Bab 16 Aku Mohon Lepaskan Aku

by Febi 11:34,Nov 12,2020
Setelah telepon terputus, dalam sekejap, keringat dingin di tubuh Jenifer Wen langsung luruh membasahi pakaiannya, dia seperti baru dikeluarkan dari air dingin, dan udara seperti tersedot, membuatnya seperti tercekik.

Hansen Bai juga bangkit dan memegang tubuh Jenifer Wen yang gemetar: "Jenifer, ada apa denganmu?"

“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja…” Jenifer Wen menghindari tangan Hansen Bai dan mundur beberapa langkah. Dia takut akan menyusahkan Hansen Bai, memegang ponsel dengan erat dan buru-buru mengucapkan selamat tinggal padanya: “Aku ada urusan lain dan izin pergi dulu. Nanti aku akan menghubungimu lagi."

“Tunggu.” Hansen Bai kalau Jenifer Wen memiliki masalahnya sendiri, dan sekarang telah terjerumus masuk ke dalam keluarga Lu. Banyak hal yang tidak bisa dia lakukan dengan bebas. Kalaupun dia ingin membantunya dia harus menghentikan itu karena itu bisa menyakiti Jenifer Wen, "Aku punya kartu, ambil lah, kalau makan dan pakaian di keluarga lu tidak sesuai denganmu, kamu bisa pergi keluar dan membeli yang baru. Oh iya, aku membawakanmu banyak pakaian dan semuanya model yang dulu kamu sukai. Kalau kamu merasa tidak nyaman untuk keluar, kamu bisa memakai pakaian ini.

Jenifer Wen menunduk dan melihat pakaian yang dia bawa keluar saat ini adalah pakaian dari penjara, setelan celana jins tua dan lengan pendek putih 3 tahun yang lalu, dia kemudian tersenyum kaku, "Tidak apa-apa, aku masih punya pakaian..."

“Tidak perlu sungkan denganku, ya sudah, pergi lah, nanti kalau terlambat pulang keluarga Lu akan menyulitkanmu lagi."

Hansen Bai memberikan pakaian dan kartu itu ke tangan Jenifer Wen, kemudian berbalik dan pergi, dan Jenifer Wen akhirnya hanya bisa mengambil pakaian itu dan masuk ke mobil Keluarga Lu pergi dari sana.

Di sudut jalan, Hansen Bai yang duduk di dalam mobil menyaksikan Jenifer Wen masuk ke dalam mobil, hatinya tanpa bisa dijelaskan terasa sesak, dan tangannya mengepalkan kemudi.

Jenifer Wen, tunggu aku, suatu hari nanti aku pasti akan bisa membuatmu mendapatkan kebebasanmu.

Jenifer Wen dalam perjalanan pulang meras tidak tenang, membayangkan malam yang gelap nanti, dia takut dengan apa yang akan dilakukan lelaki itu padanya, tetapi juga tidak berani memberi tahu siapa pun.

Supir itu juga orang dari lelaki itu, dan dia tidak berani menunjukkan keanehan pada dirinya sedikit pun.

Untuk sesaat, dia rasanya ingin melompat keluar mobil dan melarikan diri, tetapi dia tahu kalau dia sama sekali tidak bisa lepas dari genggaman keluarga Lu!

Jenifer Wen merasa seperti ada seseorang yang tengah mencekik tenggorokannya membuatnya susah bernafas.

Jenifer Wen duduk di ruang tamu sampai tengah malam tidak berani kembali ke kamarnya. Para pelayan yang lalu-lalang menatapnya dengan heran. Pada akhirnya, Eva Ye yang kembali dari pesta melihat Jenifer masih duduk di sofa ruang tamu, kemarahan dalam hatinya melonjak dan mulai mengoceh: "Semalam ini bukannya menemani Nicholas malah duduk di sini seperti orang bodoh, apa yang kamu lakukan!"

"Aku, aku tidak bisa tidur, jadi ke ruang tamu mencari udara segar..."

"Kembali ke kamarmu. Kalau kamu tidak bisa tidur, pergi pijit Nicholas. Pijit dia sampai kamu tertidur! Jangan sampai aku melihatmu lagi di tengah malam, itu benar-benar menjijikkan dan membuatku ingin muntah!"

Jenifer Wen tidak punya pilihan selain bangkit dan kembali ke kamar. Lampu di dalam ruangan menjadi gelap saat pintu ditutup, dan tubuh Jenifer Wen langsung ditekan ke pintu.

"Siang tadi, lelaki busuk itu menyentuhmu dimana saja, hm? Tangan mana yang disentuhnya? Aku akan pergi memotong tangannya!"

"Kami hanya teman baik, kamu tidak boleh menyakitinya tanpa alasan!"

“Jenifer Wen, ini baru beberapa hari, kamu sudah pergi keluar dan mencari laki-laki lain! Aku khawatir itu alasan sebulanmu itu untuk ini, kamu ingin mencari laki-laki lain untuk mendukungmu, dan memanfaatkan ini untuk menyingkirkan aku! Lihat lah kamu bahkan berani lelaki busuk itu. Percaya tidak kalau kamu mengatakan satu hal tentang lelaki itu lagi, aku besok pasti akan membuatnya menemui ajalnya?”

Jenifer Wen teringat pada ferrari milik Vino Yu. Ketika supir tanpa ragu menabrak mobilnya, dia bahkan tidak memikirkan apakah ada orang di dalam mobil itu. Mungkin mereka sama sekali tidak mengkhawatirkan apakah ada orang di dalam mobil itu, oleh karena itu, bagi mereka membunuh Hansen Bai mungkin hanya semudah dengan satu gerakan jari.

"Tolong, jangan seperti ini...Aku tidak bermaksud meminta bantuan siapapun. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya. Kalau kamu tidak percaya, aku lain kali tidak akan pergi bertemu dengannya...”

Jenifer Wen merasakan rasa takut, kalau dia tadi banyak melakukan skinship dengan Hansen Bai, apakah dia sekarang bisa langsung menerima kabar buruk dari Hansen Bai?

Permohonannya itu menunjukkan hasil. Lelaki itu melepaskannya, tetapi ketika melihat tas berisi pakaian di tangannya, amarahnya melonjak lagi dan melemparkan tas pakaian itu ke lantai. Kartu yang diberikan oleh Hansen juga jatuh.

Lelaki itu melihat pakaian dan kartu di tempat yang sama kemudian mencibir: “Sudah ada pakaian, ada kartu lagi, dan kamu masih bilang tidak ada apa-apa dengannya, ya?"

Wajah Jenifer Wen dicengkeram oleh telapak tangan lelaki itu, dan dia berusaha keras untuk mengeluarkan beberapa kata dari bibirnya: "Hanya beberapa pakaian..."

“Hanya beberapa pakaian? Nah berarti lain kali, apakah kamu akan menyodorkan tubuhmu padanya, hah!

“Cukup! Sebenarnya apa yang kamu mau, pakaian ini juga tidak dari uangmu, mau atau tidak pakaian ini itu adalah kebebasanku, kamu atas dasar apa mengurusiku!”

“Kebebasan? Ah! Jenifer, kamu sepertinya sudah melunjak karena perlakuan renggang keluarga Lu padamu, kamu sepertinya lupa kamu ada dimana, dan apa statusmu huh!”

“Aku ada kebebasan atau tidak, itu tidak ada urusannya denganmu, dasar kamu iblis gila, kalau memang tidak ada jalan lain ayo kita pergi mati bersama!”

“Kalau begitu aku dulu yang akan menghancurkanmu!”

“Kamu! Lepaskan! Huf—

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

565