Bab 16 Menghancurkan Formasi Jahat Vila Taikang

by Kickson 10:01,Apr 18,2022
Maxon Wu menyipitkan mata, “Aku paling mengenal Nelly! Pasti siswa-siswa itu yang punya niat terhadapnya, aku mengerti untuk hal ini, tapi minta mereka jangan sampai mempengaruhi nilai Nelly.”
Wali kelas terkejut, ini yang ingin dirinya katakan, bagaimana dia bisa mengatakannya lebih dulu?
Dia mendehem, “Kakaknya Nelly, maksudku adalah…”
“Aku mengerti maksud Bapak. Kamu takut siswa-siswa dengan nilai buruk itu akan mempengaruhi prestasi Nelly. Begini saja, aku akan menemui kepala sekolah untuk memindahkan Nelly ke kelas lain. Bagaimana menurutmu?” kata Maxon Wu sambil menatap wali kelas ini.
Wali kelas tercengang, dia dengan cepat berkata, “Aku tidak bermaksud begitu…”
“Aku mengerti.” Maxon Wu tidak membiarkan dia bicara sama sekali, “Aku tidak akan mempersulit Bapak, dan sepakat.”
Selesai bicara, dia berbalik dan pergi membawa Nelly Wu bersama.
“Kak, ke mana?” tanyanya.
“Pulang.”
“Tidak sekolah?” Nelly Wu termangu.
“Jangan khawatir. Kakak akan memindahkanmu ke kelas lain. Kelas kalian terlalu kacau, wali kelas juga bukan orang baik. Selain itu, manfaatkan waktu ini untuk mengikuti Kompetisi Matematika Nasional untuk siswa sekolah menengah. Aku sudah mengecek, kompetisi ini akan diadakan setengah bulan lagi, masih sempat untuk mendaftar sekarang, dan harus memperketat latihan matematika kamu.” jelas Maxon Wu panjang lebar.
Maxon Wu sudah mengecek di internet. Dua ratus teratas di kompetisi matematika dapat berpartisipasi dalam Kompetisi Olimpiade Matematika Nasional. Siswa dengan nilai yang cukup baik akan dipilih untuk tim pelatihan nasional dan akhirnya berpartisipasi dalam Kompetisi Olimpiade Matematika Internasional.
Nelly Wu tercengang, “Kak, mereka semua mendapat bimbingan dari profesional, setidaknya selama satu tahun. Bagaimana aku bisa bersaing dengan mereka?”
“Tidak perlu takut, aku akan mencari master untuk membimbingmu.” hibur Maxon Wu.
Master? Master apa? Nelly Wu merasa dirinya akan gila.
Mereka berdua baru mau pergi, Stella Zhu tiba-tiba berkata, “Tuan Wu, mungkin aku bisa membantumu.”
Maxon Wu berhenti, “Oh? Kamu bisa bantu aku?”
Stella Zhu tersenyum kecil, “Aku dulu pernah ikut serta Olimpiade Matematika. Jika Tuan Wu tidak keberatan, biar aku saja yang membimbing adikmu, boleh?”
“Kamu?” Maxon Wu sedikit tidak percaya padanya, “Kamu pernah memenangkan juara?”
Stella Zhu tertawa dan berkata, “Peringkat ketiga distrik Yanlong, apakah prestasi ini bisa?”
Begitu mendengarnya, Maxon Wu merasa ini juga cukup hebat, dan dia berkata, “Oke, terima kasih Nona Zhu.”
“Tidak perlu sungkan, aku sangat senang bisa membantu Tuan Wu.” Stella Zhu tersenyum dan berkata, “Ada lagi, kalau ingin mengikuti kompetisi matematika, sebaiknya kelasnya disesuaikan, dan aku juga bisa bantu untuk hal ini.”
“Benarkah?” Maxon Wu sangat senang, “Kalau begitu, mohon bantuannya.”
Setelah berpisah dengan Stella Zhu, adik dan kakak ini tiba di rumah saat pukul sepuluh lewat. Maxon Wu meminta Nelly Wu membaca beberapa buku panduan kompetisi, sedangkan dirinya buru-buru ke stasiun kereta. Dia sudah buat janji dengan Jayden Lu untuk membantunya menyingkirkan energi jahat di Vila Taikang pada siang ini.
Ketika kereta sampai di Yunjing, Jayden Lu sudah menunggu di pintu keluar sejak tadi. Di sebelahnya berdiri seorang pria paruh baya, yang masih muda tapi rambutnya sudah memutih sebagian. Pria ini adalah ayahnya Jayden Lu, Candra Lu.
Setelah dikenalkan oleh Jayden Lu, Maxon Wu segera maju dan menyapa, “Paman Lu!”
Candra Lu bergegas memegang erat tangan Maxon Wu, “Maxon, aku sangat berterima kasih! Kamu sungguh punya cara untuk menyingkirkan energi jahat itu?”吴北点头:“完全没问题,请叔叔放心。”
“Sama sekali bukan masalah, paman tenang saja.”
“Barang yang kuinginkan, apa sudah lengkap?” tanyanya pada Jayden Lu.
“Lengkap, semuanya ada di bagasi.” Jawabnya segera.
“Sudah hampir tengah hari, ayo berangkat!” Dia melambaikan tangan, lalu ketiganya masuk ke mobil Jayden Lu dan melaju ke Vila Taikang.
Di pintu masuk Vila Taikang, Candra Lu tampak gugup dan mengeluarkan semua barang yang dibutuhkan Maxon Wu dari bagasi mobil dengan tangan yang gemetar.
Maxon Wu santai saja, dia mengeluarkan cinnabar, bubuk cula badak, dan lainnya, lalu dibuat pasta dengan air mata sapi, kemudian membuat kuas jimat dari bulu mata sapi.
Segera, semuanya sudah siap, dia mengeluarkan kertas jimat dan menggambar simbol yang aneh dan rumit di kertas jimat.
Ini cara jimat digambar, reiki diedarkan di dalam tubuh, dan pikiran memasuki keadaan meditasi, semuanya diselesaikan sekaligus. Dengan cara ini, baru dapat menggambar jimat dengan efek spiritual.
Jika tidak tahu menggambar jimat, akan mengusik hantu dan membuat dewa tertawa; jika tahu menggambar jimat, akan mengejutkan hantu dan dewa!
Keterampilan menggambar jimat Maxon Wu bersumber dari bab pembuatan jimat di Seni Surga, Bumi, Neraka, dan Alam Baka. Dengan energi murni langit dan bumi, menarik kebenaran langit bumi, untuk menghancurkan semua kejahatan.
Setelah menggambar jimat, mata dimensi Maxon Wu dapat melihat lapisan aura jimat yang luar biasa, dia sangat puas dan bertanya, “Para pekerja belum datang?”
Sebelumnya dia meminta Jayden Lu mencari 20 pekerja, dan harus membawa peralatan penggalian untuk menggali guci yang ada di dalam tanah.
“Mereka akan segera sampai!” sahut Jayden Lu.
Maxon Wu mengangguk dan lanjut menggambar jimat. Tidak lama kemudian, dua puluh lembar jimat telah selesai. Wajahnya sedikit pucat saat ini. Ternyata menggambar jimat ini sangat menguras energi, juga menggambar begitu banyak sekaligus, dia sedikit tidak tahan.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Jayden Lu cepat.
“Tidak apa-apa, cukup istirahat sebentar.” jawab Maxon Wu sambil mengibaskan tangannya.
Mumpung belum ada orang lain, dia bertanya pada mereka, “Paman Lu, apakah keluarga Lu kalian pernah menyinggung seseorang yang hebat?”
“Dalam berbisnis, sulit terhindar dari tidak menyinggung orang lain, tapi tidak sampai terjadi kontradiksi besar.” Candra Lu tersenyum pahit.
“Kalau begitu, apakah kamu pernah berhubungan dengan orang yang bisa ilmu jahat?”
Candra Lu berpikir sebentar, lalu berkata, “Tidak ada, dulu aku tidak percaya semua ini. Kemudian, terjadi sesuatu di Vila Taikang, aku telah mencari ahli yang tidak sedikit, menghabiskan uang banyak, tapi tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini.”
Berbicara sampai di sini, dia dengan cepat berkata, “Maxon, jangan khawatir, kamu telah membantu paman, aku pasti akan memperlakukanmu dengan adil.”
Maxon Wu mengibaskan tangannya, “Masalah kecil, Jayden adalah sahabatku, sudah seharusnya aku bantu dia.”
Tepat saat ini, pekerja telah tiba. Maxon Wu meminta Jayden Lu membagikan dua puluh lembar jimat kepada pekerja dan menaruhnya di dada mereka.
Setelah itu, dia menggambar dua lembar lagi, agar Jayden Lu dan Candra Lu masing-masing membawa jimat tersebut.
Jimat ini dinamakan jimat pelindung kebenaran, dapat menghindari serbuan roh jahat dan menjaga pikiran agar tidak terkecoh.
Semua orang sudah memiliki jimat pelindung dan segera mulai menggali. Pertama yang harus digali adalah guci besar di vila bagian puncak gunung yang berisi jasad ibu hantu.
Semuanya datang ke lokasi dan menggunakan mesin untuk menelusuri. Maxon Wu berdiri tidak jauh untuk berjaga-jaga, Jayden Lu datang mendekat dan sikapnya terhadap Maxon Wu ada perubahan yang jelas. Dia tidak memanggil Maxon lagi, tapi menjadi “Kak Maxon.”
“Kak, aku berunding dengan Clarice kemarin, dan keluarga Tang bersedia bekerja sama dengan kami. Mereka akan menginvestasikan dua miliar, juga menggunakan koneksi keluarga Tang untuk membantu keluarga Lu memulai kembali Vila Taikang.”
“Bagus. Selama Vila Taikang dapat dipasarkan, kalian bukan hanya bisa melunasi hutang, tetapi juga menghasilkan uang.” Maxon Wu berkata.
“Aku tidak menduga, ternyata Kak Maxon adalah seorang ahli!” keluh Jayden Lu.
“Aku juga kebetulan telah mempelajari formasi jahat semacam ini. Ini keberuntungan kamu.” ujar Maxon Wu.
Jayden Lu terkekeh, “Kak, apakah Nona Tang benar-benar pacarmu?”
Maxon Wu memutar matanya, “Menurutmu? Tentu saja bukan. Aku baru keluar dari penjara, apa mungkin seorang Nona Besar dari keluarga terkemuka akan menyukaiku?”
Jayden Lu mengeluh, “Sayang sekali! Kak, meski kamu punya keahlian, tapi sesuai dengan pengaruh keluarga Tang, mereka paling mementingkan status dan kedudukan.”
Maxon Wu tidak pernah memikirkan hal ini sama sekali. Dia berkata, “Keluarga Tang juga tidak akan rugi, kerja sama kalian saling menguntungkan. Kebetulan kamu juga akan segera lulus, nanti kamu bisa membantu bisnis paman.”
Jayden Lu mengangguk dan berkata sambil tersenyum, “Kak, ada 200 vila yang dibangun di Vila Taikang pada tahap pertama, dan salah satu yang terbaik disebut Taikang No.1, yang terletak di puncak gunung dan satu-satunya. Areanya seluas 15 hektar, luas bangunan lebih dari 5.000 meter persegi, dilengkapi dengan kolam renang, taman, dan helipad, sangat indah sekali.”
Maxon Wu sepertinya bisa menebak apa yang ingin dia katakan, dan berkata, “Bangunan seperti itu, modalnya tidak murah, kan?”
“Tentu saja, pada waktu itu lebih dari 100 juta yuan diinvestasikan pada vila itu. Nilai pasarnya saat ini setidaknya 300 juta yuan.” Kemudian, dia memandang Maxon Wu, “Kak, kamu telah menyelamatkan keluarga Lu kami, dan aku ingin menghadiahkan Taikang No.1 itu untukmu.”
“Untukku?” Maxon Wu berkata, “Ini terlalu berharga. Kamu dan aku seperti saudara, sudah seharusnya aku membantumu, dan aku tidak boleh menginginkan barang darimu.”
Jayden Lu berkata dengan serius, “Justru karena saudara, jadi kamu jangan sungkan denganku. Dan ini juga niat dari ayahku.”
Tentu saja, Maxon Wu juga tidak akan sungkan. Tanah di Yunjing sekarang sangat berharga, dan sangat tepat untuk memiliki vila di sini.
“Baiklah, aku terima.” ujarnya.
Jayden Lu sangat gembira, “Kak, tunggu setelah Vila Taikang terjual semua, keluarga Lu kami akan memiliki kekayaan puluhan miliar. Sampai saat itu, aku akan mengundangmu untuk menjabat sebagai direktur di Lu’s Corp, dan memberimu sebagian ekuitas.”
Maxon Wu mengibaskan tangan, “Vila itu sudah cukup, aku tidak mau ekuitas.”
Jayden Lu tidak menyebut hal itu lagi, dan melanjutkan pembicaraan mengenai kerja sama kedua pihak.
Mereka asyik mengobrol, satu jam sudah berlalu, dan guci itu akhirnya digali keluar dan diangkat dengan tali.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

704