Bab 2 Joyous

by Febi 11:33,Nov 12,2020
“Aku bersedia.”

Dia sudah berada di penjara menderita disana selama 3 tahun, dia tidak ingin kembali ke tempat yang menyeramkan itu lagi dan dia percaya kalau dia kembali kesana lagi, tak sampai 1 tahun dia pasti akan bisa mati.

Jadi mau bagaimanapun dia harus pergi dari sana, walaupun dunia luar penuh dengan jebakan, tapi setidaknya itu pasti akan lebih baik dari pada harus perlahan mati di tempat yang penuh kegelapan seperti itu.

“Baguslah kalau kamu bersedia, besok aku akan mengatur pendaftaran pernikahan kalian, kamu tidak keberatan kan atau ada saran lainnya?”

Jenifer Wen aneh dengan keterburuannya, tapi, mengenai hal ini, dia tidak peduli, “Tidak keberatan, semuanya ikut aturanmu saja.”

Kakek Lu melihatnya yang bersedia kerja sama dan megikuti semua kata-katanya menganggukan kepala, kembali ke ruang kerjanya, sementara ibu Nichola Lu-Eva Ye sudah menunggu disana.

Melihatnya, Eva Ye menjadi panik dan tak berdaya, “Ayah, kamu benar-benar ingin menikahi wanita seperti itu dengan Nicholas?”

Kakek Lu mengangguk tanpa ragu, “Semua sudah di atur.”

“Tapi, Nicholas bagaimana mungkin menikahi wanita seperti itu, walaupun dia sekarang koma, dan kalau ingin menikahi wanita dari keluarga baik-baik dan bersih itu bukanlah suatu hal yang sulit, wanita ini sudah membuat Nicholas seperti ini, dan pernah masuk penjara, dia bagaimana mungkin pantas untuk Nicholas?”

“Semua sudah di atur, lagi pula...Wanita sepertinya mudah di genggam, kalau memang tidak berguna, tinggal diselesaikan saja, gampang.”

Setelah mengatakan itu, kakek Lu menyuruh ibu Nicholas Lu keluar dari sana, kemudian melihat foto Nicholas Lu dalam foto keluarga dan menghela nafas.

Nicholas Lu karena kecelakaan koma selama 3 tahun, tubuhnya dari awal sudah membaik, hanya, dia masih tidak sadarkan diri, tenggelam dalam koma, keluarga Lu sendiri tidak tahu sudah mencari berapa banyak dokter dari segala penjuru tapi hasilnya tetap nihil.

Tak lama, ada seorang peramal yang meramalkan seorang wanita yang bisa memberikan joyous keajaiban untuk Nicholas Lu, dan dari ramalan itu menunjukan kalau wanita itu adalah Jenifer Wen.

Ya ini mungkin sudah suratan takdir dari tuhan.

……

Jenifer Wen di atur tidur di kamar yang sudah di siapkan, disana sudah disiapkan pakaian yang bersih, dia menghampiri pakaiannya, lalu mengelus bahannya, dalam hatinya tertohok.

Dia sudah berapa lama tidak mengenakan pakaian yang bersih dan tidak ada bolongan di pakaiannya.

Selesai mandi dan menukar pakaian yang bersih, Jenifer Wen berdiri di depan cermin melihat dirinya.

Wanita di depan cermin ini baru berusia 21 tahun, sama seperti bunga yang baru mekar, tapi di bawah matanya sudah tidak ada harapan dan kepolosan seperti umurnya, saat ini hanya ada...kesedihan yang tak terhapuskan dan juga dendam.

Kehidupan di penjara selama 3 tahun, sudah mengubah dirinya seutuhnya.

Tidur Jenifer Wen malam ini tidak lelap, walaupun disini bersih dan hangat, tapi segala yang pernah terjadi sebelumnya lewat mimpi datang menyerangnya, membuat nafasnya sesak.

Ulang tahun pada usia 18 tahun, ayahnya tanpa di duga memberikannya sebuah mobil dan juga memberikannya baju mahal yang biasanya tidak akan pernah diberikan padanya, Jenifer Wen dengan gembira mengenakan pakaian itu dan mengendarai mobilnya keliling sekitar daerahnya, hanya baru keliling sebentar polisi datang dan membawanya ke kantor polisi.

Di kantor polisi, Jenifer Wen baru tahu, mobil itu, beberapa hari yang lalu baru menabrak orang dan melarikan diri, dan dari CCTV, wanita yang mengendarai mobil itu mengenakan baju yang sama dengan dia kenakan saat ini.

Ya hadiah ulang tahun umur 18 tahunnya adalah vonis penjara 10 tahun dari kesalahan yang bukan dia perbuat...

Jenifer Wen dengan alis mengkerut berusaha bangun dari mimpi buruknya, hingga akhirnya pelayan rumah datang mengetuk pintu dan berhasil membangunkannya.

“Nona Wen, kamu sudah harus pergi belajar mengurus tuan muda.”

Jenifer Wen dengan cepat mandi kemudian mengikuti pelayan pergi. Keluarga Lu membawanya kesini, tentu bukan untuk menyuruhnya menikmati kehidupan nyonya muda. Dia harus melakukan semua yang dia bisa untuk bertahan dan tinggal disana.

Setelah mendapat instruksi dari pelayan, Jenifer Wen mengetahui kalau dia harus membersihkan tubuh Nicholas Lu sekali setiap hari dan memberinya pijatan. Karena dia tidak tahu cara memijat, jadi hari ini dia hanya akan melakukan pekerjaan membersihkan tubuhnya.

Pelayan itu hanya mengajarkannya sekali dan kemudian mundur. Jenifer Wen memandang lelaki yang terbaring di tempat tidur, mengertakkan gigi, dan mengulurkan tangannya untuk melepas pakaian lelaki itu dengan hati-hati.

Meskipun dia mengerti kalau Nicholas Lu hanyalah lelaki yang sedang koma, tapi dia bagaimanapun juga seorang lelaki yang berkembang dengan baik, menghadapi tubuh orang asing apalagi seorang laki-laki membuat Jenifer Wen sangat malu.

Selama sebesar ini, dia belum pernah melihat tubuh lelaki, dan pacar yang bersamanya sebelumnya, mereka tidak pernah melakukan kontak fisik.

Namun sekarang, inilah yang harus dia lakukan, dan dia tidak punya ruang untuk melarikan diri.

Meskipun Nicholas Lu telah koma selama 3 tahun, di bawah perawatan cermat keluarga Lu, dia tidak berbeda dari orang normal kecuali badannya yang kurus dan pucat.

Jenifer Wen memandangi ototnya yang masih indah dan kuat, tersipu, dan menyeka setiap sudut tubuhnya dengan handuk yang dibasahi air hangat.

"Tubuh tuan muda harus dibersihkan setiap hari, dan nanti akan ada orang yang datang untuk memeriksanya."

Teringat dengan apa yang di katakan pelayan sebelum pergi, Jenifer Wen yang merasa malu akhirnya hanya bisa sambil memalingkan muka dan kembali membersihkan tubuhnya.

Setelah beberapa saat, Jenifer Wen merasa sudah selesai dan dengan tergesa-gesa mengenakannya pakaiannya satu per satu, karena dia sangat bingung dan panik, dia sampai tidak menyadari kalau tubuh lelaki itu merespon karena tindakannya dan sedikit menegang, bahkan jari-jari yang awalnya tidak bereaksi sama sekali ikut bergerak.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

565