicaramu! Putramu begitu jelek, juga bodoh, apa adikku akan menyukainya?”
Semua orang terbahak-bahak begitu kata-kata ini dilontarkan.
Pria paruh baya sangat marah, “Omong kosong! Di mana jeleknya putraku? Di mana letak bodohnya dia? Kamu dari unit mana, siapa pimpinanmu? Berani beritahu aku?”
“Kamu dari unit mana, siapa pimpinanmu?” Maxon Wu balik bertanya.
“Aku dari kabupaten daerah!” jawab pria paruh baya dengan senyum dingin.
“Ternyata dari kabupaten daerah, pantas saja sombong begitu!”
“Memangnya kenapa? Yang namanya Nelly itu tidak tahu malu, berani merayu putraku. Prestasi putraku dulu sangat bagus. Sekarang kamu lihat, pertama dari belakang di seluruh sekolah!” Seorang wanita paruh baya melompat keluar dan langsung mengumpat.
Kedua orang ini berulang kali menghina Nelly Wu. Maxon Wu tidak tahan lagi dan berkata dingin, “Perhatikan kata-katamu!”
Pria paruh baya mencibir sambil menunjuk Nelly Wu, “Di mana wali kelasnya? Siswa seperti ini, cepat dikeluarkan!”
Maxon Wu sangat marah, tangan kanannya sudah terkepal dan bersiap untuk memberi pelajaran pada orang ini.
Tepat saat ini, seorang gadis cantik dengan kaki panjang masuk. Dia adalah Stella Zhu yang baru saja disembuhkan Maxon Wu belum lama ini. Di belakang Stella Zhu, ada seorang gadis yang mengikuti, keduanya mengobrol dan tertawa.
Stella Zhu langsung mengenali Maxon Wu, matanya berbinar, “Tuan Wu!” Dia segera mendekat dengan gembira.
“Nona Zhu, kenapa kamu di sini?” tanya Maxon Wu begitu melihatnya.
“Adik sepupuku pindah ke SMA 1, aku mengantarnya ke sini.”
Wajah pria paruh baya yang semula sombong tiba-tiba menjadi tertegun ketika melihat Stella Zhu, lalu sangat terkejut dan bertanya, “Anda adalah Nona Besar?”
Stella Zhu menatapnya dengan heran, lalu bertanya, “Siapa kamu?”
“Oh, aku Jordy Wang, yang bertanggung jawab atas Biro Pertanahan dan Sumber Daya pemerintah daerah. Waktu itu Tuan Besar Zhu datang melakukan inspeksi di daerahku, kita pernah bertemu.”
Stella Zhu tidak dapat mengingat orang ini sama sekali. Keluarga Zhu mereka adalah keluarga terkemuka di ibu kota provinsi, dan ayahnya terkenal di kota, sama sekali tidak akan menganggap penting orang dari biro kecil.
Dia hanya “oh” sebentar dan tidak menghiraukannya, malah berbicara dengan Maxon Wu, “Tuan Wu, tak disangka bisa bertemu Anda di sini, sungguh mengejutkan.”
Melihat Stella Zhu begitu sopan terhadap Maxon Wu, hati Jordy Wang terkesiap dan berpikir, siapa dia sebenarnya?
“Aku datang menghadiri pertemuan orang tua siswa dan guru, lalu bertemu dengan orang yang tak punya akal sehat yang mengaku dari kantor pemerintah daerah. Hehe, apakah orang dari pemerintah daerah sekarang begitu tidak bermutu? Kalau begini, bagaimana bisa mengurus Kabupaten Mingyang?” ujar Maxon Wu.
Jordy Wang ketakutan sampai kakinya lemas dan wajah pucat.
Alis cantik Stella Zhu terangkat, dia menatap marah pada Jordy Wang, “Bagaimana ayahku membimbing kalian? Tidak boleh mengintimidasi orang dengan kekuasaan, apa kamu anggap itu angin lalu?”
Jordy Wang hampir menangis, dia segera berkata, “Nona Besar, ini salah paham, salah paham!”
“Benarkah? Bukankah kamu bilang, adikku merayu putramu?” tanya Maxon Wu dingin.
Jordy Wang segera berkata, “Tidak ada hal seperti itu! Putraku sendiri yang tidak mampu. Dia melihat Nelly cantik dan ingin mengejarnya. Tapi Nelly, menghabiskan semangatnya untuk belajar dan tidak menggubrisnya. Putraku yang tidak berguna ini menjadi sedih, akhirnya prestasinya mulai menurun. Semua ini gara-gara dirinya sendiri, tidak ada hubungannya dengan Nelly.”
Sikap pria ini berubah lebih cepat dari membalikkan buku. Sedetik yang lalu masih bertampang galak, sekarang tiba-tiba merendahkan diri. Hal ini membuat Maxon Wu tidak bisa tidak mengaguminya.
Tetapi, dia juga lebih marah, ternyata bajingan ini tahu semuanya, namun masih tetap menghina Nelly Wu, benar-benar kurang dihajar!
Maxon Wu tidak ingin melihatnya lagi, tapi bertanya pada Stella Zhu, “Kabarnya kalau kesehatan terganggu, karir tidak akan ada harapan lagi, kan?”
Stella Zhu mengangguk dan menjawab “Tentu saja, tidak memiliki fisik yang sehat, bagaimana bisa mengabdikan diri untuk bekerja?”
Maxon Wu mengangguk, lalu berkata pada Jordy Wang, “Aku melihat raut wajahmu, sepertinya otakmu bermasalah. Cepatlah diobati setelah kembali nanti.”
Jordy Wang baru saja mengatakan dirinya baik-baik saja, namun tiba-tiba mulutnya berbusa dan terjatuh. Ada anak tangga di belakangnya, bagian belakang kepalanya langsung menghantam tepi anak tangga dan darah mengalir.
Orang-orang di belakang menjadi panik dan kacau, ada yang memapah, mengangkat, dan ada yang menghubungi nomor darurat.
Tentu saja ini adalah perbuatan Maxon Wu secara diam-diam dengan sebuah jarum emas. Dia baru saja menusuk pembuluh darah otak yang sepele dari lawannya. Meskipun tidak mengancam jiwa, tapi akan meninggalkan gejala sisa dengan mulut miring dan mata juling.
Tapi kepala lawan jatuh di anak tangga, itu tidak ada dalam rencananya. Jatuhnya begitu keras sehingga muncul retakan di tengkorak, dan sedikit gegar otak tidak bisa dihindari.
Anggota keluarga Wang ketakutan dan segera memanggil ambulans. Mereka datang dan pergi dengan cepat seperti hembusan angin. Aula menjadi sunyi lagi.
Stella Zhu sangat kagum padanya, “Keterampilan medis Tuan benar-benar luar biasa.”
“Ini tidak ada apa-apanya.” sahut Maxon Wu kalem.
Wali kelas muncul tak lama setelah itu, dan pertemuan resmi dimulai. Tujuan dari pertemuan ini sangat sederhana, sekarang sudah semester akhir sekolah menengah kelas dua, dia berharap para siswa dapat terus giat belajar dan mendapatkan nilai baik di ujian akhir, sebagai dasar untuk di kelas tiga.
Setelah pertemuan hampir berakhir, wali kelas tiba-tiba berkata, “Wali siswa dari Nelly Wu, tolong keluar sebentar.”
Maxon Wu kemudian mengikuti wali kelas ke sudut ruang rapat.
Wali kelas adalah seorang pria berumur tiga puluhan, dia bertanya, “Kamu kakaknya Nelly?”
“Iya, Pak Yang.” Maxon Wu mengangguk.
Wali kelas bermarga Yang, lalu dia berkata, “Aku ingin berbicara denganmu mengenai masalah disiplin Nelly. Aku menerima respon dari beberapa orang tua siswa laki-laki bahwa Nelly memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan beberapa siswa laki-laki. Orang tua dari siswa-siswa itu keberatan dengan hal ini, dan merasa akan mempengaruhi nilai belajar mereka.”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

704