Bab 15 Di Mata-Matai

by Febi 11:34,Nov 12,2020
Sejak pergi ke vila keluarga Wen, kakek Lu sudah tidak lagi membatasi akses kepergian Jenifer Wen.

Jenifer Wen dalam hatinya juga tahu ke mana pun dia pergi, keluarga Lu pasti akan bisa mendapatkannya kembali, dan dia sekarang mengerti tidak ada rumah untuknya kecuali rumah keluarga Lu.

Di sinilah letak kekuatan kepala keluarga, dia padahal jelas tidak lagi membatasimu, tetapi tetap membuatmu merasa ada rantai besi tak terlihat yang diikatkan padamu, sehingga kamu tidak akan pernah bisa lepas darinya.

Tapi bagaimanapun, bisa datang dan pergi dengan bebas itu adalah hal yang baik bagi Jenifer Wen. Setelah mendapat ijin pergi dengan bebas, Jenifer Wen kemudian pergi membeli sendiri sebuah ponsel murah dan membeli sebuah kartu. Setelah sempat ragu-ragu, dia mengetik pesan dan mengirimkannya ke sebuah nomor yang dia kenal dengan baik.

Dalam waktu kurang dari 1 menit, telepon masuk: "Shit, Jenifer, kamu sungguh keterlaluan ya. Aku menelepon ke penjara mencarimu dan mengetahui kalau kamu sudah keluar lebih awal. Ini sudah lebih dari sebulan kamu kemana saja, kenapa baru berpikir untuk menghubungiku, kamu tahu tidak aku mencarimu sudah hampir gila!"

Suara Hansen Bai keluar dari seberang telepon, dan hati Jenifer Wen langsung terasa hangat.

Saat itu, dia menggantikan Cherry Wen sebagai tersangka. Tidak ada yang percaya padanya. Hanya Hansen Bai yang ada di pihaknya. Kemudian, saat Jenifer Wen hampir terbunuh di penjara dialah yang datang menyelamatkannya dengan membuat kesepakatan dengan orang tuanya untuk belajar di luar negeri mengambil alih perusahaan, sehingga keluarganya akhirnya mau menyelamatkan nyawa Jenifer Wen.

Tanpa dia, mungkin tidak akan ada Jenifer Wen saat ini.

Jenifer Wen tersenyum, "Ini tidak bisa menyalahkanku ya, aku juga tidak menyangka aku bisa keluar. Aku sudah menelepon nomor domestikmu, dan tidak ada yang menjawabnya. Aku juga tidak menemukan nomor luar negerimu.”

"Keluarlah, aku mengetahui kabar baik, jadi aku menemukan alasan untuk kembali ke sini ayo pergi makan bareng!"

Sesampai di sana, Jenifer Wen melihat Hansen Bai sudah menunggu di sana, setelah melihatnya dia berjalan memberinya pelukan beruang yang kokoh, "Turut sedih dengan segala yang kamu alami."

Jenifer Wen menggelengkan kepala, “Semua sudah berlalu.”

Hansen Bai Yian memandang Jenifer Wen dengan tatapan mata yang dalam. Dia terlihat lesu dan dewasa dari sebelumnya. Sepertinya, selama ini dia sudah sangat menderita dan mencicip rasa pahit yang luar biasa.

“Sudah jangan bicarakan itu, ayo makan.” Jenifer Wen tak ingin saat berkumpul membicarakan hal itu, dan berinisiatif memecah keheningan.

Keduanya kemudian duduk dan berbicara tentang situasi baru-baru ini sambil makan.

“Apa...Kamu sudah menikah dengan…?” Hansen Bai hampir terselek makanannya. Sejujurnya, dia bukan tidak mengenal Nicholas Lu, tapi lelaki itu terlalu misterius dan terlalu berbahaya.

Dia seperti harimau, mangsa biasa, bisa langsung ditelan olehnya.

“Jen, kamu cepatlah cerai. Orang itu bukan orang yang bisa kamu lawan. Aku akan mengaturmu untuk pergi ke luar negeri. Setelah kamu sampai di luar negeri, kamu bisa memulai semua dari awa kembali!"

"Tidak mungkin, aku bisa keluar dari penjara itu karena tangan keluarga Lu. Kalau aku lari, menurutmu mereka akan melepaskanku?"

Mata Hansen Bai menjadi gelap, dia tahu kekuatan keluarga Lu dan keluarga Bai tidak bisa melawan mereka.

"Maaf Jen, semua karena aku yang tidak kompeten, hingga bisa..."

“Tidak apa-apa, tanpamu, aku tidak tahu apakah aku masih bisa bernafas di dunia atau tidak.” Jenifer Wen memegang tangan Hansen Bai, “Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Keluarga Lu sepertinya tidak menginginkan nyawaku. Dan itu sudah cukup untuk hidupku."

“Jangan khawatir, aku masih harus membalas dendam. Aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku. Kalau aku mati, segalanya pasti akan hilang.” Jenifer Wen melihatnya mengerutkan kening sengaja menghiburnya.

Jenifer Wen pura-pura tenang dan tersenyum, tapi tiba-tiba merasakan tatapan tajam mengawasinya di belakangnya, membuat tulang punggungnya menggigil seolah orang itu ingin menembusnya.

Dia melihat ke belakang, tapi tidak melihat siapa yang tengah menatapnya dengan tatapan mengerikan itu.

Setelah melihat sekeliling beberapa kali, perasaan tidak enak di hatinya menjadi semakin kuat, begitu dia menoleh, ponsel yang baru dibeli berdering, menunjukkan rangkaian nomor asing di atasnya.

Ketika Jenifer Wen mengangkatnya, sebuah suara dingin datang dari ujung telepon: "Jenifer, apakah steak yang dipotong lelaki busuk untukmu itu enak?"

Jenifer Wen terkejut dan melihat ke arah Hansen Bai saat ini, dia sedang meletakkan potongan steak di piringnya ke depan Jenifer Wen!

Dia tiba-tiba berdiri, membalikkan kursinya dengan panik, dan melihat sekeliling dengan mata melebar: "Kamu mengikutiku!"

Perasaan dimata-matai dalam kegelapan menyebabkan Jenifer Wen berkeringat dingin. Jenifer Wen dalam keadaan terang dan orang lain itu sebaliknya berada dalam kegelapan. Dia tidak tahu kapan lelaki itu berada di sisinya dan kapan tiba-tiba keluar dan memberinya kejutan besar.

Dia bahkan bisa dengan jelas tahu nomor teleponnya, apakah dia juga tahu apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan dengan jelas juga?!

Dalam kepanikan, suara dingin dan suram datang dari ujung telepon lagi: "Berani-beraninya di belakangku keluar bersama lelaki busuk itu, Jenifer, kesabaranku benar-benar habis karenamu, sampai jumpa malam ini!"


Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

565