Bab 17 Dia Sadar!

by Febi 11:34,Nov 12,2020
Bibir Jenifer Wen langsung di kunci olehnya hingga tak bisa mengatakan sepatah kata pun. Dia dikelilingi oleh rasa putus asa yang dalam. Siapa yang bisa menyelamatkannya? Apa yang harus dia lakukan!

Pintu kamar terasa dingin dan keras. Dia tidak bisa melawannya, dan akan langsung terjerumus dalam lubangnya, tepat saat dia tak tahu harus bagaimana dia tiba-tiba mendengar Nicholas Lu di tempat tidur mengeluarkan suara yang pelan——

"Air...Aku ingin minum air..."

Mata Jenifer Wen langsung berbinar dan dia berteriak, "Siapapun datang cepat kesini, Nicholas sudah sadar!"

Gerakan lelaki itu langsung terhenti, menatap ke arah Nicholas Lu dengan tajam, dan kemudian berbalik melihat Jenifer Wen, cahaya dingin di matanya seperti ingin memakan Jenifer Wen hidup-hidup.

Suara langkah kaki dari jauh terdengar mendekat, dan lelaki itu akhirnya hanya bisa menggigit bahunya, berbalik dan menarik tirai, menghilang di kegelapan malam.

Jenifer Wen melihat bahunya terkelupas karena di gigit, tapi sudah tidak peduli untuk mengobati lukanya. Dia segera mengambil beberapa pakaian dari lantai dan memakainya dan mengemasi sisanya. Orang-orang dari Keluarga Lu telah sampai di pintu, mengetuk pintu dengan keras dan cemas.

Saat Jenifer Wen membuka pintu, orang-orang itu langsung menyerbu masuk, mengelilingi ranjang, dan menyalakan semua lampu. Ketika melihat Nicholas Lu di ranjang benar-benar telah membuka mata, semuanya terlihat ingin menangis karena kegirangan.

“Tuan muda sadar, akhirnya sadar juga!”

Eva Ye mengelap air matanya: “Nicholas, kamu akhirnya sadar juga, selama beberapa tahun ini ibu sangat mengkhawatirkanmu.”

Kakek Lu membawa dokter ke dalam kamar untuk memeriksa keadaan Nicholas Lu, setelah meyakinkan kalau semuanya normal, dan besok pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang menyeluruh, hari ini sudah boleh istirahat, semua orang baru bisa merasa lega.

Kakek Lu berjalan ke sisi Jenifer Wen, menganggukan kepala: “Nicholas bisa sadar, ini juga berkat perawatanmu padanya.”

Jenifer Wen menghindar menundukan kepala, takut kalau kakek Lu bisa melihat ada bekas yang aneh di wajahnya: “Mana lah, Nicholas bisa sadar semua karena perawatan ekstra dari keluarga Lu.”

Kakek Lu tidak lagi melihatnya, dengan suara yang dalam memerintah: “Nicholas baru sadar, semuanya keluar dulu saja, biarkan dia istirahat dulu, sisanya besok baru dibicarakan.”

Setelah perintah itu turun, orang-orang keluarga Lu mulai melangkah keluar, kakek Lu kemudian menambahkan: “Nicholas, dia adalah istrimu, sebulan belakangan ini dia lah yang mengurusmu, jadi malam ini biar dia saja yang temani kamu.” Setelah mengatakan itu pergi meninggalkan kamar Nicholas Lu.

Di kamar saat ini hanya tersisa Jenifer Wen dan Nicholas Lu yang baru sadar.

Nicholas Lu yang baru sadar, kedua matanya masih belum jelas, dia menatap lurus Jenifer Wen lama, Jenifer Wen saat ini baru teringat kalau dia mau minum air, jadi langsung memberikannya air.

Kecuekan Nicholas Lu membuat Jenifer Wen tidak berani bersuara, setelah meminum air tenggorokan laki-laki itu baru terasa plong: “Pergi kamu.”

“Apa?”

“Aku tidak suka seruangan dengan wanita asing, pergi sana tidur di depan pintu.”

Jenifer Wen mengertakkan gigi, "Aku istrimu, kita memiliki hubungan yang di dasarkan hukum dan sah, apa salahnya kalau bersamamu!"

“Kalau kamu tidak mau pergi, aku akan memanggil orang-orang dan memberi tahu mereka kalau kamu di belakangku sudah bermain bersama lelaki lain.” Pandangan Nicholas Lu tertuju pada bahunya: “Kamu bahkan masih meninggalkan jejak hubungan kalian dengan jelas, sungguh memalukan!

Tangan Jenifer Wen tanpa sadar memegang bekas gigi yang dalam di bahunya, meski di tutupi pakaiannya, kulitnya masih terasa seperti terbakar.

Terutama saat Nicholas Lu tanpa sungkan mengatakan itu, membuatnya semakin tidak berani mengangkat kepalanya.

Pada akhirnya, dia hanya bisa pergi ke depan pintu dengan selimut, duduk merosot ke lantai di luar pintu, dan tertidur.

Ternyata benar-benar tidak ada orang baik di keluarga Lu.

Nicholas Lu, yang dulu bisa menghangatkan dirinya, setelah bangun malah berubah seperti monster.

Selain itu, dia di tangannya juga memegang kelemahannya, dia sekarang merasa sangat tak berdaya dan hidupnya dikendalikan semua orang, perasaan ini sungguh membuatnya kesulitan.

Keesokan harinya, setelah kembali dari rumah sakit Nicholas Lu langsung pergi ke ruang kerja dengan kakek Lu.

"Kamu mau cerai?" Kakek Lu merenung lama, "Dia yang menabrakmu dan berada di penjara. Wajar kalau kamu membencinya, tetapi kakek tidak setuju kalau kalian cerai sekarang."

Nicholas Lu dengan wajah tenang berkata, "Wanita ini, tinggal di rumah keluarga Lu ujungnya hanya akan memberikan bencana."

"Walaupun begitu, tapi selama kamu tidak sadarkan diri 3 tahun terakhir ini. Kakek tidak tahu sudah mencari berapa banyak dokter, semua tidak ada gunanya. Hanya bulan kedua setelah dia mengurusmu, kamu bisa langsung pulih, jadi sekarang walaupun kamu membencinya, untuk kesehatanmu kamu harus tetap menahannya untuk beberapa saat ini!"

Setelah yang terjadi pada Nicholas Lu, kakek Lu sekarang menjadi semakin percaya pada takhayul, selama dia bisa membuat keluarganya aman, tidak ada lagi yang penting untuknya.

"Aku tahu kamu masih memikirkan Sherli, tapi kamu bisa mengalami kecelakaan mobil itu karena mengejarnya. Menurutku dia tidak cocok denganmu, jadi jangan ungkit dia di depanku lagi.”

Ketika berbicara tentang Sherli Mu, mata Nicholas Lu langsung meredup.

"Kakek, itu semua adalah takhayul, kamu tidak seharusnya..."

Nicholas Lu tentu tidak percaya pada hal aneh semacam ini, tetapi di tengah kata-katanya, dia melihat rambut putih kakek Lu, akhirnya tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

"Baiklah, aku mengerti." Nicholas Lu dengan patuh menundukkan kepalanya. Orang tua di depannya itu jauh lebih tua dari 3 tahun yang lalu. Selama dia koma, kakek pasti bekerja sangat keras dalam memikirkan cara untuk membuatnya bangun.

Karena kakek sangat tidak setuju dengan perceraian itu, maka dia hanya dapat merencanakan rencana jangka panjang dari semua ini.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

565