Bab 18 Mimpi Buruk Itu Datang Lagi

by Febi 11:34,Nov 12,2020
Ketika Nicholas Lu kembali ke kamar tidur, Jenifer Wen sedang duduk bengong di tempat tidur, dia seperti telah kehilangan kesadarannya. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di matanya yang indah. Bahkan dia tidak merespon kehadiran Nicholas Lu yang telah kembali ke kamarnya.

Nicholas Lu mengerutkan kening dan membanting pintu. Suara keras pintu itu membuat Jenifer Wen terkejut. Ketika dia melihat Nicholas Lu sudah kembali, bibirnya bergetar seolah ingin mengatakan sesuatu tapi dia akhirnya tidak menanyakan apapun.

Meskipun tidak mengatakan apa-apa, Jenifer Wen tahu Nicholas Lu pasti pergi untuk meminta cerai. Dia tahu kalau adalah "pelaku" yang menyebabkan dia berbaring selama 3 tahun di kasur. Dia sejujurnya sudah sangat baik karena tidak langsung membunuhnya, dan dia bagaimana mungkin bisa menerimanya sebagai istrinya.

Apalagi tadi malam, dia juga sudah melihat dirinya di-bully oleh lelaki itu.

Laki-laki manapun pasti tidak akan menerima istrinya dinodai oleh laki-laki lain.

Pada saat ini, dia harusnya datang untuk menyuruhnya mengemasi barang dan keluar dari sini, kan?

Setelah keluar dari rumah keluarga Lu, dia harus pergi kemana lagi?

Keluarga Wen mungkin kah bisa melepaskannya dengan mudah?

Saat dirinya masih berkutat dengan pikirannya, sebuah dokumen tiba-tiba dilemparkan ke depan Jenifer Wen.

"Tanda tangani perjanjian ini."

Nicholas Lu mengatakan itu dengan dingin. Kedinginan dalam suaranya benar-benar berbeda dari dinginnya lelaki tadi malam. Yang satu dingin acuh tak acuh, dan yang lainnya sangat dingin. Keduanya memiliki gaya yang sama sekali berbeda, tetapi keduanya memiliki aura yang bisa membuat semua orang takut.

Jenifer Wen membuka dokumen itu. Lembar pertama adalah perjanjian untuk tidak mengungkap hubungan pernikahan antara kedua orang tersebut. Perjanjian berikutnya semua ditujukan untuk membatasi Jenifer Wen dan untuk Nicholas Lu sendiri, tidak ada batasan apapun untuknya ya dia adalah penerima benefit 100% dari perjanjian ini.

"Kalau aku tanda tangan, apakah aku masih bisa tinggal di keluarga Lu?"

"Ya, jadi kamu mau menandatanganinya atau tidak?"

“Ya!”

Dia untuk alasan apa tidak mau menanda-tangani ini, kalau Nicholas Lu benar-benar mengekspos hubungannya yang tidak pantas dengan lelaki lain malam itu, maka dia sekarang pasti tidak akan duduk di sini dengan begitu damai, Nicholas Lu mungkin juga memiliki kekhawatirannya sendiri. Dan keluarga Lu sekarang masih membutuhkannya, jadi kenapa dia tidak tinggal di sini, dan untuk apa keluar menunggu masalah dari keluarga Wen bisa datang padanya kapan saja?

Jenifer Wen mengambil pena dan menandatangani perjanjian dengan rapi dan mengembalikannya ke Nicholas Lu.

Setelah perjanjian ditandatangani, Jenifer Wen berdiri, "Karena semua sudah di selesaikan, aku mau istirahat dulu."

Karena segala guncangan yang terjadi tadi malam membuatnya tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam.

“Selanjutnya kalau di rumah kita akan tetap tidur di kamar yang sama.” Nicholas Lu berkata dengan acuh tak acuh, “Ini adalah permintaan kakek.”

Jenifer Wen memandang lelaki yang sudah bisa bergerak ini, dan hati yang baru saja lega kembali tercekat, bukankah sangat berbahaya tidur di kasur dengan lelaki normal sepertinya”?”

“Tenang saja, aku tidak tertarik padamu. Aku tidur di kasur dan kamu tidur di lantai.” Nicholas Lu melihat kewaspadaan di mata Jenifer Wen.

Jenifer Wen menghela nafas. Sudah lah tidur di lantai tinggal tidur di lantai. Setidaknya Nicholas Lu tidak akan melakukan hal buruk padanya saat dia membuka matanya. Dan karena Nicholas Lu sudah sadar, lelaki itu pasti tidak akan berani mengganggunya lagi.

Dan ini bisa dianggap sebagai perlindungan untuknya.

Hanya mulai sekarang, dia tidak bisa lagi memegang lengan Nicholas Lu sambil tidur.

Malam ini, meski dia tidur di lantai, tapi Jenifer Wen merasa tidurnya sangat nyenyak.

Semenjak itu, Jenifer Wen tidak pernah diganggu oleh lelaki itu lagi, dan hubungannya dengan Nicholas Lu tidak dingin juga tidak panas. Demi membuat kakek Lu tidak khawatir, Nicholas Lu memintanya untuk bekerja sama dan berakting di depan orang, dan membuat orang untuk tidak berpikir kalau mereka terlalu jauh dan asing, tetapi setelah tidak ada orang dia tidak mengizinkan Jenifer Wen untuk mendekatinya setengah langkah pun, Jenifer Wen karena hal ini juga turut senang.

Nicholas Lu secara bertahap mulai menerima pekerjaan perusahaan Lu lagi. Dia setiap hari sangat sibuk bahkan tidak punya waktu untuk melirik Jenifer Wen dengan dingin. Jenifer Wen tidak perlu menggosok badannya dan tidak perlu memijatnya lagi. Dia berakting dekat dengan Nicholas Lu di depan kakek Lu setiap hari untuk menyelesaikan tugas. Ini benar-benar lebih mudah dari sebelumnya.

Tepat ketika Jenifer Wen berpikir kalau kehidupan seperti ini akan terus berjalan seperti ini, tapi mimpi itu kemudian dihancurkan oleh mimpi buruk lagi.

Pada malam hari, saat Nicholas Lu sedang membaca dokumen di ruang kerja, Jenifer Wen yang sedang tidur di lantai, tiba-tiba lampu di dalam ruangan padam. Jenifer Wen tanpa sadar bangkit dan berlari ke pintu, tapi sebelum dia melangkah, lelaki itu telah lebih dulu meraih pergelangan tangannya.

"Lama tidak berjumpa, Jenifer!"


Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

565