Bab 7 Kesepakatan

by Febi 11:34,Nov 12,2020
Lelaki itu menyeka sudut bibirnya, "Kalau aku tidak datang, kamu mungkin akan mati di ruang bawah tanah." Saat dia mengatakan itu, dia mencondongkan tubuhnya ke depan Jenifer Wen: "Aku menyelamatkanmu, kamu bukannya harus berterima kasih padaku?"

"Menyingkir kamu! Kalau bukan karena kamu, aku pasti tidak akan menjadi seperti ini.!”

Awalnya dirinya di keluarga Lu berjalan dengan baik-baik saja dan kakek Lu semakin puas dengan pekerjaannya. Dia bahkan merasa kalau dia akan berhasil mendapatkan kesempatan untuk melihat ibunya, tetapi semuanya dalam sekejap dihancurkan oleh lelaki ini!

Karena dia, Jenifer Wen tidak hanya hampir mati, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk pergi dari sana!

Jenifer Wen rasanya ingin mencabik-cabiknya, tapi dia tahu kalau dia sama sekali bukan lawannya, jadi dia hanya bisa dengan was-was menghadapinya.

Tangan Jenifer Wen meraba-raba di bawah selimut dan menyentuh lengan Nicholas Lu. Jenifer Wen tanpa sadar menyentuhnya untuk memerika apakah ada luka baru disana. Kalau Nicholas Lu terluka, keluarga Lu pasti tidak akan pernah membiarkan Jenifer Wen hidup, dan hari ini kalau lelaki ini berani menyentuh Nicholas Lu dia pasti akan berjuang mati-matian melawannya.

“Tenang, aku hari ini tidak akan menyentuh suamimu yang murahan ini.” Lelaki itu melihat niatnya dan dengan geli menjelaskannya.

Mata Jenifer Wen membelalak: "Ternyata benar ya, kamu yang menyebabkan luka di tubuhnya! Kenapa kamu melakukan ini! Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan!"

"Ini tidak ada hubungannya denganmu. Mengapa kita tidak membicarakan tentang bagaimana kamu akan membalasku karena telah menyelamatkanmu?"

"Kamu yang membawaku keluar dari ruang bawah tanah?"

“Orang keluarga Lu hanya membawamu keluar, tetapi mereka meninggalkanmu di sini dan langsung pergi. Kalau aku tidak memberimu air, kamu pasti sudah dehidrasi dan mati.” Lelaki itu berkata dan dengan sengaja menyeka sudut bibirnya.

Jenifer Wen kemudian menyadari kalau orang ini telah memberikannya air dari mulut ke mulut! Dia dengan jijik menyeka mulutnya dengan lengan bajunya, dan rasanya ingin menyeka mulutnya langsung dari kulitnya, tapi dia seketika menyadari ada suatu yang tidak beres disana: "Kamu bagaimana bisa mengetahui segala urusan keluarga Lu dengan begitu jelas!"

Dia tidak hanya tahu kalau dia dikurung di ruang bawah tanah, tetapi juga tahu kalau pelayan keluarga Lu telah meninggalkannya di sini tanpa mengurusnya. Jenifer Wen bisa memastikan kalau orang ini bukanlah anggota keluarga Lu, tetapi dia bagaimana bisa tahu hal-hal semacam ini dengan jelas?

"Tidak ada yang tidak aku ketahui tentang keluarga Lu."

“Siapa kamu sebenarnya!” Jenifer Wen merasa di tubuhnya telah di pasang kamera pengintai. Mungkinkah lelaki ini juga tahu apa yang dikatakannya dan apa yang dia lakukan setiap hari, tetapi orang ini tidak pernah muncul di siang hari. Jadi siapa dia sebenarnya!

“Kamu hari ini terlalu banyak bicara.” Suara lelaki itu tenggelam, dan dia melompat ke depan: “Karena kamu sudah bangun, ayo kita kerjakan tugas kita.”

"Ah!"

Begitu cepat, lengan lelaki itu langsung terluka, dan cairan hangat langsung mengalir keluar, lukanya dalam. Lelaki itu menutupi lengannya dan bangkit, rasa dingin di matanya menjadi lebih hebat, seolah-olah dia bisa langsung membekukan Jenifer Wen.

Jenifer Wen dengan gemetar memegang pecahan kaca, dan darah merah cerah perlahan mengalir di sudut tajam kaca.

"Jenifer, menurutmu apakah kamu bisa lolos dengan cara ini?"

Nada suara yang ganas terjepit di antara gigi lelaki itu, dan darah luka lelaki itu mengalir lebih banyak, tetapi dia terlihat tidak merasakan sakitnya, tenaganya malah semakin kuat, dan seperti ingin meremukkan tulangnya!

Jenifer Wen yang sangat ketakutan langsung meletakan pecahan gelas ke tenggorokannya.

Ketika dia dipenjara dulu dia hampir menjadi gila, dia pernah mencoba menggunakan potongan kaca untuk menyelesaikan hidupnya beberapa kali, tetapi setiap kali dia memikirkan ibunya, dia akhirnya memilih menyerah.

Tetapi pada saat ini, bahkan kalau dia tidak ingin mati, tapi dirinya sendiri tidak bisa menahan dan menolaknya.

Hukuman orang yang telah mengkhianati dan mencari masalah dengan keluarga Lu adalah kematian, dan setelah dirinya nanti di perkosa oleh laki-laki ini cepat atau lambat kematian pasti juga akan menghampirinya. Karena nantinya dia juga akan mati, akan lebih baik kalau dia menyelesaikan dirinya sendiri sekarang!

Memikirkan hal itu, Jenifer Wen menutup matanya dengan erat, dan ujung pecahan kaca menusuk lehernya dengan keras.

Darah menetes ke leher Jenifer Wen, tetapi dia tidak merasakan sakitnya, dia membuka matanya dan menemukan kalau lelaki itu memegang tepi kaca yang tajam dengan kuat, dan urat birunya menegang dengan jelas.

"Jenifer, kamu ingin mati? Tidak semudah itu!"


Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

615