Bab 10 Vila Taikang Yang Angker

by Kickson 10:01,Apr 18,2022
Beberapa belas menit kemudian, barulah para ahli taruhan jade itu selesai memilih batu mereka. Tapi perasaan mereka sangat muram, Maxon hanya menggunakan waktu beberapa detik saja, tapi ia sudah dapat menemukan tiga buah batu yang cukup bagus warnanya, hal ini membuat mereka merasa sangat tertekan.

Jika batu yang dipilih mereka tidak sebagus milik Maxon, mereka pasti akan malu.

Namun, seperti apa yang sudah diduga oleh Clarice, tiga buah batu yang dipilih oleh Maxon adalah yang terbaik, batu-batu yang diasah oleh mereka semua warnanya tak sebaik milik Maxon, harga totalnya paling tinggi juga hanya seratus ribu RMB lebih saja, bahkan tidak sampai seperdelapan dari total milik Maxon.

Hasil perbandingannya sangat jelas, orang-orang itu pun sangat malu, mereka mencari alasan dan pergi dari sana satu per satu, sebelum pergi, beberapa dari mereka pun menatap Maxon dalam-dalam sejenak.

Setelah para ahli itu pergi, Clarice tiba-tiba menepuk tangannya, "Hebat!"

Maxon bertanya sambil tertawa, "Sekarang kau percaya padaku?"

"Aku selalu percaya padamu, tapi aku tidak tahu ternyata kau sehebat ini." kata Clarice sambil tersenyum, "Bagaimana kau melakukannya?"

Maxon menjawab pelan, "Seharusnya kau tahu, aku pernah mendekam di penjara, di sana aku bertemu dengan banyak sekali orang hebat, aku belajar semua ini dari mereka."

"Termasuk ilmu bela dirimu?" Clarice pun mulai tertarik, rasanya penjara itu benar-benar penuh dengan orang hebat yang tersembunyi.

"Bisa dibilang begitu." Maxon hanya bisa berkata seperti itu.

Lalu Maxon mengusap-usap hidungnya dan mengganti topik pembicaraannya, "Aku bisa pergi ke Biannan, kapan berangkat?"

Wajah Clarice berubah serius, "Perjalanan ke Biannan, boleh ditunda terlebih dahulu. Kau memiliki kemampuan melakukan taruhan jade sehenat ini, beberapa hari lagi aku akan mengajak ayahku, kita pergi ke Kota Dushi. Setelah melihat kehebatanmu, baru dia akan berani mengeluarkan 'peti matinya' itu."

Maxon mengerti, Clarice masih ingin mengamatinya, tapi Maxon menghadapinya dengan santai, jika ia bisa mendapatkan sepuluh juta RMB, terserahlah.

"Boleh, aku punya waktu kapan pun. Oh ya, hari ini kau mengungkit masalah Jayden, apa kau bisa memberitahuku detailnya?"

"Boleh, kita bicarakan di tempat lain saja." Dia membawa Maxon ke cafe di lantai lima, kedua orang itu membicarakan keadaan Keluarga Lu sambil minum teh.

Menurut Clarice, belasan tahun lalu Keluarga Lu memulai bisnisnya dan memasuki dunia properti, beberapa tahun pertama sangat lancar dan sukses, sampai lima tahun lalu, Keluarga Lu sudah memiliki aset sebesar miliyaran RMB.

Nafsu Keluarga Lu pun semakin besar karena hal itu, oleh karena itu, mereka membuat persiapan selama tiga tahun dan berinvestasi sebanyak sepuluh miliyar RMB, memulai proyek Vila Taikang.

Vila Taikang adalah sebuah proyek vila dan perumahan elit, dalam satu periode mereka menginvestasi sebesar delapan miliyar RMB, untuk membangun duar atus vila di atas gunung, dan perumahan elit di bawah gunung.

Jika proyek ini sangat sukses, Keluarga Lu akan menjadi perusahaan properti yang sangat besar, aset keluarga mereka juga akan berlipat ganda.

Namun tidak ada yang menyangka, saat sebagian besar Vila Taikang sudah selesai dibangun, mulai banyak kecelakaan yang terjadi. Dalam waktu sepekan saja, ada empat orang pekerja yang meninggal.

Keluarga Lu harus tetap beroperasi, namun juga ganti rugi, awalnya mereka mengira bahwa masalah ini akan berlalu, dan dapat segera menyelesaikan proyek mereka itu. Namun Keluarga Lu sama sekali tidak menyangka bahwa masalah yang lebih mengerikan lagi ternyata ada di belakangnya.

Sebulan kemudian, dua orang konsumen yang datang untuk melihat rumah meninggal karena kecelakaan, lalu tiga orang satpam juga ikut meninggal.

Total semua ada sembilan orang yang meninggal, kabar ini tidak bisa ditutupi lagi, kabar bahwa Vila Taikang sangat angker pun tersebar di seluruh Ynjing. Para pembeli yang telah membayar uang muka mereka membatalkan pembelian mereka semua. Di saat bersamaan, para aparat resmi pun menyelidiki penanggung jawab masalah ini dengan ketat, kepala keluarga dari Keluarga Lu pun dijebloskan ke penjara, hukumannya tiga tahun.

Sejak saat itu, rumah di Vila Taikang tidak terjual satu pun, aliran dana Keluarga Lu pun terhenti.

Karena rumah di Vila Taikang sama sekali tidak terjual, pihak bank juga terus melakukan perhitungan, berharap bahwa Keluarga Lu dapat membereskan Vila Taikang. Oleh karena itu, hingga saat ini, Vila Taikang masih berada di bawah nama Keluarga Lu.

Mendengar cerita tentang Keluarga Lu, Maxon merasa sangat aneh, "Sembilan orang meninggal, apa sebabnya?"

Clarice menggelengkan kepalanya, "Tidak jelas, Keluarga Lu juga telah mengundang banyak sekali orang pintar, tapi tidak ada yang bisa memberi mereka jawaban. Oleh karena itu pula, sampai sekarang tidak ada developer yang berani menerima Vila Taikang."

Maxon menghela nafas, "Investasi sampai puluhan miliar RMB, tapi tidak satu sen pun didapatkan kembali, Keluarga Lu benar-benar rugi besar."

"Tentu saja. Semua bisnis Keluarga Lu terhenti, uangnya digunakan untuk membayar bunga."

Maxon pun merasa kasihan pada Jayden, sebenarnya dia adalah seorang anak konglomerat, tapi sekarang hidupnya bahkan tidak sebaik orang biasa.

Mengingat hal itu, Maxon pun memutar kepalanya, Eye of Dimension dapat melihat setan dan dewa, apakah dia perlu pergi ke Vila Taikan untuk membantu Keluarga Lu?

Setelah berbincang-bincang sejenak, Clarice pun menerima sebuah telepon, katanya, "Aku ingin pulang untuk menyelesaikan semua masalah ini, beberapa hari lagi aku akan menghubungimu."

Maxon mengangguk, "Baik."

Setelah Clarice pergi, ia berpikir sejenak, lalu menelepon nomor Jayden.

Di dalam sebuah rumah biasa yang disewa, Jayden sedang mencuci baju, seluruh uang Keluarga Lu sekarang, tidak cukup untuk membayar bunga dari bank, seluruh anggota keluarga hidup berhemat, hidup dengan pas-pasan. Namu hal ini tetap saja tidak cukup, maksimal satu bulan lagi, Keluarga Lu akan mengumumkan bahwa mereka telah bangkrut.

Alis Jayden mengkerut, beberapa tahun lalu dia masih merupakan tuan muda keluarga kaya, tapi dua tahun ini dia sama sekali hidup dengan layaj.

Kemarin, ayahnya yang baru saja keluar dari penjara memberinya sebuah kartu bank yang di dalamnya berisi dua juta RMB tunai, ia menyuruhnya membawa kartu ini dan segera meninggalkan Yunjing, menjalani kehidupan di luar kota.

Jelas sekali, Keluarga Lu sudah tidak mampu pertahan lagi, orang tuanya berharap kehidupannya di masa depan akan lebih ringan, mereka sendirilah yang akan menanggung semua akibat dari kebangkrutan keluarga mereka.

Setiap kali memikirkan hal itu, Jayden sangat ingin menangis keras. Tapi dia tahu, menangis sampai buta pun tidak ada gunanya, dunia ini tidak akan simpati pada orang lemah!

Tiba-tiba, teleponnya berdering, Maxon yang meneleponnya.

Ia mengusap-usap tangannya, menahan perasaan kesal di dalam hatinya, dan berkata, "Maxon, kau di mana?"

Maxon, "Jayden, jemput aku di hotel, bawa aku ke Vila Taikang."

Mendengar kata 'Vila Taikang', hati Jayden terasa seperti ditusuk-tusuk, "Nona Tang sudah menceritakannya padamu?"

"Ya, sudah." jawab Maxon, "Bawa aku ke Vila Taikang, mungkin aku dapat membantumu."

Jayden tercengang sejenak, "Membantuku?"

Maxon tidan memberi penjelasan, ia hanya bertanya, "Jayden, apa kau percaya padaku?"

Tanpa ragu Jayden menjawab, "Tentu saja aku percaya padamu."

"Kalau percaya, jemput aku." kata Maxon, "Mungkin, aku dapat memberimu kejutan."

Jayden pun terpaksa berkata, "Baik, aku akan segera ke sana!"

Setengah jam kemudian, Jayden membawa mobil lokal tuanya itu untuk menjemput Maxon dan membawanya ke VIla Taikang.

Dalam perjalanan, Jayden sangat penasaran mengapa Maxon bisa kenal dengan Clarice, ia berkata, "Maxon, kau beruntung sekali, bisa-bisanya kau pacaran dengan orang yang terkenal seperti Clarice Tang."

"Orang terkenal? Apa dia sangat terkenal?" Maxon pun tertarik, ia bertanya, "Apakah Keluarga Tang sangat kaya?"

Jayden, "Clarice Tang adalah salah satu dari empat wanita tercantik di Yunjing, lulusan universitas ternama di dunia, merupakan wanita pebisnis yang hebat. Dan Keluarga Tang, tidak hanya kaya saja. Barang antik, perhiasan, dan emas di lima provinsi tengah dan selatan, Keluarga Tang memiliki pangsa pasar yang besar. Selain itu masih ada hotel, developer properti, pariwisata, investasi, yang jelas, begitu Keluarga Tang menghentakkan kakinya, Yunjing pasti akan gempa."

Maxon terkejut, "Sehebat itu!"

Jayden, "Tapi Keluarga Tang sudah merambat ke mana-mana sejak dulu, Clarice adalah keturunan langsung dari Istri Kedua dari Keluarga Tang, bertanggungjawab dalam bagian perhiasan dan investasi. Bisnis lainnnya, dipegang oleh istri-istri lainnya."

Lalu, ia pun tak tahan lagi untuk bertanya, "Maxon, apa yang ingin kau lakukan sebenarnya?"

Maxon tersenyum, "Waktu di penjara aku mempelajari beberapa ilmu tentang Fengshui pada seorang ahli."

Jayden membalikkan matanya, "Aduh, sahabatku, apakah dalam dua tahun ini kau dapat langsung mempelajari semuanya?"

Maxon mengedip-kedipkan matanya, "Ini pertama kalinya aku membantu orang untuk melihat Fengshui, jangan menekanku."

Jayden tak bisa berkata apa-apa, hanya menghela nafas dan menyetir dengan diam.

Mobil pun akhirnya tiba di Vila Taikang, di bawah gunung adalah daerah perumahan mewah, semua sudah selesai dibangun, tapi saat ini tidak ada satu orang pun, terasa sangat dingin dan mengerikan.

"Ini adalah Vila Taikang, total luas bangunan di bawah gunung delapan puluh lima ribu meter persegi, di atas gunung ada dua buah vila, kalau dihitung dengan nilai pasaran normal sekarang, harganya lebih dari dua puluh miliyar RMB." Mata Jayden tampak muram, "Awalnya kami kira tempat ini adalah tempat yang akan membuat Keluarga Lu kami melambung tinggi, siapa sangka malah menjadi makam yang mengubur Keluarga Lu!"

Maxon tidak berkata apa-apa, matanya melihat ke arah sebuah rumah yang tidak jauh dari sana, di dalam rumah itu ada sebuah aura hitam yang sangat pekat, meskipun orang lain tidak dapat melihat aura hitam itu, tapi tidak bisa menghindar dari Eye of Dimension.

Jayden menyadari ekspresi wajah Maxon, ia bertanya, "Kau sedang melihat apa?"

Maxon bertanya padanya, "Rumah ini, apa pernah ada masalah di sana?"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

775